Paket Umroh Desember Jakarta

Bacaan Surat dan Doa Setelah Sholat Fardhu?

Doa sebenarnya adalah salah satu bagian dari sholat. Karena sholat fardhu dilakukan lima kali dalam sehari di sela-sela waktu kita beraktivitas. Kebiasaan untuk berdoa setiap sehabis sholat seringkali kita lalaikan. Padahal selain sholat, doa adalah salah satu cara kita untuk “berkomunikasi” dengan Allah SWT.

Lalu, doa dan surat apa yang sebaiknya kita baca setelah sholat? Menurut beberapa hadis sahih, berikut ini merupakan doa setelah sholat fardhu yang biasa dibaca Rasulullah,

1. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Bacaan istighfar di atas berdasarkan hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, dan An Nasa’i. Ketika membaca istighfar sebaiknya kita tidak menambahi bacaan-bacaan istighfar lain yang tidak sesuai dengan sunnah Rasul.

Bacaan istighfar merupakan doa untuk meminta ampun kepada Allah. Diletakkan di bagian awal doa dengan tujuan, agar setiap berdoa kita menempatkan diri sebagai hamba Allah yang masih sering berbuat dosa.

Sehingga sebelum menyampaikan harapan dan keinginan, hendaknya kita awali doa dengan meminta ampun kepada Allah.

berdoa

memohon ampunan

2. Membaca tahlil

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Bacaan tahlil di atas merujuk pada hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ad Darimi, dan An Nasa’i.

Tujuan membaca tahlil adalah, agar kita senantiasa ingat bahwa Allah Maha Segalanya. Dengan kuasa Allah doa-doa dan harapan yang menurut-Nya baik bagi kita, bisa terkabul.

Setelah bacaan tahlil di atas, kita disunahkan untuk membaca tahlil yang kedua yaitu,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Bacaan tahlil kedua ini berdasarkan hadis yang artinya,

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’ sebanyak 10x Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Bacaan istighfar merupakan doa untuk meminta ampun kepada Allah. Diletakkan di bagian awal doa dengan tujuan, agar setiap berdoa kita menempatkan diri sebagai hamba Allah yang masih sering berbuat dosa.

Baca Juga:

gecenizi-allaha-verin

3. Membaca kalimat tayibah (tasbih, tahmid, dan takbir)

Setelah sholat kita disunahkan membaca tasbih (سُبْحَانَ اللهُ), tahmid (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ), dan takbir (اَللهُ أَكْبَرُ) sebanyak masing-masing 33 kali. Untuk melengkapinya menjadi seratus, setelah membaca tiga kalimat di atas, kita disunahkan untuk membaca kalimat tahlil.

Bacaan kalimat tayibah di atas berdasarkan hadis yang artinya,

“Barangsiapa membaca kalimat tersebut (tasbih, tahmid, dan takbir) setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan.” (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Huzaimah, dan Al Baihaqi).

4. Membaca surat-surat pendek

surah yasin

surah yasin

Setelah membaca kalimat tayibah kita disunahkan untuk membaca surat-surat pendek yaitu, surat Alikhlas, Alfalaq, dan Annas, masing-masing 3 kali.

5. Membaca ayat kursi

Sebagai penutup doa setelah sholat fardhu, kita disunahkan untuk membaca ayat kursi (QS. Albaqarah ayat 255). Bacaan ayat kursi bersanad pada hadis yang artinya,

“Barangsiapa yang membacanya (ayat kursi) setiap selesai sholat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasa’i)

Itulah bacaan dan doa setelah sholat fardhu yang biasa dibaca Rasulullah berdasarkan hadis dan riwayat yang sahih.

Meskipun waktu kita terbatas, tidak ada salahnya jika kita mengamalkan sunah Rasul ini. Karena meskipun kita tidak membutuhkan, sebagai hamba Allah yang beriman kita tetap “wajib” berdoa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Wallahu a’lam bish shawwab.

Tinggalkan Balasan