Adab Menuntut Ilmu dalam Islam

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta justru engkau yang harus menjaganya….” Begitulah perkataan Ali Bin Abi Thalib yang dapat memotivasi Anda selaku penuntut ilmu, khususnya ilmu syar’i. Namun, sudahkah Anda memerhatikan adab menuntut ilmu dalam Islam?

Seorang penuntut ilmu harus menerapkan adab-adab yang akan menuntunnya untuk menerima keberkahan dan kejernihan ilmu. Para ulama terdahulu telah menyampaikan nasihat tentang apa saja adab-adab tersebut. Berikut ini adab-adab yang disadur dari pendapat berbagai ulama.

  1. Sucikan Hati dari Akhlak yang Tidak Terpuji

Menuntut Ilmu

Menuntut Ilmu

Imam Al-Ghazali mengatakan, selama hal-hal keji bercokol di hati seseorang, seseorang itu tidak akan menerima ilmu yang bermanfaat. Sementara itu, Imam Nawawi menyuruh para penuntut ilmu untuk membersihkan hati terlebih dahulu sehingga mampu menyerap ilmu, menghafal, serta mengamalkannya.

Imam Malik bahkan pernah menasihati Imam Syafi’I untuk senantiasa menjauhi maksiat dan bertakwa kepada Allah SWT. Jangan sampai cahaya dalam hati menjadi padam akibat perbuatan maksiat.

Mari mengevaluasi akhlak sendiri. Apakah ada perasaan sombong, ujub, dengki, dan sebagainya. Berusahalah menghilangkan perasaan-perasaan itu sebelum memulai belajar.

  1. Menuntut Ilmu dengan Ikhlas Karena Allah

Karisma ITB

Anak-anak binaan Karisma ITB tengah belajar di bawah menara Masjid Salman ITB. (Foto: Yudha PS)

Tanamkan niat yang ikhlas dalam belajar karena Allah. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa seseorang akan mendapatkan sesuai niatnya?

Ketika hati sudah ikhlas, murid pun akan berusaha meraih rida guru. Aktivitas belajar mengajar niscaya lebih lancar, ilmu pun lebih gampang dipahami.

Sufyan bin Uyainah sudah bisa membaca Alquran sejak berumur 4 tahun. Ketika usianya 7 tahun, dia sudah bisa menulis hadis. Pada saat beranjak usia 15 tahun, ayahnya menasihatinya untuk selalu menaati para ulama. Selain mendapatkan ilmu dari para ulama, niscaya hidup pun akan bahagia.

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta justru engkau yang harus menjaganya….”

Baca juga:

Tawaf

Tawaf

  1. Jauhi Sifat Sombong dan Membangkang

Satutours Travel Umroh

Umroh Plus Turki Felix Siauw

Imam Al-Ghazali mengumpamakan ilmu yang hendak diserap oleh orang sombong sebagaimana banjir yang tidak mampu menjangkau tingginya suatu tempat. Selain tidak boleh bersikap sombong dalam menuntut ilmu, jangan pula membangkang kepada guru. Berikan kebebasan pada guru dalam mengajar, selama tidak memperlakukan Anda dengan sewenang-wenang.

  1. Mengurangi Kesenangan Duniawi dan Makan Secukupnya

Travel Umroh yusuf mansur

Travel Umroh Yusuf Mansur (gampangumrohhaji.com)

Fokuslah dalam menuntut ilmu, jangan dipengaruhi oleh kesenangan duniawi. Imam Al-Ghazali mengatakan, ilmu tidak akan menyerahkan sebagian darinya, apabila engkau tidak memberikan semua milikmu.”

Menurut Habib Zain, ulama asal Indonesia yang kini menetap di Madinah, seorang penuntut ilmu jangan sampai makan dan minum sampai berlebih-lebihan. Makan dan minumlah secukupnya saja.

Lukman Al-Hakim pernah berpesan kepada putranya agar tidak membiarkan perut terisi hingga penuh. Sebab, pikiran akan tertidur, hikmah akan tersendat, tubuh pun serasa lumpuh dari beribadah.

Imam Syafi’I juga mengaku bahwa perutnya tidak pernah merasa kenyang selama 16 tahun. Menurutnya, kekenyangan hanya memberikan dampak buruk, seperti menimbulkan rasa kantuk yang berlebihan, membebani tubuh, melemahkan semangat beribadah, melenyapkan kecerdasan, dan mengeraskan hati.

  1. Pandai-Pandai Memetik Manfaat di mana Pun Berada

first travel umroh promo

Tiada Henti Menambah Ilmu

Jika Anda haus akan ilmu, pandai-pandailah memetik manfaat dari orang-orang di sekeliling Anda, terutama yang ilmunya lebih tinggi daripada Anda.

Abu Al-Bakhtary mengatakan, dia lebih senang duduk bersama golongan yang ilmunya lebih kaya. Sebab, dia bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari mereka ketimbang duduk bersama golongan yang lebih minim ilmunya.

  1. Hindari Perselisihan Sesama Manusia

first travel umroh

Rombongan Bersiap Berangkat

Imam Al-Ghazali berpesan untuk menghindari perselisihan. Sebab, hal-hal semacam itu dapat memecahkan konsentrasi dan membingungkan seseorang saat memahami suatu ilmu.

Demikianlah adab menuntut ilmu dalam Islam. Sekiranya nasihat para ulama tersebut dapat menjadi pelajaran dan diamalkan dengan sebaik-baiknya.

 

Sumber:
http://kabar.salmanitb.com/2015/07/23/adab-menuntut-ilmu-ala-imam-al-ghazali/
http://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2015/08/29/77018/empat-adab-dalam-menuntut-ilmu.html

Tinggalkan Balasan