travel umroh bekasi

5 Tanda Haji Mabrur yang Harus Diketahui Kaum Muslimin

Setiap orang yang berangkat ke tanah suci Mekkah Al-Mukaromah untuk melaksanakan ibadah haji tentu ingin menjadi haji yang mabrur. Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT, bukan hanya haji yang sah menurut syariat Islam. Banyak orang yang telah menunaikan ibadah haji, tetapi tidak semua orang dapat menjadi haji yang mabrur. Lalu bagaimanakah ciri-ciri haji yang mabrur?

Porsi Haji Jakarta Bekasi

Gambar Kakbah

Secara pasti, kita memang tidak dapat menentukan apakah haji seseorang termasuk ke dalam golongan haji mabrur atau tidak karena mabrur atau tidaknya haji seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tetapi menurut Alquran dan hadis terdapat ciri-ciri haji mabrur yang bisa kita ketahui, meskipun kita juga tetap tidak bisa memastikan secara pasti mabrur atau tidaknya haji seseorang, berikut beberapa tanda haji mabrur:

1. Harta yang Digunakan untuk Berangkat Ibadah Haji adalah Harta yang Halal

Salah satu tanda mabrurnya haji seseorang adalah dari harta yang dia gunakan untuk membiayai perjalanan ibadah hajinya. Allah SWT hanya akan menerima ibadah haji seseorang yang dibiayai dengan harta yang halal. Ibadah haji yang dibiayai dengan harta yang tidak halal hanya sah di mata manusia tetapi tidak di hadapan Allah SWT.

2. Amalan yang Dilakukan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW dan Dilakukan secara Khusuk dan Ikhlas.

Haji yang mabrur mampu melaksanakan rukun dan amalan yang harus dilakukan selama haji dengan penuh kekhusukan dan keiklhasan. Jika melakukan kesalahan, maka dia akan melakukan penebusan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh syariat.

3. Ibadah Hajinya Banyak Dipenuhi Amalan Baik

Haji yang mabrur adalah seseorang yang melaksanakan banyak kebaikan dan amal sholeh selama perjalanan hajinya, seperti salat di Masjidil haram, memperbanyak dzikir, salat tepat waktu, sering membantu rekan seperjalanan dan amalan baik lainnya. Ibnu Rajab pernah menyampaikan “bahwa haji yang mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik dan menghindari perbuatan-perbuatan dosa”. Di antara amalan baik yang harus dilakukan selama berhaji, terdapat amalan khusus agar menjadi haji yang mabrur yaitu memperbanyak sedekah dan berkata-kata yang baik selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Haji yang mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik dan menghindari perbuatan-perbuatan dosa

Baca juga:

Travel Umroh Reguler yang Bagus

Haji Mabrur

4. Tidak Melakukan Perbuatan Maksiat dan Dosa selama Ibadah Haji

Melakukan perbuatan maksiat tidak diperbolehkan kapanpun dan dimanapun, terlebih jika saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Selama melaksanakan ibadah haji terdapat 3 hal yang dilarang dan harus dipatuhi agar menjadi haji yang mabrur yaitu Rafats, Fusuq, dan Jidal. Rafats adalah segala hal yang termasuk ke dalam perbuatan keji dan perkara yang tidak bermanfaat. Bercumbu, bersenggama, atau membicarakan tentang kedua hal tersebut selama ibadah haji termasuk ke dalam perbuatan Rafats meskipun dilakukan dengan pasangan sendiri. Sedangkan Fusuq artinya tidak taat kepada Allah atau keluar dari ketaatannya kepada Allah SWT dan segala bentuk perbuatan maksiat digolongkan ke dalam fusuq. Hal ketiga yang tidak boleh dilakukan selama berhaji adalah Jidal yaitu saling berbantahan secara berlebihan.

5. Setelah Melaksanakan Ibadah Haji menjadi Seseorang yang Lebih Baik

Salah satu ciri mabrurnya haji seseorang adalah tingkah laku dan kepribadiannya yang semakin baik setelah selesai melaksanakan ibadah haji. Hal ini menunjukkan bahwa amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT sehingga Allah memberikan hidayah dan taufikNya sehingga dia dapat menjadi seseorang yang lebih baik. Haji yang mabrur juga ditunjukkan dengan kecintaan kepada akhirat yang lebih tinggi dibanding kecintaannya kepada dunia setelah melaksanakan ibadah haji.

Demikian beberapa ciri haji mabrur yang bisa kita teladani. Semoga bermanfaat.

Umroh Reguler Surabaya

Syarat dan Rukun Haji

Tinggalkan Balasan