kuburuan - pixabay

5 Adab Ziarah Kubur yang Harus Diperhatikan Umat Islam

Ziarah kubur merupakan aktivitas yang kerap dilakukan oleh umat Islam. Empat mazhab besar dalam agama Islam pun sepakat kalau hukum ziarah kubur untuk laki-laki adalah sunah. Sementara itu, untuk perempuan, terjadi beberapa perbedaan. Ada ulama yang berpendapat sunah, makruh, mubah, bahkan haram.

Terlepas dari hukumnya, umat Islam juga harus memperhatikan secara saksama adab ziarah kubur. Kalau dilakukan dengan cara yang benar, ziarah kubur bisa berbuah pahala untuk pelakunya. Sementara, kalau dilakukan dengan cara yang salah, ziarah kubur bisa menjadi dosa besar.

Berikut ini lima adab ziarah kubur yang harus diperhatikan oleh umat Islam:

 

1. Meniatkan ziarah kubur sebagai sarana mengingat maut

Ziarah

Ziarah

 

Hal pertama yang harus diperhatikan saat melakukan ziarah kubur adalah niat. Dalam hal ini, ziarah kubur harus dilakukan dengan niatan untuk mengingat maut. Tujuannya, agar semua umat Islam selalu berhati-hati dengan segala perilaku yang dibuatnya. Mengingat segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di alam kubur.

 

2. Memberikan salam untuk ahli kubur

ziarah-kubur

ziarah-kubur

 

 

Adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah membiasakan diri untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan ucapan salam yang ditujukan kepada ahli kubur, yakni:

“Assalamu ‘alaikum dara qaumin Mu’minin, wa insya Allah bikum laa hiqun.”

dan

“Assalamu ‘ala ahlid diyari minal Mu’minina wal Muslimin, wa inna insya Allah ta’ala bikum laa hiqun. As-alullahu lana wa lakumul afiyah.”

Baca Juga:

ziarah-kubur-manfaat

ziarah-kubur-manfaat

3. Mendoakan ahli kubur

ziarah-kubur

ziarah-kubur

 

Adab ziarah kubur berikutnya adalah umat Islam harus mendoakan ahli kubur. Tujuan dari doa adalah untuk meringankan siksa atau menambahkan nikmat yang diterima oleh ahli kubur di alam barzakh. Dalam hal ini, doa bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak hanya oleh anak kandung atau saudara dari ahli kubur.

Tidak ada perdebatan terkait pengiriman doa untuk ahli kubur di kalangan para ulama. Hal yang menjadi dasar dari pengiriman doa untuk ahli kubur ini adalah pelaksanaan salat Jenazah yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak hanya oleh sanak saudara, tapi juga tetangga dan masyarakat umum.

Dalam pelaksanaan adab ziarah kubur ini, umat Islam bisa membaca doa yang dilafalkan Rasulullah saat berziarah kubur ke Baqi’, yakni “Allahummaghfir li Ahli Baqi’il gharqad.” Selain itu, umat Islam juga bisa membacakan ayat-ayat suci Alquran untuk ahli kubur. Mulai dari surah pendek ataupun surah Yasin.

4. Tidak meminta pertolongan kepada ahli kubur

kuburan - pixabay

kuburan – pixabay

 

Dalam melakukan ziarah kubur, seorang umat Islam juga tidak diperkenankan untuk meminta pertolongan kepada ahli kubur. Doa minta tolong hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT. Sementara itu, kalau doa yang dilakukan dengan cara bertawasul, terdapat perbedaan di kalangan ulama. Ada yang mengharamkan, ada pula yang memperbolehkan.

5. Tidak menginjak atau menduduki kuburan

Ziarah - datariau

Ziarah – datariau

 

Adab ziarah kubur kelima yang harus diperhatikan oleh umat Islam adalah tidak menginjak atau menduduki kuburan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”, (HR. Muslim).

Selain itu, Rasulullah dalam hadis lain juga menganjurkan umat Islam untuk melepas alas kaki saat berziarah.

“Hai pemakai dua sandal, tanggalkan kedua sandal kamu!” Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud).

Terlepas dari hukumnya, umat Islam juga harus memperhatikan secara saksama adab ziarah kubur. Kalau dilakukan dengan cara yang benar, ziarah kubur bisa berbuah pahala untuk pelakunya. Sementara, kalau dilakukan dengan cara yang salah, ziarah kubur bisa menjadi dosa besar

Melepas alas kaki bisa dilakukan kalau pemakaman dalam kondisi yang bersih dan tidak penuh duri. Kalau sebaliknya, tentu alangkah baiknya tetap menggunakan alas kaki sebagai pelindung.

Sebagai umat Islam, tentu harus memperhatikan adab-adab ziarah kubur tersebut. Terutama, kalau ingin ziarah kubur yang dilakukan tercatat sebagai amal baik. Bukan sebagai amalan yang tercela. Semoga bermanfaat.a

Sumber:

http://muslim.or.id/7803-adab-islami-ziarah-kubur.html

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1158080913&=cara-ziarah-kubur.htm

http://www.fimadani.com/hukum-ziarah-kubur-adab-adab-dan-larangannya/

 

Tinggalkan Balasan