Kesempatan beribadah haji dan umroh adalah kesempatan langka yang tidak bisa dilakukan setiap saat. Apalagi untuk berhaji, jemaah di Indonesia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Karena itu, saat kesempatan itu tiba, kamu tentunya ingin melakukannya sebaik mungkin. Jangan sampai, segala jerih payah dan penantian yang telah kamu perjuangkan menjadi sia-sia karena tidak memahami tata cara berhaji dengan baik.

Nah, berikut ini adalah delapan urutan tata cara beribadah haji atau umroh yang benar, tentunya termasuk yang wajib dilakukan.

 

1. Ihram dari miqat

Source - rumahcantikraisya
Source – rumahcantikraisya

 

Ihram atau niat untuk melakukan ibadah haji atau umroh perlu dilakukan dari miqat. Ada empat tempat yang ditetapkan sebagai miqat, yaitu: Bir Ali, Juhfah, Qarnul Manazil, dan Yalamlam. Jemaah Indonesia biasanya melakukan ihram di Bir Ali jika mereka bergerak dari Madinah.

Sebagai salah satu rukun ibadah, ihram harus dilakukan agar ibadah haji atau umroh lengkap. Pakaian ihram untuk jemaah laki-laki terdiri dari dua lembar kain tidak berjahit. Sedangkan bagi perempuan, pakainya harus menutup aurat, tidak ketat, dan tidak transparan. Perempuan tidak boleh memakai cadar dan sarung tangan.

 

2. Wukuf di Arafah

Source - wikimedia
Source – wikimedia

 

Wukuf adalah berdiam diri dan berdoa di Padang Arafah. Kegiatan ini dilakukan tanggal 9 Dzulhijjah sehari penuh sampai matahari terbenam.

Baca juga:

228631_620

 

3. Mabit di Muzdalifah

Source - youtube
Source – youtube

 

Mabit dilakukan pada malam 9 Dzulhijjah di Muzdalifah. Jemaah menghabiskan waktu setidaknya sampai tengah malam. Namun, waktu yang tepat adalah sampai menjelang dini hari tanggal 10 Dzulhijjah, dan dilanjutkan dengan berangkat ke Mina untuk melakukan lempar jamrah.

 

4. Melempar jamrah

Foto: AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI Peziarah Muslim melemparkan kerikil selama "Jamarat" ritual, rajam Setan, di Mina dekat kota suci Mekkah, pada 12 September 2016. Peziarah melempari pilar yang melambangkan setan dengan batu kerikil, pada hari ketiga haji menandai Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
Source – AFP PHOTO

 

Pada tanggal 10 Dzulhijjah ketika sudah memasuki tengah hari (Zuhur), jemaah haji dapat melempar jamrah aqobah (yang besar). Tiga hari setelahnya, yaitu tanggal 11 hingga 13, jemaah haji dapat melempar jamrah ula, jamrah wastha, dan jamrah aqobah.

Kesempatan beribadah haji dan umroh adalah kesempatan langka yang tidak bisa dilakukan setiap saat. Apalagi untuk berhaji, jemaah di Indonesia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut

 

5. Mabit di Mina

Source - youtube
Source – youtube

 

Bermalam dan berdoa di Mina dapat dilakukan selama hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah. Setelah tengah hari, jemaah haji dan umroh dapat melakukan lempar jamrah di hari-hari tersebut.

 

6. Melakukan tawaf ifadah tujuh kali berturut-turut

foto-kabah

 

Tawaf atau mengelilingi Kakbah dilakukan tujuh kali berturut-turut setelah jemaah melakukan lempar jamrah di Mina. Tawaf ini bisa jadi sudah pernah dilakukan jemaah sebelum pergi ke Arafah (tawaf qudum), tetapi begitu mereka kembali dari Mina, mereka harus melakukan tawaf ifadah.

Tawaf ifadah ini merupakan rukun haji atau umroh sehingga harus dilakukan kalau ingin ibadahnya sah. Tawaf juga dapat dilakukan lagi ketika jemaah hendak meninggalkan kota Mekah (tawaf wada).

 

7. Sai antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali

praying at arafat - flickr - al jazeera english
Source – flickr

 

Usai melakukan tawaf ifadah, jemaah harus melakukan sai yaitu berjalan atau berlari-lari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah. Jemaah dapat berjalan saja, tetapi dalam jarak antara dua lampu hijau disunahkan untuk berlari-lari kecil.

 

8. Mencukur dan memendekkan rambut (tahalul)

tahalul

 

Setelah melaksanakan sai, jemaah harus melakukan tahalul, yang dilakukan dengan memotong rambut. Ada pendapat yang memperbolehkan memotong hanya tiga helai rambut, tetapi bagi jemaah laki-laki lebih diutamakan untuk memangkas rambut seluruhnya. Jika dia adalah jemaah umroh yang akan melakukan ibadah haji dalam waktu dekat, rambut tidak perlu dicukur sampai botak, tetapi hanya perlu dipendekkan saja. Untuk perempuan, rambut cukup dipotong sebagian, kira-kira sepanjang jari tangan.

Itulah delapan tata cara haji dan umroh yang wajib kamu ketahui. Ingat, tata cara tersebut, terutama yang wajib, harus dilakukan dengan tertib. Artinya, tahapan-tahapan harus dilakukan secara berurutan karena tertib juga merupakan rukun haji atau umroh.

Beribadah haji dan umroh tentunya menjadi impian setiap muslim. Namun, tantangannya juga tidak sedikit. Selain terkait biaya yang tidak murah dan masa tunggu yang lama, ada juga kendala lain. Ibadah ini perlu dilakukan di negara lain dan memiliki banyak istilah dalam bahasa Arab. Sambil menunggu kesempatan untuk beribadah ke sana, ada baiknya kamu mempelajari istilah-istilah penting dalam haji dan umroh. Berikut adalah lima belas istilah paling penting.

 

1. Arafah

Source - wikimedia
Source – wikimedia

 

Arafah atau dikenal juga sebagai Jabal Rahmah yang berarti bukit kasih sayang terletak sekitar 24 km di bagian timur Mekah. Sebutan Jabal Rahmah disematkan pada bukit ini karena di sinilah Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali oleh Allah SWT.

