Berdoa Sepanjang Masa

Perbedaan Haji Qiran, Tamattu’, dan Ifrad: Mana yang Lebih Utama?

Ada tiga jenis haji yang telah disepakati oleh para ulama dan dibedakan berdasarkan tata cara pelaksanaannya, yakni haji Qiran, Tamattu’ , dan Ifrad. Tiga jenis haji ini erat kaitannya dengan ibadah umrah, sehingga sebelum membahas lebih lanjut mengenai hai Qiran, Ifrad, dan Tamattu’, Anda harus memahami dulu perbedaan-perbedaan antara umrah dan haji.

Perbedaan Umrah dan Haji

Umrah dan haji sama-sama merupakan suatu ibadah di tanah suci. Kendati keduanya harus dilaksanakan dalam keadaan berihram dan melakukan tawaf, sai, dan tahalul, ada beberapa perbedaan antara umrah dan haji, yakni:

Umrah dan Haji Ramadhan

Haji dan Umroh

  1. Rukun atau ritual umrah hanya ihram, tawaf, sai, dan tahalul. Sementara dalam haji, selain empat hal tersebut ada lagi wukuf di Arafah termasuk bermalam Mina dan melempar jamrah.
  2. Umrah dapat dilakukan kapan pun, sementara haji hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun.
  3. Durasi melakukan umah cukup pendek dan dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Sementara durasi melakukan haji dalam hitungan hari karena intinya adala pada saat wukuf di Arafah.

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa ada irisan antara umrah dan haji. Umrah merupakan bagian dari haji, sehingga sering kali muslim yang beribadah haji juga melakukan umrah secara bersamaan. Meski demikian, ada pula yang melakukan ibadah haji dan umrah secara terpisah.

Haji Qiran

Secara etimologi, kata Qiran bermakna menggabungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dalam lingkup haji dan umrah, Qiran berarti melakukan ibadah haji dan umrah secara bersamaan. Ritual yang sama hanya perlu dilakukan sekali saja, terhitung sejak berihram.

Ada dua kemungkinan terkait ihram bagi jemaah yang hendak melakukan haji Qiran. Pertama, ihram sebelum tawaf umrah. Jemaah harus terlebih dulu berihram haji sebelum melakukan ritual umrah sehingga ketika melakukan tawaf untuk umrah, ihramnya sudah mencakup haji dan umrah sekaligus.  Kedua, berihram sebelum rusaknya umrah. Jemaah yang datang ke Mekah dengan berihram umrah, maka sebelum selesai umrah yang dilakukan, ia harus menggabungkannya dengan haji.

Jemaah yang melakukan haji qiran harus menjaga ihramnya hingga tahalul sesuai jadwal ritual ibadah haji. Selain itu, jemaah wajib menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijah atau hari-hari tasyrik. Jika tidak mampu menyembelih kurban, jemaah wajib menggantinya dengan berpuasa selama sepuluh hari (tiga hari dilakukan pada saat haji, utamanya sebelum wukuf di Arafah tanggl 9 Zulhijah dan tujuh hari lainnya dilakukan setelah kembali ke tempat asalnya).

Jemaah yang melakukan haji qiran harus menjaga ihramnya hingga tahalul sesuai jadwal ritual ibadah haji. Selain itu, jemaah wajib menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijah atau hari-hari tasyrik

Baca juga:

Mendekat Kepada Allah di Kala Muda

Persiapan Haji

Haji Tamattu’

Berbeda dengan haji Qiran, pelaksaan haji Tamattu’ memisahkan antara pelaksanaan haji dan umrah. Arti kata tamattu’ sendiri adalah bersenang-senang. Mengapa disebut dengan haji tamattu’?

Sebab dalam pelaksanaannya, haji tamattu’ termasuk ringan dan lebih mudah dilakukan. Jemaah yang melakukan haji tamattu’ menyelesaikan dulu kegiatan umrahnya (sampai tahalul), lalu setibanya di Mekkah ia dapat melakukan apa pun (bersenang-senang) sembari menunggu datangnya hari Tarwiyah untuk melaksanakan haji.

Sama seperti haji Qiran, jemaah haji Tamattu’ diwajibkan menyembelih hewan kurban atau menggantinya dengan berpuasa selama sepuluh hari bila tidak mampu. Jenis pelaksaan haji ini lebih banyak dilakukan jemaah karena praktiknya yang relatif lebih mudah.

