Foto Mekah

Kasus-kasus Kecurangan Haji dan Umroh di Indonesia

Haji dan umroh adalah ibadah yang sangat penting bagi semua umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya dalam pelaksanaan dua ibadah ini, kecurangan sering terjadi. Tak tanggung-tanggung, banyak jemaah harus rela uangnya lenyap dan mengubur impian gara-gara ditipu. Parahnya lagi, ada juga orang dari pemerintah yang terlibat kasus kecurangan ini. Berikut uraian selengkapnya untuk Anda!

1. Penipuan yang Dilakukan Biro Perjalanan

Haji dan umroh adalah ibadah yang membutuhkan biaya yang sangat banyak. Bahkan hingga puluhan juta rupiah. Mengetahui hal ini, biro perjalanan yang curang suka sekali menipu calon jemaah dengan iming-iming harga murah. Mereka biasanya menawarkan paket ibadah haji dan umroh dengan harga jauh di bawah normal. Hal ini tentu membuat banyak orang jadi tertarik, apalagi jika mereka dijanjikan bisa berangkat tanpa menunggu.

Travel Umroh

Penipuan Travel Haji

Setelah pembayaran dilakukan calon jemaah,agen penipu akhirnya kabur dan membawa banyak uang. Para calon jemaah yang awalnya senang dan menaruh harapan besar, langsung hancur berkeping-keping. Pasalnya, banyak sekali calon jemaah yang sampai rela menjual barang hingga tanah agar bisa segera berangkat ke Tanah Suci. Tapi hasilnya sungguh mengecewakan.

2. Jatah Kuota Haji

Yang menjadikan jemaah haji harus menunggu lama sebelum diberangkatkan adalah adanya pembatasan kuota haji per tahunnya. Dengan pembatasan ini, maka tak semua orang bisa berangkat setiap tahunnya. Mengenai jatah pemberangkatan, biasanya banyak pejabat tinggi dari Kementrian Agama yang mendapatkan jatah kuota haji. Dengan jatah ini mereka bisa mendapatkan banyak sekali keuntungan.

Misalnya jika jatah ini dijual kepada orang lain. Maka ia akan mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak. Jika jatahnya satu atau dua kursi saja, tidak masalah, tapi jika sampai ratusan hingga ribuan kursi, apa tidak merugikan negara dan masyarakat yang telah lama menunggu?

Jatah kuota haji dijual untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca juga:

ONH Plus

Korupsi Biaya Haji

3. Kasus Korupsi Dana Haji

Korupsi di Indonesia memang tidak pandang bulu. Bahkan sektor haji yang notabene adalah sektor ibadah pun masih saja tak bisa bersih dari korupsi. Hal ini menyebabkan negara rugi hingga miliaran rupiah. Kasus korupsi dana haji atau dana abadi umat (DAU) yang dilakukan oleh Said Agil merugikan negara hingga 700 miliar.

Dana ini juga dikatakan mengalir ke beberapa anggota dewan yang menjabat pada periode 1999-2004. Korupsi dana haji benar-benar membuat malu negeri ini. Pasalnya dana itu seharusnya digunakan untuk memperlancar ibadah haji jemaah yang berasal dari Indonesia. Tapi karena ketamakan, dana itu diambil begitu saja tanpa mempertimbangkan kerugian yang akan dihasilkan.

4. Kasus Manipulasi Kerja Sama

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali harus rela mendapatkan hukuman selama 6 tahun penjara karena kasus korupsi yang melibatkannya. Dalam penyelenggaraan haji, ia justru melakukan kerja sama dengan pihak lain. Hal ini disinyalir membuat negara rugi hingga miliaran rupiah karena adanya manipulasi dana yang dilakukan. Hukuman yang diberikan pengadilan ini dianggap kurang besar oleh KPK. Mereka menuntut agar hukuman Suyadharma Ali menjadi 11 tahun kurungan penjara.

Foto Mekah

Gambar Ka’bah

Selain masalah manipulasi dana dan kerja sama dengan pihak lain, Suryadharma Ali juga disebut-sebut menggunakan istrinya sebagai mesin uang. Ia meminta sang istri menjadi pendamping ibadah haji dan mendapatkan gaji puluhan juta rupiah.

Demikianlah kasus-kasus penipuan dan korupsi haji serta umroh di Indonesia. Semoga pada tahun-tahun selanjutnya, kasus seperti ini tidak akan ada lagi.

3 Comments

Tinggalkan Balasan