Kunci Sukses Dakwah Nabi Muhammad

Dakwah bukan hanya kegiatan yang dilakukan para pemuka agama. Setiap orang pun memiliki tugas untuk menyampaikan ajaran Islam sesuai kemampuan dan caranya masing-masing. Dalam berdakwah, hendaknya kita selalu mencontoh junjungan kita Nabi Muhammad Sallahu alaihi wa salam, utusan Allah yang di dalam dirinya terdapat suri teladan yang baik. Allah Subhanahu wa taala telah menurunkan firman-Nya dalam Surat An-Nahl ayat 125 tentang pedoman dalam berdakwah, yang artinya:

“Serulah manusia menuju jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.”

Rasulullah mengedepankan prinsip mauidzatul hasanah atau cara penyampaian yang baik, sesuai dengan firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 125

Baca juga:

rumah-allah-mekkah-masjid-muslim-pixabay

rumah-allah-mekkah-masjid-muslim-pixabay

Firman Allah di atas kemudian dijadikan pedoman dan kunci sukses dakwah Nabi Muhammad serta umat yang hidup setelahnya untuk menyebarkan ajaran Islam yang suci kepada seluruh umat.

Prinsip Hikmat dalam Dakwah Nabi Muhammad

Berdakwah dengan prinsip hikmah memiliki pengertian penyampaian ajaran yang benar sesuai dengan firman Allah tanpa menambah atau mengurangi satu huruf pun untuk menghindari kekeliruan dalam penerapan firman Allah tersebut.

Selain menyampaikan firman Allah secara utuh, Rasulullah pun menerapkan cara penyampaian yang halus dan menyentuh bagi setiap umat-Nya. Rasulullah selalu mempertimbangkan kemampuan dan nalar setiap orang yang beliau hadapi agar kata-kata yang diutarakan tidak membingungkan atau justru terkesean menyakiti hati umat yang ingin beliau ajak menuju jalan Islam yang suci. Dalam berdakwah, Rasulullah tidak pernah sekalipun menerapkan prinsip kekerasan dan ancaman yang menakut-nakuti umatnya. Beliau berusaha menyentuh hati setiap umat-Nya agar mampu menjalankan ajaran Islam berdasarkan kecintaan kepada Allah.

haji-2010-1431h-oleh-al-jazeera-english

haji-2010-1431h-oleh-al-jazeera-english

Prinsip Mauidzatul Hasanah dalam Dakwah Nabi Muhammad

Dalam berdakwah, Rasulullah mengedepankan prinsip mauidzatul hasanah atau cara penyampaian yang baik, sesuai dengan firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 125. Meskipun Rasulullah menyampaikan ajaran Islam secara tegas dan utuh, beliau tidak pernah mengucapkan kata-kata yang berisi kecaman atau amarah ketika menyampaikannya. Beliau pun tidak pernah menghujat siapapun yang berseberangan dengan-Nya. Sebagai suri teladan yang baik, Rasulullah sangat menghindari sikap yang berapi-api atau antipati terhadap satu golongan ketika sedang berdakwah. Rasulullah pun tidak menghakimi orang-orang yang berbuat dosa. Beliau justru memberi nasihat dengan cara yang tidak menggurui atau menyakiti hati dan membuat nasihat tersebut tidak terkesan seperti larangan. Karakter Rasulullah yang lemah lembut dalam berdakwah tersebut berpedoman pada firman Allah dalam Surat Al-Fusshilat ayat 34 yang artinya:

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.”

praying at arafat - flickr -  al jazeera english

praying at arafat – flickr – al jazeera english

Prinsip Jidal atau Berdebat dengan Cara yang Baik

Kunci sukses dakwah Nabi Muhammad yang ketiga adalah jidal atau membantah dengan cara yang baik. Jidal memiliki makna argumentasi dalam suatu perdebatan yang didasarkan pada pedoman yang kuat. Prinsip debat ini terkadang sangat dibutuhkan untuk meluruskan pemahaman keliru yang telanjur diterapkan dalam masyarakat agar dapat diarahkan kembali kepada pedoman umat Islam, yakni Alquran dan Hadis. Kewajiban tersebut tertuang dalam Surat Al-Maidah ayat 76 yang artinya:

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

Dalam menjalankan perintah berdakwah, hendaknya kita semua meluruskan niat semata-mata sebagai bentuk ketaatan pada Allah untuk menghilangkan kebodohan dan membawa umat agar menjadi hamba yang taat.

Itulah beberapa kunci sukses dakwah Nabi Muhammad yang dapat dijadikan pedoman dalam menyebarkan ajaran Islam. Semoga kita semua dapat mencontoh karakter beliau di kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menerapkan perintah Allah Swt.  

Tinggalkan Balasan