Pintu Kakbah

Ingin Mencium Hajar Aswad? Coba Ikuti Tips Berikut

Bagi umat muslim, khususnya yang hendak, sedang, atau usai menjalankan ibadah haji pasti sudah tak asing dengan Hajar Aswad. Sebuah batu besar yang diyakini berasal dari surga. Batu hitam yang memiliki aroma unik dan saat ini diletakkan di sisi luar Ka’bah. Letak tersebut untuk memudahkan jamaah haji mencium Hajar Aswad.

Mayoritas jamaah haji, biasanya memiliki obsesi dan keinginan menggebu untuk bisa mencium Hajar Aswad. Salah satu kegiatan dalam pelaksanaan haji yang hukumnya sunnah. Namun, mereka rela berdesak-desakan hingga saling mendorong, agar bisa melaksanakan sunnah tersebut.

Hal ini bukan tanpa alasan, bila sedikit menengok sejarahnya. Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut Istilam. Yakni bentuk ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika melaksanakan haji. Tepatnya saat tawaf dan dengan cara mengusap, serta mencium Hajar Aswad.

First Travel Umroh dan Haji

Jamaah Haji

Maksud dari perbuatan ini ialah penghormatan kepada Allah dan mengharapkan ridha-Nya. Bukan memuja atau berdoa pada batu tersebut. Kegiatan ini juga disebut sebagai salah satu cobaan dari Allah kepada hambanya. Apakah sang hamba taat atau tidak dengan syariat yang telah Allah tetapkan?

Nah, untuk Anda yang hendak atau sedang melaksanakan ibadah haji, semoga tidak kelewatan menjalankan sunnah Rasul SAW yang satu ini. Agar kegiatan ini dimudahkan, ada beberapa tips jitu yang bisa Anda coba terapkan. Di antaranya:

  1. Berniat dengan hati yang tulus dan ikhlas untuk mencium Hajar Aswad, dengan tujuan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Jangan sampai ada tujuan lain yang mengarah ke musyrik.
  2. Usai melaksanakan tawaf dan sholat sunnah tawaf, segeralah berjalan ke arah Hajar Aswad. Usahakan perjalanan ini tidak memotong jamaah lain yang sedang tawaf. Jadi, ikuti arus tawaf dan berjalan sambil mendekati multazam.
  3. Sangat dianjurkan masuk dari arah pintu ka’bah atau multazam. Lalu iringi dengan beritikad tidak menyakiti sesama jamaah, meski ada jamaah yang bersikap kasar.
  4. Dari pintu ka’bah teruslah merapat ke dinding dan mendekat ke kaki asykar penjagaan. Sangat disarankan tidak berjalan dan datang dari arah depan Hajar Aswad. Alasannya, bisa terdorong ke belakang karena pergerakan jamaah yang habis mencium.

    Travel Haji dan Umroh

    Mencium Hajar Aswad

  5. Ketika dekat, bertakbirlah sambil menunggu jamaah lain mencium Hajar Aswad. Agar tidak terdorong oleh jamaah di depan, peganglah marmer di kaki polisi atau kiswah di atasnya.
  6. Posisi badan miring ketika mengantre itu yang terbaik. Badan menghadap multazam dan bahu sebelah kiri bergerak menuju ke Hajar Aswad. Ketika giliran waktu mencium, pegang erat-erat ujung kiswah terdekat.
  7. Berdoalah tanpa bersuara dan saat mencium ucapkan “Bismillah Allahu Akbar”. Lalu, usap Hajar Aswad sekali dengan tangan kanan sambil membaca “Bismillah Allahu Akbar, Allahumma imanan bika wa tashdiqon bik itabik wa sunnati nabiyyika”. Lakukan dengan cepat agar tak dimarahi polisi dan jamaah lainnya.
  8. Setelah selesai menjalankan sunnah ini, tetap berhati-hati untuk bisa keluar dari kerumuan. Keluar pelan-pelan tanpa menyakiti jamaah lain.
  9. Bila telah berhasil keluar, perbanyak sholawat dan cium tangan yang tadi mengusap Hajar Aswad. Ketika hendak keluar dari lingkaran tawaf, jangan memotong barisan karena bisa menghambat.
  10. Terakhir, banyak-banyaklah bersyukur karena telah diberi izin dan bisa melaksanakan sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Baca juga:

Porsi Haji Jakarta Bekasi

Kakbah

Semoga mendapatkan kelancaran dan kesempatan mencium langsung Hajar Aswad.Bila fisik dan kondisi tidak memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad, jangan berkecil hati. Ada cara lain yang juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Yakni dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad, lalu mencium tangan, sambil berjalan, dan membaca takbir.

Tinggalkan Balasan