 

2. Baqi

 

Baqi adalah area pemakaman yang telah digunakan sejak zaman jahiliah hingga kini. Terdapat sekitar 10.000 makam di area ini, termasuk di antaranya sahabat, istri, dan anak Rasulullah.

 

3. Dam

 

Dam adalah denda yang harus dibayar oleh mereka yang melanggar aturan haji dan umroh. Secara harfiah berarti darah, dam dapat dibayarkan berupa penyembelihan hewan ternak.

 

4. Hajar Aswad

Source - pixabay
Source – pixabay

Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerahan yang terletak di Rukun Yamani, salah satu sudut Kakbah. Hitungan tawaf biasanya menggunakan posisi Hajar Aswad sebagai patokan.

 

5. Hari Tasyrik

 

Inilah hari ketika para jemaah haji melakukan mabit di Mina untuk melakukan lempar jamrah. Hari ini jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah.

Baca Juga:

Travel Umroh AFI Tour
Sahrul Gunawan dan Jamaah Umroh

6. Ihram

Source - rumahcantikraisya
Source – rumahcantikraisya

Niat untuk melakukan ibadah haji atau umroh ini merupakan salah satu rukun hari dan umroh. Bagi laki-laki, disunahkan untuk memakai kain ihram, sedangkan bagi jemaah perempuan, harus memakai pakaian yang menutup aurat kecuali telapak tangan dan wajah.

 

7. Jamrah (jumroh)

 

Dalam ibadah haji dan umroh, jamrah berarti melempar kerikil ke arah jumaraat di Mina. Kegiatan tersebut juga sering disebut dengan sebutan melempar jamrah.

 

8. Kakbah

foto-kabah

Umat muslim tentunya telah mengetahui Kakbah. Bangunan berbentuk kubus yang dibangun oleh Nabi Ibrahim A.S. ini adalah salah satu yang paling ingin segera dilihat oleh calon jemaah haji dan umroh.

 

9. Mabit

 

Secara bahasa, mabit berarti berhenti sejenak atau bermalam. Dalam tata cara ibadah haji dan umroh, mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina. Jadwal di Muzdalifah adalah setelah wukuf di Arafah, sedangkan di Mina pada hari-hari tasyrik.

 

10. Manasik

manasik-hannien-tour

Kegiatan latihan melakukan ibadah haji atau umroh ini umumnya dilakukan jemaah dari Indonesia di tanah air dengan dipandu oleh pembimbing haji dan umroh. Kegiatan ini biasanya diatur oleh biro perjalanan yang Anda pilih.

Beribadah haji dan umroh tentunya menjadi impian setiap muslim. Namun, tantangannya juga tidak sedikit. Selain terkait biaya yang tidak murah dan masa tunggu yang lama, ada juga kendala lain

11. Miqat Zamani

 

Adalah waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan ibadah haji. Sebagian besar ulama berpendapat waktu tersebut adalah sejak 1 Syawal sampai terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

 

12. Sai

sai-jamaah-hannien-tour

Istilah untuk merujuk pada kegiatan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Bukit Marwah tujuh kali berturut-turut.

 

13. Salat Arbain

 

Adalah salat wajib berjemaah sebanyak empat puluh kali berturut-turut. Banyak jemaah haji dan umroh ingin melakukan salat arbain ini di Masjid Nabawi, tetapi hal ini tidak wajib atau bukan rukun haji dan umroh.

 

14. Tawaf

0346a8c969a1472537d1481a51671188

Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali, dengan posisi Kakbah berada di sebelah kiri (berlawanan arah jarum jam). Tawaf ada yang bersifat wajib dalam ibadah haji dan umroh. Tawaf wajib atau disebut tawaf ifadah ini dilakukan setelah wukuf.

 

15. Wukuf

 

Wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah. Kegiatan yang dilakukan oleh jemaah biasanya adalah berdoa atau mendengarkan pengajian.

Itulah lima belas istilah penting tentang haji dan umroh yang wajib kamu ketahui. Semoga informasi tersebut membuatmu semakin bersemangat untuk beribadah ke tanah suci ya.

Sesungguhnya Islam tidak pernah memaksa dan memberikan beban kepada pemeluknya dalam menjalankan ibadah dan kewajiban. Setiap ibadah yang diwajibkan memang harus dipenuhi, tetapi sesuai dengan kapasitasnya.

Salat merupakan kewajiban setiap muslim. Bagi muslim yang tidak kuat melakukannya secara sempurna (berdiri), maka Allah memberi keringanan untuk melakukannya dengan duduk. Jika hanya kuat dengan berbaring, maka lakukan dengan berbaring–begitu seterusnya hingga benar-benar tiba waktunya untuk disalati.

Pun demikian dengan haji dan umroh. Allah mewajibkan umat-Nya untuk menunaikan ibadah wajib terakhir dalam rukun Islam ini bagi mereka yang mampu. Definisi mampu di sini tidak hanya sebatas finansial, tetapi juga secara fisik dan mental.

Namun memang, tidak bisa dimungkiri, masalah finansial masih menjadi isu yang mendominasi dan menjadi hambatan seseorang melaksanakan haji dan umroh.

Biaya Haji dan Umroh

578252290_1fc5414408_b

Dana yang harus Anda keluarkan untuk melaksanakan haji dan umroh sama-sama tidak sedikit. Kendati umroh tidak semahal haji, setidaknya Anda harus mengeluarkan uang minimal setara dengan harga motor baru ditambah beberapa juta lagi. Atau jika dirata-rata, Anda harus mengeluarkan sekitar Rp25.000.000,00.

Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan haji dan umroh cukup besar. Anda sebaiknya mulai menabung atau mengangsur untuk menyiapkan pembiayaannya

Baca Juga:

cara-hemat-untuk-anak-kos
Hemat

Lalu bagaimana dengan haji? Selain waktu pelaksanaannya yang tidak fleksibel seperti umroh, anggaran yang harus disediakan juga berkali-kali lipat lebih besar. Untuk biaya haji plus dan kuota resmi Departemen Agama, untuk estimasi keberangkatan tahun 2021/2022 Anda dikenakan biaya sekitar $9.500. Sementara jika Anda menginginkan haji plus non kuota dengan estimasi keberangkatan tahun 2017/2018, Anda dikenakan biaya sebesar $12.500.

Tabungan Haji dan Umroh

Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan haji dan umroh cukup besar. Anda sebaiknya mulai menabung atau mengangsur untuk menyiapkan pembiayaannya. Agar lebih mudah dan kontinu, akan lebih baik jika Anda membuka tabungan haji dan umroh. Berikut beberapa referensi untuk tabungan tersebut:

1. Tabungan Haji BTN

Bank BTN
Bank BTN

BTN menyediakan dua jenis layanan, yakni Tabungan BTN Haji Reguler dan Tabungan BTN Haji Plus.

Tabungan BTN Haji Reguler

  • Bebas administrasi bulanan.
  • Setoran pertama minimal Rp.100.00,00 dan selanjutnya bebas.
  • Nomor prosi akan didapat ketika saldo mencapai Rp25.000.000,00.

Tabungan BTN Haji Plus

  • Bebas administrasi bulanan.
  • Setoran pertama minimal Rp.500.000,00 dan selanjutnya bebas.
  • Nomor porsi akan didapat ketika saldo mencapai USD4.000.

2. Tabungan Haji Mandiri

internet-banking-mandiri
Bank Mandiri Internet Banking

Melalui Mandiri Tabungan Haji dan Umroh (MTHU), Bank Mandiri akan membantu meringankan penyiapan dana untuk ibadah haji dan umroh dengan layanan sebagai berikut:

  • Bebas biaya pembukaan, adminsitrasi, dan penutupan rekening.
  • Setoran awal minimal Rp100.000,00 dan setoran selanjutnya minimal Rp100.000,00.
  • Mendapatkan suvenir haji.
  • Pembukaan rekening dapat dilakukan di seluruh kantor cabang yang telah ditunjuk.
  • Penyetoran dapat dilakukan dengan tunai atau melalui pemindahbukuan melalui mandiri e-banking.

3. Tabungan Haji BRI

logo_bri
Bank BRI

Bank Rakyat Indonesia turut mempermudah Anda dalam mempersiapkan dana guna menunaikan ibadah haji dan umroh. Melalui Tabungan Haji BRI, Anda dapat menikmati berbagai fasilitas BPIH seperti berikut ini.

  • Tanpa biaya administrasi.
  • Mendapatan suvenir haji.
  • Setoran awal sebesar Rp50.000,00.
  • Akan mendapatkan nomor validasi pendaftaran haji jika saldo mencapai Rp25.000.000,00.
  • Mendapatkan manfaat asuransi kecelakaan dan asuransi jiwa hingga 120% (saldo akhir maksimum Rp50.000.000,00).

4. Tabungan Haji BNI

logo-bni-kuwarasanku-1
Bank BNI

Terus hadir dan berusaha memfasilitasi rakyat Indonesia sejak tahun 1946, BNI juga siap membantu Anda dalam mewujudkan cita-cita dan niat ibadah haji Anda. BNI Haji dapat mengakomodasi Anda dalam merencanakan dana haji melalui fasilitas autodebet.

  • Setoran awal minimal Rp500.000,00 dan selanjutnya minimal Rp5.000,00.
  • Gratis biaya pembukaan, pengelolaan, dan penutupan rekening.
  • Manfaat asuransi dengan pertanggungan maksimal sebesar jumlah BPIH dan pemberian beasiswa bagi ahli waris sampai dengan Rp30.000.000,00.

Itulah beberapa referensi tabungan haji dan umroh yang dapat Anda gunakan untuk mewujudkan impian pergi ke Baitulloh. Semoga membantu dan selamat menunaikan ibadah ke Tanah Suci!

Umroh dan haji merupakan ibadah yang banyak diidamkan kaum muslimin. Meski demikian, tidak semua orang berkesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci. Oleh karena itu, jika Anda berkesempatan untuk melaksanakan umroh dan haji, persiapkanlah sebaik mungkin agar perjalanan ibadah Anda berjalan lancar.

Berikut beberapa kiat praktis agar ibadah umroh dan haji dapat berjalan lancar tanpa kendala:

Persiapan Fisik

tunik-sport-k-kiyame
Olahraga

Agar ibadah umroh dan haji berjalan lancar diperlukan ketahanan fisik yang bagus. Oleh karena itu, diperlukan persiapan fisik sebelum keberangkatan seperti:

  1. Latihan berjalan atau berlari
  2. Menerapkan pola makan yang sehat
  3. Istirahat yang cukup menjelang keberangkatan ke Tanah Suci agar kondisi tubuh prima saat melaksanakan ibadah umroh dan haji
  4. Jangan lupa membawa obat-obatan yang dibutuhkan

Kiat Praktis saat Pergi ke Masjidil Haram

Travel Umroh AFI Tour
Sahrul Gunawan dan Jamaah Umroh

Saat pergi ke Masjidil Haram, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  1. Jangan membawa barang terlalu banyak agar pemeriksaan oleh petugas tidak berlangsung terlalu lama.
  2. Bawa tas kecil dengan tali panjang yang bisa dikalungkan pada leher.
  3. Lengkapi tas bawaan dengan sajadah tipis, Alquran mini, botol minum, kantong plastik sebagai wadah sandal, kacamata hitam, dan uang secukupnya untuk bersedekah.

Kiat Aman saat Tawaf

Paket Haji dan Umroh
Jamaah Di Depan Kabah

Agar aman saat tawaf, perhatikan kiat berikut ini:

  1. Jangan tawaf sendirian.
  2. Jangan terpisah dari rombongan.
  3. Ikuti arus tawaf dan jangan melawan arus atau menyeberang.
  4. Jangan membawa uang dalam jumlah banyak dan simpanlah di tempat yang tersembunyi serta menempel dengan badan.

