Porsi Haji Jakarta Bekasi

Fatwa dan Rekomendasi MUI untuk Pelaksanaan Haji Berulang Kali

Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci adalah wujud penyempurnaan rukun Islam. Hal wajib bagi muslim yang mampu dan jadi impian sebagian besar masyarakat. Malangnya, di negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kemampuan untuk menunaikan haji bukan hanya perkara biaya dan fisik. Tapi juga kemampuan untuk menunggu giliran berangkat haji.

Anda pasti sudah tak asing, banhwa bila ingin mendaftar berangkat haji di Indonesia, harus mengantre bertahun-tahun. Bahkan ada beberapa daerah yang harus menunggu belasan hingga puluhan tahun. Antrean yang terlalu lama inilah yang jadi perhatian para ulama di Nusantara.

jamaah haji jakarta

Fatwa Haji MUI

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencoba mengurai masalah dan menemukan solusi atas persoalan haji ini. Salah satu solusi yang diberikan ialah fatwa haji yang melarang seseorang berangkat haji, bila sudah pernah sebelumnya. Kenapa demikian?

Fatwa Haji MUI, Melarang Haji Berulang Kali

Para ulama sepakat hukum haji berulang kali adalah sunah. Kewajiban haji hanya sekali seumur hidup. Dengan kata lain, bila sudah melaksanakan ibadah haji sekali, berarti telah terpenuhi kewajibannya.

Di sisi lain, para ulama juga sepakat bahwasannya haram bila melarang seseorang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Hal ini disebut secara tegas di Al Quran QS Al Baqarah ayat 114:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya.”

Sementara itu, bila seseorang sudah berulang kali haji dan masih mendaftar, serta tidak menghiraukan orang lain yang belum haji, juga termasuk zalim. Tindakan yang secara tak langsung menghalangi orang lain untuk berangkat haji.

Jadi, alangkah baiknya mereka yang sudah haji memberikan kesempatan kepada yang masih harus melaksanakan haji wajibnya. Bila hal ini bisa dipraktikkan, maka antrean panjang bisa diatasi.

Alangkah baiknya mereka yang sudah haji memberikan kesempatan kepada yang masih harus melaksanakan haji wajibnya.

Baca juga:

Umroh Reguler Murah Desember

Porsi Haji Indonesia

Rekomendasi Solusi Fatwa Haji MUI untuk Pemerintah

Pemerintah adalah pihak berwenang yang mengatur pelaksanaan haji di Indonesia. Pemerintah berhak membatasi kuota dan mengelola daftar antrean. Untuk itu komisi fatwa yang menangani fiqhiyah mu’ashirah memberikan rekomendasinya.

Pemerintah diharapkan memberikan prioritas utama, pada mereka yang masih harus melaksanaan haji wajib. Sementara, bagi orang yang berangkat haji berkali-kali dan hukumnya sunah, bisa dikelola secara terpisah.

Ibnu Hajar di kitab Fathul Barri menegaskan bahwasannya, “Melakukan yang wajib harus didahulukan daripada melakukan amalan sunah (tathawwu’).” Bila yang wajib dan yang sunah bertemu, maka yang harus jadi prioritas ialah yang wajib.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menunaikan ibadah haji ke Mekkah ini ialah dalam proses pendaftaran. Mereka yang mendaftar hendaknya dipisahkan antreannya, antara yang wajib dan yang sunah. Dengan demikian, data orang yang harus dipriroritaskan menunaikan haji wajib lebih jelas dan terstruktur.

Selain fatwa haji dan rekomendasi untuk pemerintah, para ulama mencoba memberikan solusi lebih lanjut mengenai ibaah haji berulang kali. Hal ini mengingat banyak sekali orang Indonesia yang melakukannya. Alangkah baiknya, bila pemerintah membatasi berangkat haji berulang kali, kecuali bagi orang-orang yang memang memiliki hajat tertentu. Misalnya, petugas, pembimbing, dan pendamping calon haji.

paket umroh murah april surabaya

Syarat Haji Bagi yang Mampu

Lebih lanjut, MUI merekomendasikan agar biaya perjalanan ibadah haji yang berulang, disalurkan ke hal lain yang lebih bermanfaat. Misalnya bersedekah yang merupakan bagian dar ibadah berdimensi sosial. Contohnya, peduli anak yatim, dhuafa, tetangga yang kekurangan, mendirikan lembaga pendidikan, beasiswa pendidikan, dan sejenisnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang fatwa haji yang dikeluarkan oleh MUI tersebut? Sebuah fatwa yang diharapkan menjadi solusi, untuk mengurai panjangnya daftar antrian menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

2 Comments

Tinggalkan Balasan