Travel ke Benteng Mesir

Ingin Umrah Backpacker Sekalian ke Mesir? Ikuti Cara Ini!

Perjalanan umrah backpacker ke Tanah Suci biasanya berlangsung selama 7-9 hari. Di waktu yang cukup longgar ini Anda bisa menjelajahi semua bangunan suci di Mekkah, Madinah, dan beberapa kota lain yang menarik di Arab Saudi. Anda bisa menghabiskan banyak waktu untuk beribadah, mencicipi ragam kuliner, hingga berbelanja untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Oh ya, mumpung Anda berada di Tanah Suci, kenapa tidak sekalian melancong ke Mesir? Di negara itu, Anda juga bisa menemukan banyak situs Islam dan juga piramida Mesir Kuno yang memikat. Kalau Anda tertarik untuk melakukan umrah sekalian backpacker ke Mesir berikut ada beberapa cara yang bisa diterapkan.

Perpanjangan Visa Umroh

Visa Umrah Backpacker

1. Mengurus Visa Arab Saudi, Turki, dan Mesir

Karena dua negara ini sudah berbeda wilayah, maka kita harus mengurus visa untuk dua negara ini bersama-sama. Untuk visa ke Arab Saudi, Anda bisa meminta bantuan biro perjalanan untuk membantu anda membuat visa dan mahram kalau Anda seorang wanita. Biaya untuk pembuatan visa ini sekitar $100-150 setiap orang dan untuk mahram ditambah Rp300.000,00.

Pengurusan visa untuk Mesir sekitar $50-100, visa ini bisa diurus ketika berada di Indonesia. Selanjutnya visa Turki seharga $25 karena Anda harus transit melalui Turki sebelum akhirnya diterbangkan lagi menuju Kairo. Jika masalah visa sudah selesai, Anda baru memikirkan kapan waktu yang tebat untuk berangkat dan akhirnya membeli tiketnya.

2. Pengaturan Jadwal dan Membeli Tiket

Perjalanan umrah backpacker ke Tanah Suci sekaligus ke Mesir akan memakan waktu 11 hari dengan 2 hari Anda gunakan untuk perjalanan. Di hari pertama, Anda harus mencari pesawat yang memberangkatkan Anda ke Jeddah. Kalau pesawat di Indonesia tidak ada yang langsung ke sana, Anda bisa berangkat melalui Kuala Lumpur. Tiket selanjutnya yang harus Anda beli adalah dari Jeddah ke Kairo. Biasanya setelah 7 hari di Arab Saudi, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Mesir.

Di Mesir Anda bisa menghabiskan waktu sekitar 2 hari atau bisa lebih tergantung berapa banyak waktu libur atau cuti yang Anda ambil. Selanjutnya, Anda bisa kembali membeli tiket dari Bandara Borg El Arab yang terletak di Aleksandria untuk perjalanan langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang.

Kalau pesawat di Indonesia tidak ada yang langsung ke sana, Anda bisa berangkat melalui Kuala Lumpur, kemudian lanjut ke Jeddah lalu Kairo

Baca juga:

Travel ke Benteng Mesir

Benteng Shalahuddin Mesir (flickr.com)

3. Mengatur Land Arrangement (LA)

Semasa di Arab Saudi, Anda bisa memilih hotel atau penginapan sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Namun disarankan untuk memilih hotel yang memiliki fasilitas dapur sehingga Anda bisa memasak sehingga lebih hemat pengeluaran. Selain memasak, Anda juga bisa wisata kuliner ke beberapa kedai yang harganya pas di kantong dan sesuai dengan selera orang Indonesia.

Oh ya, kalau Anda tidak mau ribet dengan masalah LA, di Arab Saudi banyak hotel yang menyediakan paket lengkapnya. Sayangnya, paket LA ini cenderung lebih mahal sehingga jarang sekali diambil mereka yang melakukan backpacker.

4. Mencari Teman untuk Backpacker

Karena harus melalui tiga negara yang berbeda, ada baiknya Anda melakukan perjalanan backpacker ini dengan banyak orang terutama mereka yang pernah ke Tanah Suci. Negara-negara di kawasan Timur Tengah memiliki tensi yang sangat tinggi sehingga mereka bisa mengajarkan pada Anda untuk  tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan.

Backpackeran Bersama Bayi

Teman Umroh Backpacker

Inilah beberapa cara yang harus Anda lakukan ketika melakukan umrah dan backpacker ke Mesir. Semoga bisa memberikan pencerahan ketika Anda akan melakukan perjalanan wisata.

Tinggalkan Balasan