Doa Nabi Musa yang Wajib Kita Ketahui dan Amalkan

Ketika Allah menunjuk seseorang untuk menjadi utusan-Nya, kadang para nabi dan rasul harus menerima ujian dan cobaan sejak dini. Hal ini untuk mengetes kelayakan mereka sebelum benar-benar menjadi seorang pemimpin umat. Seperti Nabi Musa, yang harus menerima ujian dari Allah sejak masih bayi.

Nabi Musa dilahirkan di Mesir, pada masa pemerintahan Firaun yang kejam. Raja Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di dalam kerajaannya. Hal ini disebabkan karena Firaun merasa terancam dengan datangnya seseorang yang sudah diramalkan untuk menggulingkan kekuasaannya.

Demi menyelamatkan anaknya, ibu Nabi Musa mencoba menyelamatkan sang anak dengan menghanyutkannya di Sungai Nil. Atas perlindungan Allah Swt, Nabi Musa justru ditemukan oleh istri sang Firaun dan dibesarkan sebagai anaknya.

Sebagai seorang nabi dan rasul, Nabi Musa diutus untuk menuntun Bani Israel menuju jalan yang benar. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, banyak kesulitan dan ujian yang dihadapi, termasuk ketika harus berhadapan dengan sang Firaun.

Musa berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu, ampunilah aku.” Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Baca juga:

student-1922562_960_720

Atas kemurahan Allah, seperti nabi dan rasul terdahulu, Nabi Musa juga dianugerahi mukjizat oleh Allah Swt untuk membantu dalam menjalankan misinya. Lepas dari mukjizat yang ada pada beliau, doa Nabi Musa yang dipanjatkan kepada Allah juga membantunya dalam menemukan jalan keluar dari semua masalah yang sedang dihadapi oleh beliau.

Berikut ini beberapa doa Nabi Musa yang harus kita ketahui dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Nabi Musa dalam Memohon Ampun kepada Allah

Pada suatu hari, Nabi Musa yang sudah keluar dari istana Firaun sedang berjalan-jalan di kota Memphis dan beliau melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi. Satu orang berasal dari Bani Israel dan satu orang lagi berasal dari bangsa Mesir.

Berniat melerai keduanya, Nabi Musa justru tidak sengaja membunuh laki-laki yang berasal dari bangsa Mesir. Pada saat itu juga, Nabi Musa langsung berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. Doa tersebut dinyatakan dalam Alquran surah Al-Qashas ayat 16, yang artinya:

Musa berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu, ampunilah aku.” Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Muslims attend a prayer session

Doa Nabi Musa dalam Memohon Kebaikan dari Allah

Setelah peristiwa pembunuhan seperti diceritakan di atas, Nabi Musa lalu melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke negeri Madyan. Di negeri yang sangat asing tersebut, Nabi Musa kembali memanjatkan doa untuk memohon pertolongan dari Allah.

Doa ini tercantum dalam Alquran surah Al-Qashas ayat 24, yang artinya adalah:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Setelah memanjatkan doa tersebut, datang para putri Nabi Syu’aib menolong Nabi Musa yang kelaparan dan kehausan.

Doa

Doa

Doa Nabi Musa untuk Dilancarkan Segala Urusan dan Ucapan

Setelah menikahi salah satu putri Nabi Syu’aib di negeri Madyan, Nabi Musa kemudian hendak kembali lagi ke Mesir. Beliau lalu singgah di Bukit Sinai. Pada saat itulah, Allah kemudian menampakkan diri kepada Nabi Musa lewat perwujudan sebagai api yang menyala pada sebatang pohon.

Di sini, Allah mengangkat Musa sebagai nabi. Allah kemudian memerintahkan  Nabi Musa untuk memperingatkan Firaun yang sudah semakin salah langkah. Mendapati tugasnya yang cukup sulit, Nabi Musa memohon kepada Allah dengan berdoa untuk diberikan kelancaran dalam berurusan dan mengendalikan ucapan.

Doa Nabi Musa tersebut dapat kita temui dalam Alquran surah Thaha ayat 25-28 yang artinya:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Itulah beberapa doa Nabi Musa yang dapat dirangkum dan dibaca serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai hamba Allah, kita sepatutnya senantiasa memohon ampun kepada-Nya, seperti Nabi Musa. Pasrahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. Memohonlah agar urusan dan aktivitas yang sedang kita jalani agar tetap berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan