ONH Plus

Mengenal Istilah Dam dalam Haji dan Jenis-jenisnya

Salah satu istilah dalam haji dan umrah yang perlu Anda ketahui–khususnya jika Anda akan menunaikan ibadah haji atau umrah–adalah dam. Jika diartikan dari bahasa Arab adalah darah, namun tentu artinya tidak seharfiah itu. Istilah dam berarti menyembelih hewan ternak dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Secara lebih dalam dan spesifik kaitannya dengan haji, istilah dam merujuk pada denda yang harus dibayarkan oleh jemaah karena melanggar salah satu ketentuan yang berkaitan dengan ibadah haji atau umrah yang dilakukannya. Dam dibayar oleh jemaah dengan menyembelih hewan kurban atau membayar seharga hewan kurban tersebut.

Ilustrasi Rukun Ibadah Haji

Rukun Ibadah Haji

Jenis-jenis Dam

Secara garis besar, dam dibedakan menjadi empat jenis, yakni: dam tartib dan taqdir, dam tartib dan ta’dil, dam takhyir dan taqdir, dan dam takhyir dan ta’dil.

Dam Tartib dan Taqdir

Seorang jemaah wajib hukumnya membayar dam jenis ini apabila:

  1. melakukan haji tamattu’ atau qiran (di luar penduduk Mekah tentu saja),
  2. tidak melaksanakan ihram pada miqatnya,
  3. tidak melempar jamrah,
  4. tidak bermalam di Muzdalifah,
  5. tidak bermalam di Mina,
  6. tidak menunaikan tawaf wada’, dan
  7. terlambat ketika wukuf di Arafah (kecuali karena uzur. Hajinya akan diganti menjadi umrah).

Hewan yang menjadi dam adalah seekor kambing dengan syarat yang sama seperti hewan kurban dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. Waktu penyembelihannya adalah 10-13 Zulhijah dan di kawasan tanah haram di Mekah.

Dam Tartib dan Ta’dil

Ada dua hal yang menyebabkan jemaah menjadi wajib membayar dam tartib dan ta’dil. Dam ini dikenakan kepada jemaah yang bersetubuh sebelum tahalul awal atau jemaah yang dalam keadaan terkepung oleh musuh, kecelakaan, kematian mahramnya, dan lain-lain yang menyebabkannya tidak dapat melanjutkan haji.

Dam Tartib dan Ta’dil ini dikenakan kepada jemaah yang bersetubuh sebelum tahalul awal atau jemaah yang dalam keadaan terkepung oleh musuh, kecelakaan, kematian mahramnya, dan lain-lain yang menyebabkannya tidak dapat melanjutkan haji

Baca juga:

Perlengkapan Haji

Perjalanan Haji

Bagi pasangan (suami-istri) yang bersetubuh sebelum tahalul awal maka batal haji yang dilakukannya. Selain itu, ia wajib membayar kifarat dengan menyembelih seekor unta atau tujuh ekor kambing dan wajib mengulang hajinya di musim haji lain. Atau jika tidak mampu mendapatkan hewan tersebut ia diperbolehkan untuk menggantinya dengan memberi makanan kepada fakir miskin di tanah haram senilai harga unta. Jika terpaksa tidak dapat melakukannya, ia harus berupasa setiap satu mud satu hari puasa.

Sementara bagi jemaah yang dalam keadaan ishor (terhalang), setelah menyembelih seekor kambing ia boleh bertahalul dan tidak melanjutkan ibadah hajinya. Jika kesulitan memenuhinya, ia boleh menggantinya dengan memberi makan fakir miskin senilai dengan seekor kambing atau berpuasa setiap satu mud satu hari puasa.

Dam Takhyir dan Taqdir

Dam jenis ini diwajibkan kepada jemaah yang:

  1. mencukur atau mencabut rambut di tubuh,
  2. memotong kuku,
  3. mengenakan pakaian ihram yang memiliki jahitan,
  4. menggunakan wewangian,
  5. menutupi kepala bagi jemaah laki-laki,
  6. bersetubuh dengan pasangan (suami-istri) setelah jima’ pertama sebelum tahalul awal,
  7. bersetubuh dengan pasangan (suami-istri) setelah tahalul awal, dan
  8. bercanda dengan pasangan (suami-istri) yang dapat menimbulkan birahi.

Dam untuk pelanggaran tersebut adalah seekor kambing atau memberi makan fakir miskin yang senilai satu kambing atau melakukan puasa selama sepuluh hari.

Dam Takhyir dan Ta’dil

Haji Plus

Istilah Dam

Dam takhyir dan ta’dil wajib dikeluarkan jemaah yang membunuh binatang darat ketika melakukan manasik haji (kecuali ular, kalajengking, tikus, dan lain-lain yang dianggap membahayakan). Sebagai dam, jemaah harus membayar sesuai dengan hewan yang dibunuhnya. Misal ia membunuh sapi, maka dam yang wajib dikeluarkan adalah sapi, jika yang dibunuh adalah ayam maka yang wajib dibayarkan adalah ayam, dan sebagainya. Atau jemaah tersebut dapat membayar dam dengan mengganti makanan yang diberikan kepada orang miskin dengan nilai yang sebanding dengan hewan yang dibunuh tersebut atau berpuasa setiap satu mud satu hari puasa.

Demikianlah penjelasan istilah dam dalam ibadah haji dan macam-macamnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan