Kiat Agar Tidak Mengantuk Saat Khutbah Jumat

Kiat Agar Tidak Mengantuk Saat Khutbah Jumat Ada saja godaannya saat berbuat kebaikan, termasuk ketika mendengar khutbah Jumat. Tidak sedikit jemaah yang terkantuk-kantuk selama khutbah berlangsung. Barangkali, Anda juga pernah mengalaminya. Supaya tidak melewatkan pahala itu lagi, cobalah mengikuti kiat-kiat berikut ini.

  1. Bagi yang memiliki kebiasaan begadang, hentikan dulu pada malam sebelum Jumat. Begadang hanya akan membuat Anda letih saat bangun keesokan harinya. Rasa mengantuk itu akan terus menyergap pada saat-saat Anda harus fokus mendengarkan ceramah.Rasulullah sendiri tidak menyukai begadang atau pun perbincangan yang tidak ada faedahnya selepas isya. Begitu selesai salat isya, beliau akan tidur, kemudian bangun untuk melaksanakan salat malam.
  1. Disunahkan untuk mandi Jumat yang berlaku sejak fajar menyingsing hingga tiba waktunya salat Jumat. Lebih afdol dilakukan ketika hendak berangkat jumatan. Adapun mandi sebelum ke masjid membuat tubuh Anda terasa lebih segar dan bersemangat, sehingga terhindar dari rasa kantuk.

maxresdefault-youtube

  1. Bagi yang tidak bekerja pada hari Jumat atau baru berangkat selepasnya, tidurlah dulu barang satu jam. Jadi, ketika tiba waktunya menuju masjid, perasaan lelah dan kantuk sudah lumayan berkurang.
  1. Kafein bisa menjadi solusi ampuh untuk membuat Anda tetap terjaga. Ya, minumlah secangkir kopi sebelum berangkat jumatan.
  1. Apakah Anda biasanya menyantap makanan dulu sebelum berangkat ke masjid? Seberapa banyak porsi Anda? Jangan makan terlalu banyak. Perut yang kekenyangan itu bisa membebani tubuh, melemahkan pikiran, menimbulkan kantuk, dan ujungnya melemahkan semangat beribadah.
  1. Tanamkan niat kuat untuk memperoleh ilmu dari khutbah Jumat. Jika sejak awal Anda sudah haus akan ilmu dan bersemangat mendapatkan pahala, Insya Allah Anda akan terhindar dari rasa kantuk.
  1. Pergilah lebih awal ke masjid, kemudian cari tempat duduk persis di depan mimbar. Posisi menentukan seberapa besarnya perhatian Anda pada penyampaian khutbah. Jika Anda memilih tempat duduk yang berada pada barisan paling belakang, apalagi yang menyandar ke tembok, Anda akan mudah terlena. Belum lagi jika sambil merasakan embusan dari kipas angin.

Duduk sambil memeluk lutut bisa menimbulkan rasa kantuk yang berujung pada batalnya wudu dan terhalang untuk memperhatikan khutbah

Baca juga:

Thousands of the Indonesian muslims congregrated during Eid ul Fitr mass prayer in Istiqlal Mosque, the largest mosque in Southeast Asia, located in Central Jakarta, Indonesia.

Thousands of the Indonesian muslims congregrated during Eid ul Fitr mass prayer in Istiqlal Mosque, the largest mosque in Southeast Asia, located in Central Jakarta, Indonesia.

  1. Nah, siapa yang sering duduk sambil memeluk lutut? Tahukah Anda tentang hadis berikut?“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

    Imam An-Nawawi menjelaskan maksud dari hadis tersebut. Duduk sambil memeluk lutut bisa menimbulkan rasa kantuk yang berujung pada batalnya wudu dan terhalang untuk memperhatikan khutbah.

  1. Hindari juga duduk dengan kepala tertunduk. Melihat ke bawah hanya akan menstimulus rasa kantuk. Duduklah dengan punggung tegak sambil menatap khatib. Selain mendengarkan khutbah, perhatikan juga ekspresi sang khatib. Niscaya rasa kantuk pun akan tersingkir.
  1. Kenyataannya kelopak mata masih juga terasa berat? Cobalah pindah ke tempat duduk lain untuk menimbulkan suasana baru. Anjuran berpindah tempat duduk itu datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.
  1. Masih belum mempan juga? Jangan menyerah dan akhirnya mendengkur halus di tengah penyampaian khutbah. Jalan terakhir adalah mengambil wudu. Jika selang beberapa saat setelah berwudu, Anda kembali menguap, lebih baik Anda berwudu lagi. Begitu seterusnya.
  1. Terpikir untuk mencatat isi khutbah? Selain bisa Anda baca kembali di lain waktu, kegiatan tersebut membantu Anda untuk fokus dan memperhatikan khatib. Ulama juga membolehkan, karena menulis isi khutbah bukan termasuk perbuatan yang sia-sia.

Percuma Anda menerapkan kiat-kiat di atas jika sejak awal Anda tidak memiliki komitmen. Luruskan niat dalam melaksanakan salat Jumat karena Allah, bukan hanya sebagai penggugur kewajiban. Niat kuat dan komitmen justru akan membuat Anda merasa antusias mendengarkan khutbah Jumat.

 

Referensi:

https://www.islampos.com/anda-sering-ngantuk-saat-mendengarkan-khutbah-pada-shalat-jumat-inilah-tips-untuk-mengatasinya-110502/

http://www.muslimfamilia.com/2015/10/8-tips-agar-tidak-mengantuk-saat-khutbah-shalat-jumat.html

 

Tinggalkan Balasan