Konsep Kepemimpinan dalam Islam

Struktur terkecil seperti keluarga sekalipun membutuhkan pemimpin, apalagi struktur yang sangat luas seperti negara. Islam sudah mengatur konsep kepemimpinan tentang bagaimana seharusnya karakteristik yang dimiliki pemimpin, tugas yang diemban, dan sebagainya. Selain menggunakan acuan ayat-ayat Alquran, Nabi Muhammad Saw. menjadi role model bagi para pemimpin dan yang terpimpin di seluruh dunia.

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS Al-Hajj: 41).

Ayat di atas menjadi acuan tentang tugas yang diemban oleh pemimpin, antara lain sebagai berikut:

  1. Mendirikan Salat

Tugas di atas dimaknai menjadi dua hal. Pertama, seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang baik, memiliki kedekatan dengan Ilahi. Kesadaran spiritual mendorong pemimpin untuk selalu bersikap adil, alih-alih memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Kedua, pemimpin bertugas mengarahkan masyarakat untuk menaati ajaran agama. Rakyat tidak hanya dibimbing untuk memperoleh kesejahteraan di dunia, tapi juga kesejahteraan di akhirat. Caranya bisa dengan mendukung program-program yang meningkatkan kesadaran dalam mengamalkan Alquran dan hadis.

Rasulullah terkenal dengan sifat sidik atau jujur. Kejujuran merupakan ciri keimanan sebagaimana kebohongan merupakan ciri kemunafikan

Baca juga:

sholat berjamah

sholat berjamah

  1. Menunaikan Zakat

Perintah zakat selalu beriringan dengan perintah salat. Itu menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam Islam. Adapun seseorang yang memiliki aset kekayaan, wajib mengeluarkan zakat mal atau harta.

Pada masa kepemimpinan Rasulullah, zakat mal menjadi salah satu sumber pemasokan pajak. Zakat dikelola dan didistribusikan secara merata kepada kaum yang membutuhkan.

Pada masa sekarang, zakat tetap merupakan solusi pengentasan kemiskinan. Namun, kesadaran golongan elit untuk menyucikan hartanya masih sangat minim.

Tugas pemimpin adalah mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat. Selain sebagai bentuk ketaatan pada perintah Tuhan, juga merupakan dukungan bagi perekonomian.

  1. Mengajak Berbuat Baik dan Mencegah Kemungkaran

Pemimpin harus tegas. Tegas dalam menyeru masyarakatnya kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menyeru kepada kebaikan yakni dengan menyusun pogram-program yang mendorong masyarakat mengamalkan ajaran agama, atau program mencerdaskan lainnya.

Pemimpin juga memiliki otoritas untuk menetapkan peraturan yang mencegah terjadinya perbuatan menyimpang, termasuk di dalamnya aksi kriminal dan asusila. Pemimpin harus menindaklanjuti pelaku dengan tegas.

Selain daripada yang sudah disebutkan, masih banyak pula upaya lainnya dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi tujuannya sama: amar ma’ruf nahi munkar.

 

Karakteristik Pemimpin dalam Islam

ln_1_1

Berbicara tentang karakteristik pemimpin dalam Islam berarti membicarakan figur Rasulullah Saw. Rasulullah memiliki empat sifat utama yang merupakan karakter ideal sebagai seorang pemimpin:

Sidik

Rasulullah terkenal dengan sifat sidik atau jujur. Kejujuran merupakan ciri keimanan sebagaimana kebohongan merupakan ciri kemunafikan. Dewasa ini, kejujuran seperti menjadi sesuatu yang langka. Jika pejabat di negeri ini banyak yang jujur, tidak akan terjadi tindakan korupsi, suap, dan sebagainya.

Amanah

Rasulullah terkenal pula dengan sifat amanah atau terpercaya. Amanah memiliki keterkaitan dengan sifat bertanggung jawab. Lagi-lagi, sifat semacam itu sulit ditemukan pada diri orang-orang sekarang.

Tabligh

Artinya adalah komunikatif. Rasulullah selalu terbuka dan berkomunikasi sebaik mungkin dengan umat. Memang seharusnya seperti itulah pemimpin. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan rakyat dan rakyat pun akan mencintai pemimpin.

Fathonah

Rasulullah itu fathonah atau cerdas. Pemimpin memang harus memiliki kecerdasan di atas rata-rata agar mampu memecahkan segala permasalahan. Kecerdasan juga harus didukung dengan kecakapan ilmu, sehingga roda kepemimpinan terus melaju dengan baik.

 

Kesimpulannya, seorang pemimpin harus melaksanakan empat tugas yang sudah disebutkan dalam surah Al-Hajj. Seorang pemimpin juga harus meneladani Rasulullah sebagai role model, terutama empat sifat utamanya.

Demikianlah konsep kepemimpinan dalam Islam. Semoga dapat direnungkan oleh para pemimpin dan calon pemimpin negeri ini..

 

Sumber:

“Konsep Kepemimpinan dalam Islam” oleh Elbina Mamla Saidah, S.Psi, M.Pd.I (https://jurnalalishlah.wordpress.com/2014/09/06/konsep-kepemimpinan-dalam-islam/)

 

 

Tinggalkan Balasan