Haji dan Umroh Mengajarkan Kepemimpinan

Inilah Kisah Hidup Para Imam Masjid Nabawi yang Akan Menginspirasi Anda

Ketika tiba musim haji atau umrah, perhatian umat muslim yang melaksanakannya akan tersedot menuju kota Mekah dan Madinah. Selain perhatian terhadap berbagai aktivitas ibadah yang harus dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, perhatian untuk imam besar masjid Nabawi maupun Masjidil Haram juga sangat besar. Para imam besar ini memiliki popularitas dan tempat tersendiri di hati para jamaah. Berikut beberapa kisah hidup para imam besar masjid Nabawi yang dapat menginspirasi dan menjadi teladan bagi kita:

Syekh Ali bin Abdur Rahman Al Hudhaify

Makkah dan Madinah

Ali bin Abdur Rahman Al Hudhaify

Syekh Ali bin Abdur Rahman Al Hudhaify merupakan salah satu imam besar masjid Nabawi yang terkenal. Imam besar ini merupakan putra dari seorang ayah yang juga terpilih menjadi imam dan khatib di militer Arab Saudi. Pendidikan beliau yang pertama yaitu di Kuttab (tempat belajar membaca dan menulis bagi anak), beliau berhasil membaca dan menghatamkan Al Quran serta menghafal beberapa juz di hadapan syekh Muhammad bin Ibrahim Al-hudhaify Al-Amiri.

Pada tahun 1388 H beliau pernah kuliah di fakultas syariah di kota Riyadh, setelah lulus beliau menjadi imam besar masjid Jami Baljarasyi dan mengajarkan tauhid, tafsir, khath, dan sharaf. Pada tahun 1395 H beliau berhasil meraih gelar master dan gelar doktor sekaligus dari Universitas Al-Azhar. Pada tahun 1397 H beliau mulai mengabdikan diri di Universitas Islam Madinah untuk menjadi pengajar tauhid dan fiqh di fakultas dakwah, fakultas syariah dan fakultas hadist. Beliau juga menjadi pengajar tentang madzab di fakultas pasca sarjana dan qiraat di fakultas Al-Quran.

Selain mengajar, beliau ditunjuk sebagai imam besar masjid Quba lalu pada bulan 6 tahun 1399 H beliau ditunjuk menjadi imam besar masjid Nabawi. Pada tahun 1401 H bulan Ramadan beliau dipindah menjadi imam besar Masjidil Haram di Mekkah, kemudian dikembalikan lagi menjadi imam besar masjid Nabawi. Prestasi beliau tidak perlu diragukan lagi, beliau merupakan salah satu qari’ kerajaan Arab Saudi dan menjadi salah satu qari’ dunia.

Pada usia 36 tahun, Syekh Muhammad Ayyub sudah ditunjuk menjadi imam besar Masjid Nabawi

Baca juga:

Syekh Muhammad Ayyub

madinah al munawarah

Syekh Muhammad Ayyub

Salah satu imam besar masjid Nabawi lainnya yang perlu kita teladani kisahnya adalah Syekh Muhammad Ayyub. Syekh Muhammad Ayyub lahir pada tahun 1371 H di kota Mekkah. Beliau berhasil menghafal Al-Quran dalam usia yang masih belia yakni 13 tahun di bawah bimbingan Khalil bin Abdur Rahman Al Qari. Beliau menempuh pendidikan sarjana hingga doktoral di Universitas Madinah. Pada usia 36 tahun beliau ditunjuk menjadi imam besar masjid Nabawi.

Keahlian beliau di bidang agama Islam dan tafsir membuat beliau juga menjadi ulama besar di Uni Emirat Arab, Kuwait, Iran dan Bahrain, selain itu beliau ditunjuk menjadi pengajar bagi beberapa imam Masjidil Haram dan masjid Nabawi. Beliau juga menjadi pengajar di Univesitas Madinah di bidang tafsir dan studi Islam. Aktivitas beliau lainnya yaitu menjadi salah satu anggota komite ilmuwan di percetakan Al-Quran Raja Fadh yang menjadi pusat percetakan Al-Quran di dunia dan pabrik percetakan terbesar di dunia yang menerjemahkan Al-Quran dalam berbagai bahasa.

Selain mejadi imam besar masjid Nabawi, beliau juga pernah menjadi imam di masjid Quba, masjid Ahmad bin Hanbal, masjid Hasanasy-syair, masjid Al-Inabiyah, masjid Abdullah Al-Husaini, masjid Birrul Walidain, masjid abnahafidz, masjid asy-syuaibi, masjid Aisyah, masjid Al-lamidan Al-Ihsan. Beliau wafat di Madinah pada tanggal 16 April 2016 pada usia 63 tahun.

Demikian beberapa kisah imam besar masjid Nabawi yang bisa kita teladani. Semoga bermanfaat.

Paket Umroh Desember Jakarta

Perjalanan Haji

2 Comments

Tinggalkan Balasan