paket umroh murah april surabaya

Benarkah Pusat Bumi Sesungguhnya Berada di Ka’bah? Inilah 4 Penjelasan Ilmiahnya!

Anda mungkin pernah mendengar sejumlah kontroversi terkait pusat Bumi. Adapun salah satu pendapat menjadikan Ka’bah pusat Bumi sesungguhnya. Namun, apakah pandangan tersebut benar-benar valid dan dapat dipercaya? Adapun untuk membuktikannya, setidaknya banyak orang telah melakukan riset dan pengujian. Ranahnya beragam, mulai dari tinjauan geografis hingga astronomis.

Kakbah Mekah

Kakbah Mekah

Di tengah banyak kajian yang membantah pusat nol derajat bukanlah di Kota Greenwich, Inggris, percayakah Anda bahwa pusat Bumi sesungguhnya berada di Kakbah? Berikut adalah 4 penjelasan ilmiahnya.

Radiasi dari Mekkah

Bila astronot Neil Amstrong pernah mengklaim Mekkah sebagai pusat dari Bumi, setidaknya para astronot lain menemukan adanya radiasi yang dikeluarkan oleh Bumi. Penelitian lantas berlangsung untuk menguji kebenaran dengan fakta baru yang muncul: radiasi berpusat di Kota Mekkah, lebih tepatnya Kakbah. Menariknya, radiasi tersebut bersifat “tidak berujung”, yang dibuktikan oleh keberadaan radiasi, sekalipun saat mereka mengambil foto planet Mars.

Konon, sebagian orang percaya, radiasi ini mampu menghubungkan antara Kakbah di planet Bumi dengan Kakbah di alam akhirat.

 “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia”— (QS.5 Al-Maa’idah : 97)

Kakbah Adalah Barisan Fibonacci (Angka Tuhan)

Setidaknya para ilmuwan di zaman dulu percaya, fibonacci merupakan salah satu bukti adanya Tuhan. Adapun barisan ini dijelaskan pertama kali oleh Gopala dan Hemachandra—matematikawan India di tahun 1150. Penjelasan lantas kembali dipaparkan oleh Leonardo da Pisa, pada sekitar tahun 1200.

Proporsi jarak timur ke barat Mekkah adalah 1,618 unit; sama halnya dengan jarak dari Mekkah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter lintang dunia

Baca juga:

paket umroh murah april surabaya

Baitullah Mekah

Sebagian besar ilmuwan percaya, selalu ada deret angka sederhana yang muncul acak di alam semesta. Seluruh makhluk hidup, dianggap memiliki angka fibonacci di dalam hidupnya; yang dimulai dari 0 dan 1, sementara suku berikutnya adalah jumlah dua bilangan sebelumnya.

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, . . .

Pada akhirnya, ditemukan sebuah angka rasio fibonacci, yakni 0.618/1.618. Nah, secara sederhana, ketika kita menghitung angka fibonacci maka hasil pembagiannya selalu sama, yakni 1.618 (setelah pembulatan). Anda bisa mencobanya sendiri dengan menghitung panjang jari, lalu dibandingkan dengan panjang lekuk jari; menghitung tinggi badan dengan jarak pusar ke telapak kaki; apa pun!

Hitungan ini lantas bisa diterapkan dengan mengaitkan Mekkah sebagai pusat Bumi. Adapun proporsi jarak timur ke barat Mekkah adalah 1,618 unit; sama halnya dengan jarak dari Mekkah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter lintang dunia. Jarak Ka’bah ke arah Kutub Utara adalah 7.631,68 km, jarak Ka’bah ke arah Kutub Selatan adalah 12.348,32 km. Rasio antara kedua jarak tersebut adalah 1,618.

Dengan kata lain, dapat disimpulkan, The Golden Ratio Point of the World selalu ada dalam batas Kota Mekkah—yang meliputi Kakbah.

Gambar Satelit

Sekitar tahun 1990-an, terdapat penelitian terkait topografi dan kondisi geografis lapisan Bumi. Dari citra satelit, ditemukan bahwa lempengan Bumi bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab; dan terus-menerus memusat, seolah “menunjuk” ke arah Mekkah. Bahkan, saat bagian Bumi yang lain tampak gelap, ternyata ada area kecil Bumi yang terlihat terang jika dilihat dari teleskop luar angkasa—yakni Mekkah dan Madinah.

Pada awal tahun 2015, Anton Shkaplerov, seorang kosmonot Rusia juga menampilkan gambar satelit ISS yang menampakkan Mekkah dan Madinah yang bercahaya.

Isi Kakbah

Foto Makkah Madinah dari ISS (jabar.tribunnews.com)

Zero Magnetism Area

Zero Magnetism Area merupakan area yang berada di tengah-tengah antara Kutub Utara dan Kutub Selatan. Secara tidak langsung ini berarti, jika Anda mengeluarkan kompas di sana, maka jarum kompas itu tidak akan bergerak, lantaran berada di daerah dengan “daya tarik” dua kutub yagn sama besarnya.

Adapun Zero Magnetism Area inilah yang juga menjadi sebab, orang cenderung hidup lebih sehat, lebih lama, dan bahkan tidak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi ketika tinggal di Mekkah. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda mengelilingi Kakbah. Tanpa disadari, tubuh Anda pun terasa lebih baik, layaknya sedang “diisi ulang” oleh suatu energi yang misterius.

Itulah 4 penjelasan yang mendukung pandangan Ka’bah sebagai pusat Bumi. Ingin percaya atau justru tidak, seluruhnya bergantung pada Anda.

Tinggalkan Balasan