Baca Juga:

kabah-11
kabah

Kiat Aman Melempar Jumroh

hujaj-baitullah
Jamaah Melempar Batu Jumroh

Melempar jumroh merupakan salah satu rukun wajib dalam ibadah haji. Berikut tips agar Anda dapat melempar jumroh dengan aman:

  1. Lakukan lempar jumroh sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bagian pengurus maktab.
  2. Hindari waktu utama melempar jumroh karena risiko berdesakan dengan jamaah lain yang jumlahnya sangat banyak. Biasanya waktu sore dan malam hari merupakan waktu yang tidak terlalu ramai.
  3. Gunakan sepatu atau sandal yang dilengkapi tali tumit. Padatnya jamaah yang melakukan lempar jumroh dapat menyebabkan kaki terinjak dan sandal berisiko lepas.
  4. Saat berada di terowongan Mina, berjalanlah dengan cepat karena banyaknya jumlah jamaah bisa membuat suasana di dalam terowongan menjadi pengap.
  5. Jangan lupa membawa sebotol air minum agar Anda tidak kehausan.
  6. Saat berangkat maupun pulang dari Tiang Jamarat, jangan memisahkan diri dari kelompok.

Kiat agar Tidak Tersesat

2-6-masjid-al-haram-map
Gambaran posisi Masjid Al-Haram dengan mall Abraj Al-Bait

Banyak sekali kejadian jamaah yang tersesat ketika berada di Tanah Suci. Untuk menghindari hal tersebut, berikut beberapa kiat yang bisa Anda coba:

  1. Hindari pergi sendirian, usahakan selalu bepergian dengan kelompok.
  2. Gunakan seragam khas Indonesia agar Anda mudah dikenali.
  3. Bawa selalu peta dan nomor maktab.
  4. Ke mana saja Anda pergi ingat nomor pintu dan nama pintu masuk.
  5. Jika bepergian dengan kelompok atau teman, pastikan lokasi titik kumpul kembali.
  6. Bawa identitas diri ke mana pun Anda pergi. Jangan sekali-kali melepas gelang identitas atau menukarnya dengan jamaah lain.

Kiat Menunda Haid bagi Wanita

Obat
Obat

Bagi para wanita sebelum keberangkatan ibadah haji sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter agar dibuatkan resep obat penunda haid.

Saat pergi ke Masjidil Haram, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  1. Jangan membawa barang terlalu banyak agar pemeriksaan oleh petugas tidak berlangsung terlalu lama.
  2. Bawa tas kecil dengan tali panjang yang bisa dikalungkan pada leher.
  3. Lengkapi tas bawaan dengan sajadah tipis, Alquran mini, botol minum, kantong plastik sebagai wadah sandal, kacamata hitam, dan uang secukupnya untuk bersedekah.

Kiat Berbelanja

date_market_by_dianecrow
Pasar Di Kota Madinah
  1. Buat daftar belanja sejak sebelum keberangkatan agar Anda terhindar dari “belanja lapar mata”.
  2. Tukar mata uang di Indonesia karena nilai tukar rupiah ke rial cukup berbeda jika ditukarkan di Arab Saudi.
  3. Cobalah untuk menawar harga barang yang akan Anda beli karena saat musim umroh dan haji harga barang cenderung dinaikkan.
  4. Harga kurma di Mekah lebih murah dibanding Madinah, tetapi sebaliknya harga barang lebih murah di Madinah daripada di Mekah.

Demikian kiat praktis umroh dan haji yang dapat membantu kelancaran Ibadah Anda. Semoga bermanfaat.

Memilih agen perjalanan haji plus tidak semudah memilih baju yang akan Anda kenakan untuk ke kantor. Sebelum memutuskan memilih agen perjalanan, Anda harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk masalah finansial. Haji plus membutuhkan biaya yang lebih mahal dari haji reguler, dan tentunya diimbangi dengan fasilitas yang sangat maksimal.

Sebelum Anda memutuskan akan memilih agen perjalanan mana untuk perjalanan haji plus, simak beberapa tips di bawah ini.

Travel Umroh yusuf mansur
Travel Umroh Yusuf Mansur (gampangumrohhaji.com)

Perhatikan Kredibilitas dari Agen Perjalanan

Sebelum memutuskan memilih agen perjalanan mana yang akan Anda gunakan untuk perjalanan haji plus, lakukan riset terkait kredibilitasnya. Survei beberapa agen perjalanan yang menurut Anda terbaik di Indonesia. Dari beberapa agen ini, lihatlah pelayanan mereka terhadap jemaah. Kalau pelayanan baik dan tidak pernah melakukan aksi penipuan, Anda bisa mempertimbangkan untuk memilihnya.

Zaman sekarang, memilih agen perjalanan yang tepercaya cukup sulit. Di luaran sana, agen perjalanan kecil sudah mulai bermunculan dengan kualitas yang masih diragukan. Mereka menawarkan paket-paket haji dan umrah dengan sangat gencar dengan harga yang kadang tidak masuk akan dan mencurigakan.

Bandingkan Harga dan Cari yang Terbaik

Bandingkan harga yang ditawarkan oleh agen perjalanan haji plus yang sedang Anda riset. Dari harga-harga itu, lihat fasilitas yang mereka berikan, termasuk hotel, land arragement, hingga oleh-oleh dari Tanah Suci. Kalau ada agen perjalanan yang menawarkan dengan harga terbaik, pertimbangkan. Ingat, pertimbangkan terlebih dahulu dan jangan langsung menyetujuinya.

Dari harga-harga yang ditawarkan travel, lihat fasilitas yang mereka berikan, termasuk hotel, land arragement, hingga oleh-oleh dari Tanah Suci

Baca juga:

Perjalanan Haji
Oleh-oleh Haji (umrahhaji.org)

Tarif haji plus lebih mahal dari haji reguler yang masa tunggunya bisa sampai puluhan tahun. Kalau ada agen perjalanan yang menawarkan harga terlalu murah, Anda jangan terlalu percaya. Pada dasarnya mahalnya harga haji plus ini digunakan untuk membayar semua keperluan di Tanah Suci dengan fasilitas kelas wahid. Jadi, kalau ada yang menawarkan dengan harga sangat rendah, bisa jadi itu abal-abal.

