Kiat Sukses Mendakwahkan Islam Sesuai Cara Rasulullah

Rasulullah Muhammad sallahu alaihi wa salam merupakan sebaik-baiknya teladan bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Di dalam diri beliau terdapat karakter dan pelajaran hidup yang patut kita jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan, tidak terkceuali dalam menjalankan perintah berdakwah. Dakwah bagi sebagian orang mungkin diartikan sebagai aktivitas penyebaran ajaran Islam yang didominasi para pemuka agama dan ulama. Sebenarnya, setiap umat Islam memiliki kewajiban berdakwah sesuai caranya masing-masing, selama masih berada di koridor yang sesuai dengan ajaran Islam yang dibawakan Nabi Muhammad Saw. Lantas, bagaimana cara Rasulullah menyebarkan ajaran Islam semasa hidupnya? Apa saja kiat dan pelajaran yang dapat kita petik dari dakwah ala Rasulullah? Simak rahasianya berikut ini.

“Ajaklah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (bijaksana), pelajaran (nasihat), dan cegahlah mereka dengan cara yang baik.”

Baca juga:

masjid-dai-di-benteng-zimarmar-yaman

masjid-dai-di-benteng-zimarmar-yaman

Rasulullah Mengedepankan Prinsip Rahman dalam Berdakwah

Allah berfirman dalam Surat Al-Anbiya ayat 107: “Dan tidaklah Kami mengutus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

Rasulullah Muhammad Saw., sebagai suri teladan terbaik bagi umat Islam, selalu mengedepankan prinsip kasih sayang dalam menyebarkan ajaran Islam yang suci. Sebagaimana tujuan dakwah Islam yang berusaha mengajak manusia ke arah yang lebih baik, penyampaiannya pun harus dilakukan sebaik mungkin, dan jauh dari unsur kekerasan agar penerimanya pun dapat memahami pesan ajaran Islam yang sesungguhnya.

Allah pun memberikan firman-Nya mengenai tata cara berdakwah yang baik dalam Surat An-Nahl ayat 25: “Ajaklah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (bijaksana), pelajaran (nasihat), dan cegahlah mereka dengan cara yang baik.”

Melalui firman-Nya ini, Allah memerintahkan Rasulullah dan umat-Nya untuk mengedepankan cara yang halus dalam menyebarkan ajaran Islam, serta tidak menganjurkan penerapan cara keras yang menggunakan ancaman yang menakut-nakuti umat. Allah dan Rasul-Nya pun sangat mengharamkan praktik dakwah dengan cara kotor, seperti memanipulasi umat demi kepentingan pribadi, serta penerapan tindakan anarkis yang justru dapat mencoreng kesucian ajaran Islam.

eid_prayer_at_lakemba_mosque

eid_prayer_at_lakemba_mosque

Prinsip Hikmat (Kebijaksanaan) dalam Berdakwah

Hikmat atau kebijaksanaan merupakan prinsip yang harus ada dalam diri setiap pemimpin, tidak terkecuali bagi pemimpin yang memiliki kewajiban menyebarkan ajaran Islam. Sifat yang bijaksana tumbuh dari budi pekerti yang halus dan santun. Rasulullah pun menganjurkan untuk menyesuaikan cara penyampaian dakwah dengan kalangan umat sesuai dengan kadar akalnya agar pesan Islam dapat tersampaikan dengan baik. Materi dalam berdakwah pun harus diperhatikan supaya dapat langsung dicerna oleh umat.

Di samping itu, penggunaan bahasa yang santun dan tegas tanpa menyinggung atau menyakiti hati umat pun perlu diterapkan agar kalangan yang dituju bersedia menerima ajaran yang disampaikan. Dalam berdakwah, para ulama dan dai baiknya menghindari sikap ghiroh atau terburu-buru dalam menyampaikan pesan dakwah Islam demi meraih tujuan berdakwah.

Khuzaima Qutbuddin memimpin sholat di Masjid Saifee, Mumbai.jpg

Khuzaima Qutbuddin memimpin sholat di Masjid Saifee, Mumbai.jpg

Prinsip Mauizhatul Hasanati (Penyampaian dengan Cara yang Baik)

Dalam Surat An-Nahl ayat 125 juga terdapat prinsip dakwah Islam yang disebut mauizhatul hasanati yang artinya menyampaikan ajaran dengan cara yang baik. Prinsip ini kembali pada sifat rahman yang dijunjung Rasulullah dalam berdakwah. Artinya, Rasulullah menganjurkan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan tutur kata yang menyejukkan yang mampu menyentuh kalbu setiap umat agar mereka dapat memeluk ajaran Islam dengan cinta dan mampu menyampaikannya kembali kepada saudara-saudara mereka dengan cara yang sama.

Rasulullah pun tidak menutup kesempatan untuk berdialog dengan umat tanpa harus menjelek-jelekkan pihak yang berseberangan dengan beliau. Hal tersebut semata-mata dilakukan berdasarkan tujuan awal dakwah Islam, yakni mengajak umat manusia menuju jalan kebenaran yang diridai Allah.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan mencontoh karakter Rasulullah dalam menyampaikan dakwah Islam.

Tinggalkan Balasan