Persiapan Haji

Kereta Cepat Haramain Ringkas Waktu Tempuh Antara Makkah dan Madinah Menjadi 2 Jam

Teknologi semakin memudahkan pelaksanaan ibadah haji, termasuk di sektor transportasi. Bus-bus yang mengantar jemaah haji akan segera dialihfungsikan dengan kereta cepat Haramain. Proyek Haramain masih dalam proses pengerjaan sejak tahun 2009 lalu. Diperkirakan beroperasi pada 2018, kereta cepat tersebut akan mengantarkan jemaah haji dari Jeddah dan Madinah menuju Makkah.

Kecepatan 300 Kilometer Perjam

Memang sudah saatnya Kerajaan Arab Saudi menyediakan transportasi yang super cepat, selain aman dan nyaman. Apalagi mengingat jumlah jemaah haji dan umroh yang terus meningkat. Menurut studi Departemen Haji Arab Saudi, setiap tahunnya terjadi peningkatan jemaah haji hingga 1,4% dan jemaah umroh sebanyak 3,14%.

Makkah Al Mukarromah

Persiapan Kereta Cepat Haji

Menjawab kebutuhan itu, Kerajaan Arab Saudi menyiapkan Haramain yang mampu mengefisienkan waktu tempuh perjalanan menuju tanah suci. Haramain akan beroperasi dengan kecepatan 300 kilometer perjam. Jarak antara Jeddah dan Makkah yang sejauh 78 kilometer dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1,5 jam. Sedangkan jarak antara Makkah dan Madinah yang sejauh 410 kilometer memakan waktu sekitar 2 jam.

Layanan kereta cepat diklaim mampu mengurangi kemacetan di ruas jalan yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Terutama pada musim haji ketika jutaan jemaah diantar dengan bus-bus yang memadati jalanan. Jika Haramain sudah resmi beroperasi, bus-bus tersebut hanya akan digunakan sebagai akomodasi menuju stasiun kereta cepat.

Stasiun Modern Berarsitektur Islami

Terdapat lima stasiun besar yang akan menghubungkan jalur lintasan. Lokasinya terletak di Makkah, pusat kota Jeddah dan Bandara King Abdulaziz, Rabigh, dan Madinah.

Stasiun dibangun dengan gaya arsitektur Islami untuk merepresentasikan kota suci umat Islam. Desain ditangani oleh Buro Happold dan Foster Partners. Terdapat zona kedatangan dan keberangkatan. Selain itu, sejumlah fasilitas akan tersedia seperti toko, restoran, masjid, area parkir mobil, sebuah helipad, dan ruang bersantai VIP.

Stasiun dibangun dengan gaya arsitektur Islami untuk merepresentasikan kota suci umat Islam

Baca juga:

Persiapan Haji

Stasiun Kereta Cepat Makkah Madinah

Sementara itu, dua jembatan menghubungkan stasiun di Bandara King Abdulaziz dengan jalur rel yang datang dari arah Madinah dan yang menuju Stasiun Al-Sulaimania di Jeddah. Perjalanan dari Jeddah ke Makkah pun akan melintasi jembatan sepanjang 1500 meter dan setinggi 15 meter.

Stasiun, jalur lintasan, maupun rolling stock dirancang untuk bertahan dalam suhu yang ekstrem, mulai dari 0° celcius sampai 100° celcius. Adapun jalur rel ganda akan dialiri listrik.

Kronologi Perkembangan Proyek

Pada tahun 2009, dilakukan tahap I pembangunan yang terdiri dari dua fase. Fase I mencakup pekerjaan sipil seperti pembangunan jembatan, viaduk, dinding penahan, kereta bawah tanah, poros, dan tanggul. Fase II mencakup desain dan konstruksi empat dari lima stasiun.

Tahap II berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur yang meliputi jalur lintasan, sinyal, telekomunikasi, dan tenaga listrik. Selanjutnya, pada Oktober 2011, Saudi Railway Organization mengumumkan bahwa konsorsium Saudi-Spanyol Al-Shoula Group telah terpilih untuk menandatangani kontrak.  Pihak Talgo menyediakan 350 kereta, sedangkan pihak Renfe dan Adif akan mengoperasikan kereta dan mengelola rel selama 12 tahun. Total biaya yang dihabiskan adalah 9,4 miliar dolar.

Pada Maret 2016, kemajuan proyek sudah mencapai 90 persen. Jembatan terbesar menuju Makkah sudah selesai dibangun. Lima kereta tiba di Jeddah dan sudah dilakukan uji coba. Pihak resmi dari proyek Haramain pun sedang berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Saudi untuk mengatur enam pabrik listrik di sisi jalur kereta.

Target Operasional Tertunda Bertahun-tahun

Paket Umroh Juli Surabaya

Porsi Haji Indonesia

Semula, operasional resmi ditargetkan pada tahun 2015. Namun, proyek mengalami beberapa kendala seperti tuduhan kontrak terpisah, kondisi iklim yang ekstrem, dan perselisihan dalam konsorsium.

Beberapa media sempat menyebutkan, operasional akan dilakukan pada tahun 2016. Kemudian, Saudi Gazette menyebutkan bahwa kereta diharapkan dapat beroperasi pada 2017. Terakhir, dirilis dari Railway Gazette, operasional ditunda lagi, dari yang semula Januari 2017 menjadi kuartal pertama 2018.

Kita berharap, operasional Haramain tidak akan tertunda lagi, apalagi karena masalah internal pengelola proyek. Semoga jemaah haji tahun depan dapat segera merasakan efisiensi perjalanan darat ke Makkah, dari yang semula 5 jam menjadi 2 jam.

Tinggalkan Balasan