Lihat Profesionalisme dan Pelayanan Agen Perjalanan haji plus

Jangan sesekali memilih agen perjalanan haji plus yang pelayanannya tidak maksimal. Oke, katakanlah agen itu sangat kredibel dan tidak pernah melakukan kesalahan. Namun, kalau pelayannya ‘nol besar’ juga akan membuat Anda tidak betah menggunakan jasa mereka.

Agen perjalanan haji plus yang baik dan profesional pasti memiliki pelayanan yang juga baik. Mereka tidak hanya berorientasi pada uang semata, tapi juga pada kelangsungan ibadah para jemaah yang menggunakan jasa perjalanan mereka. Pihak agen perjalanan melakukan kerjanya dengan baik untuk mewujudkan kesempurnaan ibadah dari jemaah yang sudah mengeluarkan banyak ongkos ini.

Selalu Memberikan Informasi dan Edukasi

Agen perjalanan haji plus yang terbaik selalu memberikan informasi-informasi paling mutakhir kepada pelanggannya. Mereka akan memberi tahu apa saja, termasuk kapan keberangkatan haji, kapan harus mengurus visa, dan hal-hal penting lainnya dengan cepat. Dengan mengetahui ini, calon jemaah haji akan mengetahui banyak hal karena terlibat langsung dalam proses persiapan hajinya.

Kakbah
Haji Plus

Selain memberikan data paling mutakhir, agen perjalanan haji plus yang terbaik juga memberikan edukasi masalah ibadah itu. Mereka akan mengundang calon jemaah untuk melakukan manasik haji dan hal-hal lain terkait kehidupan di Tanah Suci. Mereka tidak akan segan-segan memberikan tips kepada calon jemaah agar perjalanan ibadah hajinya berjalan dengan aman dan lancar.

Inilah beberapa tips memilih agen perjalanan haji plus yang terbaik. Semoga setelah membaca ini Anda bisa memilih agen perjalanan terbaik yang akan membawa kesempurnaan ibadah haji.

Ibadah haji jika dilakukan menurut syariah Islam yang benar sebenarnya mengandung makna dan hikmah yang luar biasa. Apa saja hikmah dibalik syariah kewajiban haji? Berikut ulasannya.

Ihram

Penggunaan pakaian ihram yang berwarna putih dan memiliki model yang sama ternyata mengandung banyak makna. Warna putih melambangkan kesucian diri dalam menghadap Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji. Model baju ihram yang sama menunjukkan kesetaraan atau tidak adanya perbedaan derajat manusia di mata Allah SWT, kecuali amal ibadahnya.

Pemimpin dalam Haji dan Umroh
Haji dan Umroh

Bacaan Talbiah

Bacaan talbiah yang dikumandangkan setiap melakukan tawaf melambangkan sikap tunduk dan patuh manusia kepada penciptanya yaitu Allah SWT.

Tawaf dan Sai

Tawaf dan sai merupakan rangkaian ibadah yang memiliki makna tentang kesetiaan hamba dalam berjuang mencari ridho Allah SWT

Wukuf

Wukuf di padang Arafah memiliki makna kepasrahan hamba kepada Rabb-nya yang  Mahakuasa.

Lempar Jumrah

Ibadah melempar jumrah melambangkan kebencian manusia terhadap tipu daya setan dan perbuatan tercela akibat hasutan iblis dan setan.

Di balik banyaknya hikmah yang terkandung dalam semua rangkaian ibadah haji, terdapat hikmah yang luar biasa. Berikut hikmah ibadah haji yang bisa kita teladani:

Meningkatkan Keimanan

Rangkaian ibadah haji dapat membuat seseorang merasa semakin dekat dengan pencipta-Nya. Rasa dekat kepada Allah SWT dan kenikmatan menjalankan ibadah haji dapat menambah ketebalan iman seorang muslim.

Menghapus Dosa

Melaksanakan ibadah haji juga dapat menggugurkan dosa seseorang. Hal ini termaktub dalam hadits shahih.

“Barang siapa yang pergi haji dan dia tidak mengeluarkan kata-kata keji dan perbuatan dosa, maka akan diampunkan dosa-dosanya seperti dia baru dilahirkan oleh ibunya” (HR. Bukhari dan Muslim, HR. At-Tirmizi, HR. Ibnu Majah).

Jadi, melaksanakan ibadah haji tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga dapat menjadi penghapus dosa.

Baca juga:

Haji dan Umroh Mengajarkan Kepemimpinan
Ibadah Haji

Meningkatkan Kerukunan Umat Islam

Rangkaian ibadah haji yang sama bagi seluruh umat di dunia dapat meningkatkan kebersamaan dan persatuan umat Islam dari seluruh dunia. Apalagi, ketika umat muslim dari seluruh dunia dipertemukan dalam satu tempat ibarat pertemuan para saudara, karena sejatinya sesama umat muslim adalah saudara.

Memahami Kesetaraan Manusia

Penggunaan pakaian ihram yang memiliki model satu jenis saja menunjukkan bahwa semua manusia memiliki harkat dan martabat yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah amal ibadahnya. Hal ini mengajarkan tentang kesetaraan manusia dan mencegah terjadinya diskriminasi.

Menumbuhkan Semangat Berkorban

Ibadah haji membutuhkan banyak pengorbanan. Pengorbanan uang, waktu, tenaga, pikiran, serta membutuhkan kegigihan dan keuletan agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji secara sempurna. Hal ini dapat menumbuhkan semangat berkorban pada diri setiap hamba-Nya.

Meningkatkan Keikhlasan dalam Beribadah

Ibadah haji bukanlah ibadah yang ringan. Ibadah ini merupakan ibadah suci penuh perjuangan tetapi mengandung kenikmatan yang luar biasa. Ibadah suci ini dapat mendorong kebaikan dan keikhlasan hamba-Nya dalam melaksanakan seluruh perintah-Nya.

Meningkatkan Solidaritas Antar Sesama Muslim

Saat pelaksanaan ibadah haji, seluruh umat muslim dari seluruh dunia bersatu padu untuk melaksanakan ibadah suci. Di sinilah muncul rasa solidaritas dan saling peduli antar sesama muslim dalam melaksanakan ibadah dengan tujuan yang sama yaitu menjadi haji yang mabrur.