Masih ada satu jenis ibadah haji lagi selain Qiran dan Tamattu’, yakni Ifrad. Apa yang membedakan antara Haji Qiran, Haji Tamattu’ dan Haji Ifrad? Berikut penjelasannya.

Haji Ifrad

Sama seperti haji Tamattu’, haji Ifrad memisahkan pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Jemaah melakukan ibadah haji terlebih dahulu baru kemudian melaksanakan umrah, namun keduanya dilaksanakan pada satu musim haji yang sama.

Pakaian ihram juga sudah harus dikenakan sebelum memasuki Mekah dan tetap mengenakannya hingga selesai melaksanakan ibadah haji dan umrahnya. Dibandingkan dua jenis haji lainnya, haji Ifrad memang cenderung lebih berat. Maka dari itu, jemaah haji ifrad tidak diwajibkan untuk membayar dam (dalam bentuk penyembelihan hewan kurban).

Mana yang Lebih Utama: Haji Qiran, Tamattu’, atau Ifrad?

Setelah mengetahui masing-masing jenis haji, pertanyaan yang selanjutnya muncul tentulah jenis haji mana yang lebih utama.

Para ulama pun masih memiliki pendapat yang berbeda antara yang satu dan lain. Sebagian mengatakan bahwa Qiran yang lebih utama, sebagian lagi menyatakan Tamattu’ yang lebih utama, dan sebagian lainnya menganggap bahwa Ifrad lah yang lebih utama.

Haji dan Umroh Mengajarkan Kepemimpinan

Haji Tamattu’

Perbedaan tersebut muncul lantaran tidak adanya nas yang secara langsung menyatakan atau menunjuk jenis haji yang mana yang lebih utama. Tidak ada pula hadis yang secara lugas menunjukkan mana yang dilakukan Rasulullah, apakah Qiran, Tamattu’, atau Ifrad. Yang ada hanyalah kesimpulan dari penafsirn masing-masing ulama.

Kendati demikian, menentukan secara bijak haji mana yang lebihu utama adalah dengan menyesuaikan kondisi muslim yang akan melakukannya. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qoyyim, apabila seorang muslim bersafar untuk umrah dan pulang, kemudian kembali bersafar untuk menunaikan haji, maka haji yang lebih utama dilakukannya adalah haji Ifrad. Atau bisa juga dengan kondisi seorang muslim yang melakukan safar ke Mekkah selama berbulan-bulan lamanya untuk umrah sebelum tiba waktu haji dan memutuskan tinggal di sana, maka Ifrad adalah yang lebih baik baginya.

Namun apabila seorang muslim melakukan perjalanan ke Mekkah pada bulan-bulan haji untuk menunaikan ibadah umrah dan haji sekaligus dengan membawa hewan kurban, Qiran adalah yang lebih baik baginya. Jika ia bersafar untuk haji dan umrah sekaligus tanpa membawa hewan kurban, maka lebih utama baginya melaksanakan haji Tamattu’.

Miqat

Baik melaksanakan haji Qiran, Tamattu’, atau Ifrad, salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah miqat alias batas-batas yang telah ditetapkan. Penting bagi jemaah untuk memahami batas waktu dan tempat yang telah ditentuka untuk melakukan ihram, baik untuk haji maupun umrah. Ada dua jenis miqat, yakni miqat zamani dan miqat makani.

1. Miqat Zamani

Yang dimaksud dengan miqat zamani adalah batas waktu untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Miqat zamani untuk ibadah haji adalah bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sementara untuk umrah, miqat zamaninya adalah sepanjang tahun saat ibadah umrah dapat dilakukan.

Manasik Haji

Haji dan Umrah

2. Miqat Makani

Miqat makani adalah batas-batas tempat yang ditentukan untuk mulai berihram dan tidak boleh berada di tempat tersebut tanpa berihram. Apabila melanggar, jemaah harus kembali ke tempat miqat asalnya sebelum memulai ibadah atau membayar dam. Bagi jemaah Indonesia, miqat makaninya adalah di Yalamlam atau Jeddah.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan antara haji Qiran, Tamattu’, dan Ifrad serta mana jenis haji yang lebih utama. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan