Begini Cara Mendaftarkan Haji Lewat Jalur Reguler

Setiap Muslim pastinya mendambakan untuk dapat berkunjung ke Baitullah demi menunaikan rukun Islam kelima, berhaji. Meski ibadah haji diutamakan bagi mereka yang mampu, bukan berarti kita dapat serta merta mengabaikan perintah agama yang satu ini. Selagi masih bisa berusaha, wajib hukumnya untuk menjawab panggilan berhaji ke Tanah Suci.

Banyak dari kita yang mungkin masih belum tahu bagaimana cara mendaftarkan haji. Tentunya ada beberapa prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi para calon jemaah haji. Kita pun dapat memilih salah satu di antara dua jenis pendaftaran ibadah haji, yang pertama adalah melalui jalur reguler yang diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Agama, dan jalur haji khusus dengan pihak swasta sebagai penyelanggaranya.

Ibadah Haji

Umroh dan Haji (sp.beritasatu.com)

Lantas, apa yang membedakan jalur haji reguler dan khusus selain dari pihak penyelenggaranya? Perbedaan yang paling menonjol dari keduanya dapat dilihat dari segi lamanya waktu ibadah haji, fasilitas, serta jumlah pembayaran.

Prosedur cara mendaftarkan haji baik reguler maupun khusus sebenarnya relatif sama. Berikut ini, akan kita bahas lebih lanjut beberapa prosedur pendaftaran haji yang harus dipahami oleh para calon jemaah haji.

1. Membuka Rekening Tabungan Haji

Tidak semua bank menyediakan layanan tabungan haji. Bank-bank seperti Bank Muamalat, BRI Syariah, Mandiri Syariah, BNI, serta Bank BTN dapat Anda jadikan rujukan sebagai tujuan untuk menyimpan dana perjalanan haji.

Untuk membuka rekening tabungan haji di bank-bank terpilih, Anda diharuskan untuk membawa KTP serta mengisi formulir aplikasi. Setoran awal yang dikenakan pun bervariasi, biasanya mulai Rp500.000,00 dengan setoran minimum selanjutnya Rp100.000,00. Setelah tabungan haji Anda mencapai Rp 25.000.000,00, Anda dapat mendaftarkan diri ke Kantor Wilayah Kementerian Agama di kota Anda untuk mendapatkan nomor porsi haji.

2. Meminta Surat Keterangan Sehat

Surat Keterangan Sehat ini dapat Anda peroleh di rumah sakit atau Puskesmas setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Jangan lupa untuk memberi tahu petugas bahwa Anda perlu membuat Surat Keterangan Sehat sebagai persyaratan pendaftaran haji.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran Haji di Kanwil Kementerian Agama

Setelah Anda melengkapi persyaratan biaya, kini saatnya melakukan pendaftaran resmi di Kanwil Kementerian Agama di kota Anda. Ketika hendak mendaftarkan diri, pastikan Anda menyertakan buku tabungan haji sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji.

Ketika hendak mendaftarkan diri, pastikan Anda menyertakan buku tabungan haji sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji

Baca juga:

Ibadah Haji versus Liburan

Ibadah Haji

Di sana, Anda akan mengisi formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Data-data yang harus Anda isi di formulir tersebut di antaranya NIK, nomor rekening tabungan haji, golongan darah, dan lain-lain.

4. Mengajukan Porsi Haji di Bank

Setelah mengisi SPPH di Kanwil Kementerian Agama, Anda diharuskan kembali ke bank untuk menyerahkan SPPH. Pihak bank kemudian akan mendebet tabungan haji Anda sebesar Rp25.000.000,00 dan memberikan bukti setoran awal yang di dalamnya terdapat Nomor Porsi.

5. Melengkapi Proses Registrasi di Kanwil Kementerian Agama

Anda masih harus kembali ke Kanwil Kementerian Agama untuk memberikan bukti setoran awal dari bank untuk melengkapi proses registrasi. Selain membawa bukti setoran dari bank, ada beberapa dokumen lain yang perlu Anda sertakan, di antaranya:

  • Satu lembar SPHH
  • Foto berwarna berukuran 4×6 sebanyak dua lembar, dan 3×4 sepuluh lembar dengan latar belakang putih
  • Fotokopi Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit
  • Fotokopi Akta Kelahiran/Buku Nikah
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga
arminareka perdana

Jamaah Haji Indonesia (dokumen arminareka perdana)

Jika seluruh proses pendaftaran sudah berhasil, Anda dapat mengecek situs Kementerian Agama dan masukkan nomor porsi Anda untuk mengetahui kapan Anda akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Bagaimana? Apakah Anda kini makin mantap untuk berangkat ke Tanah Suci setelah mengetahui cara mendaftarkan haji? Persiapkan diri Anda sekarang juga agar dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.

Tinggalkan Balasan