Pemimpin Ibadah Adalah Pemimpin Tanpa Gelar
Syariah Haji

Meningkatkan Kedisiplinan

Rangkaian ibadah haji yang meliputi rukun haji, sunah, dan wajib haji yang harus dilaksanakan tepat waktu dapat meningkatkan kedisiplinan jamaah dalam melaksanakan ibadah.

Demikian ulasan mengenai makna dan hikmah dibalik syariah kewajiban haji. Semoga bermanfaat.

Haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat istimewa, selain hanya bisa dilaksanakan di Tanah Haram, pelaksanaannya juga terbatas pada waktu tertentu. Saking istimewanya ibadah ini, mereka yang diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci adalah manusia-manusia yang dipilih Allah SWT.

badal haji
Haji dan Umroh

Buat Anda yang akan menunaikan haji dalam waktu dekat, bersyukurlah karena Anda tinggal beberapa langkah lagi menuju Rumah Allah, sebab tidak semua orang diberi kesempatan istimewa seperti Anda. Nah, sebelum benar-benar terbang ke negara tujuan, tentu ada banyak persiapan dan perlengkapan haji yang harus dilakukan, baik fisik maupun nonfisik. Apa sajakah itu?

Persiapan Mental

Persiapan mental merupakan poin terpenting yang harus diperhatikan para calon jemaah haji, sebab haji merupakan jenis ibadah yang paling tinggi level ujian mentalnya. Mental kita teruji tidak hanya ketika sudah berada di Tanah Suci, tapi juga ketika masih di Tanah Air, seperti ketika menunggu antre (masa tunggu) haji yang memakan waktu bertahun-tahun, dan sebagainya. Ada baiknya, alihkan pikiran dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Perbanyak juga salat sunah dan ikir serta berdoa agar senantiasa diberi kesabaran.

Haji merupakan jenis ibadah yang paling tinggi level ujian mentalnya. Mental kita teruji tidak hanya ketika sudah berada di Tanah Suci, tapi juga ketika masih di Tanah Air, seperti ketika menunggu antre (masa tunggu) haji yang memakan waktu bertahun-tahun, dan sebagainya.

Baca juga:

Aplikasi Android untuk Cek Porsi Haji
Aplikasi Haji

Persiapan Fisik

Poin kedua yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga fisik atau kesehatan agar tetap dalam kondisi fit. Perlu diingat, cuaca di sana sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia. Selain suhunya lebih panas beberapa derajat celcius dan bentang alamnya bergurun-gurun, hampir semua aktivitas ibadah haji kita juga dilakukan di luar ruangan, yang artinya kita harus siap fisik agar semuanya berjalan dengan lancar. Karenanya, jauh sebelum keberangkatan, biasakanlah berolahraga yang ringan tapi rutin, seperti jogging, peregangan, jalan kaki, agar fisik tidak “kaget” ketika di sana.

Persiapan Sebelum keberangkatan

  • Manasik Haji

Sebelum keberangkatan, calon jemaah haji lazimnya akan dibekali beragam pengetahuan yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah haji. Dalam manasik haji ini, kita akan dibekali pengetahuan tentang tata cara dan kegiatan ibadah haji mulai dari yang rukun, wajib, sunah, sampai larangan-larangan selama pelaksanaan haji, dengan panduan panitia haji. Selain itu, kita juga akan belajar mengerjakan tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, dan prosesi-prosesi haji lainnya melalui praktik langsung yang latarnya dikondisikan sesuai dengan keadaan di Tanah Suci.

  • Perlengkapan Haji

Nah, kalau persiapan mental, fisik, dokumen, dan lain-lain sudah oke, hal lain yang tak kalah penting disiapkan adalah perlengkapan yang diperlukan selama ibadah haji berlangsung. Apa saja ya kira-kira?

Perlengkapan haji untuk laki-laki:

  • Kain ihram 1 atau 2 stel.
  • Ikat pinggang.
  • Keperluan mandi.
  • 2 buah kain sarung

Bagi wanita, perlengkapan yang harus dibawa antara lain:

  • Mukena
  • Tunik putih atau rok putih untuk ihram 2 buah
  • Baju sehari-hari secukupnya
  • Kerudung atau mukena pendek untuk sehari- hari 2 buah
  • Kaus kaki sekitar 5-6 pasang

Selain barang-barang di atas, masih ada juga perintilan-perintilan kecil tapi penting dan tidak boleh dilewatkan, seperti:

  • Mantel hangat
  • Selimut
  • Sandal jepit
  • Sepatu selop
  • Obat-obatan
  • Kantung kresek
  • Gunting kecil untuk tahallul
  • Payung
  • Senter
  • Uang kecil untuk membayar dam, kurban, dan lain-lain
Umroh Murah
Persiapan Haji

Nah, setelah membaca ulasan mengenai persiapan dan perlengkapan haji di atas, bagaimana? Sudah lengkapkah semua keperluan Anda? Cek kembali dan jangan sampai ada yang ketinggalan ya. Selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur. Amin.

Menurut data dari Kementerian Agama, setiap tahun jumlah jemaah haji dan umrah yang berangkat dari Indonesia selalu meningkat. Meskipun saat ini kuota jemaah haji semakin ketat, tetapi hal tersebut tidak mengurangi minat umat Islam Indonesia untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Begitu juga dengan umrah. Karena kuota jemaah haji semakin terbatas, banyak orang memilih untuk menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu. Karena bagi sebagian orang, umrah merupakan pengobat rindu agar mereka bisa segera mengunjungi Tanah Suci meskipun belum bisa berangkat haji.

pt arminareka perdana
Travel Haji dan Umroh Arminareka Perdana

Antusiasme umat Islam Indonesia terhadap ibadah haji dan umrah ini merupakan sumber rezeki bagi beberapa orang. Setiap tahun, ada puluhan agen travel haji dan umrah muncul di negara kita. Agen-agen tersebut juga berlomba-lomba memberikan harga yang bersaing untuk jasa penyelenggaraan haji dan umrah mereka.

Bisnis penyelenggaraan haji dan umrah ini memang cukup menggiurkan. Apalagi setiap tahun jumlah jemaah haji dan umrah di Indonesia tidak pernah menurun, malah cenderung mengalami peningkatan. Tidak heran jika setiap tahun pula ada agen baru yang didirikan.

