Haji Mabrur

Menyikapi Kebiasaan Selfie Saat Ibadah Haji dan Umroh

Dengan berat hati harus dikatakan bahwa kebiasaan selfie telah menjadi bencana bagi umat manusia. Akibat selfie, kecelakaan sering sekali terjadi. Selain itu, banyak sekali taman atau tempat wisata menjadi hancur. Obsesi untuk menampakkan sebuah keindahan membuat banyak sekali orang melupakan keselamatan dan kebaikan. Hal semacam ini ternyata sampai juga ke ranah haji dan umroh, yang merupakan ibadah penting bagi umat Islam.

Dewasa ini banyak sekali orang yang melakukan selfie atau mengambil foto dirinya saat berada di Tanah Suci. Mereka beranggapan, melakukannya sama halnya dengan mengabadikan momen indah di Tanah Suci. Padahal apa yang mereka lakukan bisa mencederai ibadah mereka. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Ibadah Bukanlah Sesuatu yang Perlu Dipamerkan

Ibadah bukanlah sesuatu yang harus dipamerkan kepada semua orang,karena memamerkan ibadah akan menimbulkan sifat riya (ingin dipuji). Dan riya itu bisa mengurangi pahala ibadah Anda. Apalah artinya bercapek-capek beribadah jauh-jauh ke Tanah Suci, jika akhirnya semua pahala ibadah Anda kosong karena terhapus oleh riya?Ibadah yang dilakukan diam-diam akan lebih baik daripada yang dipamerkan ke banyak orang.

Manasik Haji

Khusyuk Melaksanakan Ibadah Haji

Ibadah pada dasarnya adalah komunikasi antara Anda dan Allah. Jadi utamakanlah kekhusyukan dan kesungguhan dalam beribadah, supaya semua yang Anda lakukan didengar dan dikabulkan oleh yang Mahapemberi.

2. Selfie Hanya Mencederai Ibadah

Selfie atau mengambil gambar dengan cara apa pun akan membuat kita jadi terobsesi dengan kamera. Akibatnya ibadah yang seharusnya berjalan dengan baik, malah dikorbankan esensinya. Bisa-bisa hal-hal yang Anda pikirkan justru mencari tempat-tempat yang cantik untuk berfoto, bukan beribadah dengan khusyuk.

Haji dan umroh adalah untuk beribadah, bukan malah mencari tempat cantik untuk berfoto.

Baca juga:

Haji Mabrur

Ibadah Haji Secara Khusyuk

Selain masalah kurangnya esensi ibadah. Selfie dan apa pun itu namanya akan mengganggu jemaah yang lain. Dalam ibadah haji dan umroh, jumlah jemaah akan sangat banyak. Bahkan jutaan orang dan berkumpul di satu tempat yang sama. Jika Anda sibuk dengan selfie,itu bisa saja mengganggu jemaah lain yang hendak beribadah.

Satu kecelakaan kecil saat haji bisa berakibat fatal. Anda pasti masih ingat dengan tragedi Mina di tahun haji 2015 lalu. Ratusan orang meninggal dunia akibat sebuah kesalahan yang sebenarnya tak perlu dilakukan. Anda tidak mau kan selfie tapi berujung petaka?

3. Terobsesi Mendapatkan Sebuah Pujian

Salah satu alasan melakukan selfie dan memajangnya di akun sosial media biasanya untuk mendapatkan pujian. Semua orang suka sekali dengan pujian, terlebih jika ada hubungannya dengan ibadah. Selfie saat haji mungkin akan dianggap sebagai selfie terbaik, mengingat tidak semua orang bisa pergi ke Tanah Suci.

Naik Haji dengan Ikhlas

Niat Ikhlas Berhaji

Mungkin ada beberapa orang yang mengatakan “Alhamdulillah, sudah bisa pergi ke Tanah Suci.” Namun apalah gunanya sebuah pujian? Pujian tidak akan memberikan kita kebaikan dan tidak akan membuat kita jadi lebih mulia. Dan bagaimana jika foto-foto yang diunggah itu malah menimbulkan rasa iri di hati orang lain? Atau mungkin sedih pada beberapa orang lainnya karena mereka pun ingin pergi berhaji, tapi belum diberikan kemampuan? Dan jika sudah begini, justru dosa yang kita akan didapatkan.

Dari tiga poin di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa selfie tidaklah pantas dilakukan di Tanah Suci, terlebih lagi untuk dipamerkan di media sosial. Pada saat haji dan umroh, lebih baik kita semua melakukannya dengan sungguh-sungguh dan khusyuk, tak peduli diketahui orang ataupun tidak. Niatkanlah untuk beribadah hanya karena Allah, jangan karena ingin dipuji oleh manusia, karena Allah lebih penting dari segalanya.