Jangan Terlewat! 8 Urutan Tata Cara Haji dan Umroh Ini Harus Kamu Ketahui

Source - wikimedia

Kesempatan beribadah haji dan umroh adalah kesempatan langka yang tidak bisa dilakukan setiap saat. Apalagi untuk berhaji, jemaah di Indonesia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Karena itu, saat kesempatan itu tiba, kamu tentunya ingin melakukannya sebaik mungkin. Jangan sampai, segala jerih payah dan penantian yang telah kamu perjuangkan menjadi sia-sia karena tidak memahami tata cara berhaji dengan baik.

Nah, berikut ini adalah delapan urutan tata cara beribadah haji atau umroh yang benar, tentunya termasuk yang wajib dilakukan.

 

1. Ihram dari miqat

Source - rumahcantikraisya
Source – rumahcantikraisya

 

Ihram atau niat untuk melakukan ibadah haji atau umroh perlu dilakukan dari miqat. Ada empat tempat yang ditetapkan sebagai miqat, yaitu: Bir Ali, Juhfah, Qarnul Manazil, dan Yalamlam. Jemaah Indonesia biasanya melakukan ihram di Bir Ali jika mereka bergerak dari Madinah.

Sebagai salah satu rukun ibadah, ihram harus dilakukan agar ibadah haji atau umroh lengkap. Pakaian ihram untuk jemaah laki-laki terdiri dari dua lembar kain tidak berjahit. Sedangkan bagi perempuan, pakainya harus menutup aurat, tidak ketat, dan tidak transparan. Perempuan tidak boleh memakai cadar dan sarung tangan.

 

2. Wukuf di Arafah

Source - wikimedia
Source – wikimedia

 

Wukuf adalah berdiam diri dan berdoa di Padang Arafah. Kegiatan ini dilakukan tanggal 9 Dzulhijjah sehari penuh sampai matahari terbenam.

Baca juga:

228631_620

 

3. Mabit di Muzdalifah

Source - youtube
Source – youtube

 

Mabit dilakukan pada malam 9 Dzulhijjah di Muzdalifah. Jemaah menghabiskan waktu setidaknya sampai tengah malam. Namun, waktu yang tepat adalah sampai menjelang dini hari tanggal 10 Dzulhijjah, dan dilanjutkan dengan berangkat ke Mina untuk melakukan lempar jamrah.

 

4. Melempar jamrah

Foto: AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI Peziarah Muslim melemparkan kerikil selama "Jamarat" ritual, rajam Setan, di Mina dekat kota suci Mekkah, pada 12 September 2016. Peziarah melempari pilar yang melambangkan setan dengan batu kerikil, pada hari ketiga haji menandai Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
Source – AFP PHOTO

 

Pada tanggal 10 Dzulhijjah ketika sudah memasuki tengah hari (Zuhur), jemaah haji dapat melempar jamrah aqobah (yang besar). Tiga hari setelahnya, yaitu tanggal 11 hingga 13, jemaah haji dapat melempar jamrah ula, jamrah wastha, dan jamrah aqobah.

Kesempatan beribadah haji dan umroh adalah kesempatan langka yang tidak bisa dilakukan setiap saat. Apalagi untuk berhaji, jemaah di Indonesia harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut

 

5. Mabit di Mina

Source - youtube
Source – youtube

 

Bermalam dan berdoa di Mina dapat dilakukan selama hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah. Setelah tengah hari, jemaah haji dan umroh dapat melakukan lempar jamrah di hari-hari tersebut.

 

6. Melakukan tawaf ifadah tujuh kali berturut-turut

foto-kabah

 

Tawaf atau mengelilingi Kakbah dilakukan tujuh kali berturut-turut setelah jemaah melakukan lempar jamrah di Mina. Tawaf ini bisa jadi sudah pernah dilakukan jemaah sebelum pergi ke Arafah (tawaf qudum), tetapi begitu mereka kembali dari Mina, mereka harus melakukan tawaf ifadah.

Tawaf ifadah ini merupakan rukun haji atau umroh sehingga harus dilakukan kalau ingin ibadahnya sah. Tawaf juga dapat dilakukan lagi ketika jemaah hendak meninggalkan kota Mekah (tawaf wada).

 

7. Sai antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali

praying at arafat - flickr - al jazeera english
Source – flickr

 

Usai melakukan tawaf ifadah, jemaah harus melakukan sai yaitu berjalan atau berlari-lari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah. Jemaah dapat berjalan saja, tetapi dalam jarak antara dua lampu hijau disunahkan untuk berlari-lari kecil.

 

8. Mencukur dan memendekkan rambut (tahalul)

tahalul

 

Setelah melaksanakan sai, jemaah harus melakukan tahalul, yang dilakukan dengan memotong rambut. Ada pendapat yang memperbolehkan memotong hanya tiga helai rambut, tetapi bagi jemaah laki-laki lebih diutamakan untuk memangkas rambut seluruhnya. Jika dia adalah jemaah umroh yang akan melakukan ibadah haji dalam waktu dekat, rambut tidak perlu dicukur sampai botak, tetapi hanya perlu dipendekkan saja. Untuk perempuan, rambut cukup dipotong sebagian, kira-kira sepanjang jari tangan.

Itulah delapan tata cara haji dan umroh yang wajib kamu ketahui. Ingat, tata cara tersebut, terutama yang wajib, harus dilakukan dengan tertib. Artinya, tahapan-tahapan harus dilakukan secara berurutan karena tertib juga merupakan rukun haji atau umroh.

Tentang Penulis

client-photo-1
Ari Maulana

komentar

Tinggalkan Balasan