Meskipun kelihatannya menjanjikan, mendirikan agen travel dan umrah tidaklah mudah. Agar mendapat kepercayaan dari calon jemaah, kita harus mengantongi izin dari departemen dan kementerian terkait. Lalu, bagaimana cara mendirikan travel haji dan umroh yang mengantongi izin resmi dari pemerintah?

Meskipun kelihatannya menjanjikan, mendirikan agen travel dan umrah tidaklah mudah

Baca juga:

umrah backpacker menara wisata
Travel Umroh Menara Wisata

Untuk mendirikan agen travel haji dan umrah, pertama-tama kita harus mengantongi izin penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Syarat untuk mengajukan izin tersebut adalah:

  1. Mengantongi izin sebagai agen perjalanan wisata dari kementerian atau instansi terkait.
  2. Sudah beroperasi minimal 2 tahun sebagai agen perjalanan wisata
  3. Memiliki kemampuan teknis seperti : SDM, manajemen, serta sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan perjalanan haji dan umrah
  4. Memiliki kemampuan finansial yang mumpuni untuk penyelenggaraan haji dan umrah dan bisa dibuktikan dengan jaminan bank;
  5. Berkomitmen untuk menyelenggarakan perjalanan haji dan umrah sesuai dengan standar pelayanan minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Jika syarat-syarat di atas sudah kita penuhi, cara mendirikan travel haji dan umroh selanjutnya adalah dengan mengajukan izin Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PPIHU). Prosedur pengajuan izin PPIHU adalah,

  1. Pemilik/pengelola Agen Perjalanan Wisata harus beragama Islam
  2. Untuk memperoleh izin sebuah agen wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan:
  1. Surat rekomendasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
  2. Salinan izin usaha perusahaan yang dilegalisasi Dinas Pariwisata Provinsi atau Pemerintah Daerah setempat
  3. Susunan Organisasi Penyelenggara
  4. Surat keterangan domisili
  5. Menyerahkan uang jaminan sebesar Rp100.000.000,00 atau garansi dari salah satu bank Pemerintah.

Prosedur pengajuan izin di atas sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 396 Tahun 2003, Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Nomor D/348 Tahun 2003, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2012.

Mendirikan sebuah agen travel haji dan umrah memang melalui proses yang panjang. Tetapi itu semua sebanding dengan keuntungan yang akan kita dapatkan ketika sudah mendapat kepercayaan dari para calon jemaah. Meskipun sulit, cara mendirikan travel haji dan umroh di atas memang harus kita lalui.

Jemaah First Travel
Travel Haji dan Umroh First Travel

Karena selain mendatangkan keuntungan dalam hal keuangan, menjadi agen travel haji dan umrah juga merupakan ladang pahala bagi para penyelenggaranya. Jadi, meskipun sulit dan rumit, lebih baik kita menjadi agen yang memiliki izin resmi. Bukan agen abal-abal yang mencari keuntungan dengan menipu para jemaah haji dan umrah.

Wallahu a’lam bish shawwab, semoga informasi di atas bermanfaat.

Setiap Muslim pastinya mendambakan untuk dapat berkunjung ke Baitullah demi menunaikan rukun Islam kelima, berhaji. Meski ibadah haji diutamakan bagi mereka yang mampu, bukan berarti kita dapat serta merta mengabaikan perintah agama yang satu ini. Selagi masih bisa berusaha, wajib hukumnya untuk menjawab panggilan berhaji ke Tanah Suci.

Banyak dari kita yang mungkin masih belum tahu bagaimana cara mendaftarkan haji. Tentunya ada beberapa prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi para calon jemaah haji. Kita pun dapat memilih salah satu di antara dua jenis pendaftaran ibadah haji, yang pertama adalah melalui jalur reguler yang diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Agama, dan jalur haji khusus dengan pihak swasta sebagai penyelanggaranya.

Ibadah Haji
Umroh dan Haji (sp.beritasatu.com)

Lantas, apa yang membedakan jalur haji reguler dan khusus selain dari pihak penyelenggaranya? Perbedaan yang paling menonjol dari keduanya dapat dilihat dari segi lamanya waktu ibadah haji, fasilitas, serta jumlah pembayaran.

Prosedur cara mendaftarkan haji baik reguler maupun khusus sebenarnya relatif sama. Berikut ini, akan kita bahas lebih lanjut beberapa prosedur pendaftaran haji yang harus dipahami oleh para calon jemaah haji.

1. Membuka Rekening Tabungan Haji

Tidak semua bank menyediakan layanan tabungan haji. Bank-bank seperti Bank Muamalat, BRI Syariah, Mandiri Syariah, BNI, serta Bank BTN dapat Anda jadikan rujukan sebagai tujuan untuk menyimpan dana perjalanan haji.

Untuk membuka rekening tabungan haji di bank-bank terpilih, Anda diharuskan untuk membawa KTP serta mengisi formulir aplikasi. Setoran awal yang dikenakan pun bervariasi, biasanya mulai Rp500.000,00 dengan setoran minimum selanjutnya Rp100.000,00. Setelah tabungan haji Anda mencapai Rp 25.000.000,00, Anda dapat mendaftarkan diri ke Kantor Wilayah Kementerian Agama di kota Anda untuk mendapatkan nomor porsi haji.

2. Meminta Surat Keterangan Sehat

Surat Keterangan Sehat ini dapat Anda peroleh di rumah sakit atau Puskesmas setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Jangan lupa untuk memberi tahu petugas bahwa Anda perlu membuat Surat Keterangan Sehat sebagai persyaratan pendaftaran haji.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran Haji di Kanwil Kementerian Agama

Setelah Anda melengkapi persyaratan biaya, kini saatnya melakukan pendaftaran resmi di Kanwil Kementerian Agama di kota Anda. Ketika hendak mendaftarkan diri, pastikan Anda menyertakan buku tabungan haji sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji.

Ketika hendak mendaftarkan diri, pastikan Anda menyertakan buku tabungan haji sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji

Baca juga:

Ibadah Haji versus Liburan
Ibadah Haji

Di sana, Anda akan mengisi formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Data-data yang harus Anda isi di formulir tersebut di antaranya NIK, nomor rekening tabungan haji, golongan darah, dan lain-lain.

4. Mengajukan Porsi Haji di Bank

Setelah mengisi SPPH di Kanwil Kementerian Agama, Anda diharuskan kembali ke bank untuk menyerahkan SPPH. Pihak bank kemudian akan mendebet tabungan haji Anda sebesar Rp25.000.000,00 dan memberikan bukti setoran awal yang di dalamnya terdapat Nomor Porsi.

5. Melengkapi Proses Registrasi di Kanwil Kementerian Agama

Anda masih harus kembali ke Kanwil Kementerian Agama untuk memberikan bukti setoran awal dari bank untuk melengkapi proses registrasi. Selain membawa bukti setoran dari bank, ada beberapa dokumen lain yang perlu Anda sertakan, di antaranya:

  • Satu lembar SPHH
  • Foto berwarna berukuran 4×6 sebanyak dua lembar, dan 3×4 sepuluh lembar dengan latar belakang putih
  • Fotokopi Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit
  • Fotokopi Akta Kelahiran/Buku Nikah
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga
arminareka perdana
Jamaah Haji Indonesia (dokumen arminareka perdana)

Jika seluruh proses pendaftaran sudah berhasil, Anda dapat mengecek situs Kementerian Agama dan masukkan nomor porsi Anda untuk mengetahui kapan Anda akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Bagaimana? Apakah Anda kini makin mantap untuk berangkat ke Tanah Suci setelah mengetahui cara mendaftarkan haji? Persiapkan diri Anda sekarang juga agar dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.

whatsapp-image-2018-04-09-at-12-11-44-pm

Ihram merupakan tanda kesiapan jemaah haji dan umroh untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kesiapan para jemaah ini ditunjukkan dengan mengucapkan niat dan menjauhi segala hal yang dilarang ketika berihram. Sebelum berihram, para jemaah umroh disunahkan melakukan beberapa hal misalnya mandi, memakai kain putih, dan lain sebagainya.

Mandi ihram merupakan salah satu sunah Rasulullah yang dilakukan ketika hendak menunaikan ibadah umroh dan haji. Baik jemaah laki-laki maupun perempuan yang sedang suci atau haid, disunahkan untuk mandi sebelum ihram, sebagaimana diriwayatkan Jabir Radiyalahuanhu, yang artinya:

“Kami keluar bersama Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam, dan tatkala kami sampai di Dzul Hulaifah, Asma binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, lalu ia (Asma) mengutus seseorang untuk menemui Rasulullah dan berkata: ‘Apa yang aku kerjakan?’ Beliau pun menjawab: ‘Mandi dan beristitsfarlah (menutupi tempat keluarnya darah) kemudian ihram.’”

Manasik Haji
Mandi Ihram

Apabila kita tidak menemukan air untuk bersuci, kita dapat bertayamum sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak menunaikan salat, basuhlah muka dan tanganmu hingga siku, serta usaplah kepalamu, dan basuh kakimu hingga kedua mata kaki, dan jika junub, maka mandilah. Jika kamu sakit atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih.” (Al-Maidah: 6)

Dengan demikian jelas bahwa mandi sebelum ihram hukumnya adalah sunah. Mandi setelah berihram pun sebenarnya tidak dilarang, hanya waktu utama untuk mandi adalah sebelum berihram.

Tata cara mandi ihram sama dengan mandi wajib pada umumnya, yakni mengucapkan basmalah, mengambil wudu, lalu membasuh seluruh tubuh hingga bersih. Usahakan agar sabun dan alat pembersih yang digunakan ketika mandi ihram tidak mengandung wewangian yang menyengat.

Selain mandi ihram, jemaah haji dan umroh pun disunahkan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

Tata cara mandi ihram sama dengan mandi wajib pada umumnya, yakni mengucapkan basmalah, mengambil wudu, lalu membasuh seluruh tubuh hingga bersih

Baca juga:

Aplikasi Tata Cara Umroh
Ihram

Memakai wewangian pada tubuh sebelum berihram atau mengucapkan talbiyah ihram.

Anjuran tersebut didapat dari riwayat Aisyah Radiyallahuanhu yang berkata: “Aku pernah memakaikan wewangian kepada Rasulullah untuk ihramnya ketika akan memulai ihram, sebelum beliau tawaf, dan setelah tahalul.”

Memakai wangi-wangian sebelum ihram sebenarnya masih menjadi perdebatan. Para ulama berpendapat bahwa memakai parfum sebelum mandi dan ihram, maupun setelah mandi, hukumnya diperbolehkan. Sementara, anggapan tersebut tidak diamini oleh Imam Malik dan para ulama yang mengikuti pendapatnya.

Membaca kalimat talbiyah

Membaca kalima talbiyah setelah mengenakan pakaian ihram juga merupakan hal yang disunahkan. Disunahkan pula untuk melantangkan suara ketika membaca kalimat talbiyah.

Memakai pakaian ihram berwarna putih

Abdullah bin Abbas meriwayatkan: “Rasulullah bertolak dari Madinah setelah merapikan rambutnya, meminyakinya, dan mengenakan kain sarung ihram dan kain penutup pundaknya.”

Sementara, anjuran untuk mengenakan kain putih terdapat pada hadis lainnya yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas: “Pakailah pakaianmu yang berwarna putih, sesungguhnya itu adalah sebaik-baik pakaianmu, dan kafanilah padanya mayat-mayat kamu.”

Sebelum melaksanakan ibadah umroh, ada baiknya Anda mencari tahu lebih lanjut mengenai tata cara ihram yang sesuai dengan hukum Islam serta larangan apa saja yang harus dihindari ketika berihram untuk menghindari keraguan ketika menjalankan salah satu rukun haji dan umroh tersebut.

perjalanan umroh backpacker
Umroh Berkain Ihram

Itulah beberapa hal mengenai mandi ihram dan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dilaksanakan ketika ihram. Niatkanlah melakukan sunah-sunah tersebut untuk membersihkan diri dari hadas dan mengharapkan rida dari Allah Swt.