Ka bah Pusat Bumi

Kisah Singkat Perjalanan Hidup Nabi Ibrahim

Kisah hidup Nabi Ibrahim memang tidak akan pernah terlepas dari rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji. Kewajiban menjalankan ibadah haji sendiri sebenarnya sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad lahir, lebih tepatnya saat Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, mendapatkan perintah dari Allah Swt. untuk mendirikan Kakbah sebagai tempat beribadah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang insyaAllah akan meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasul yang dijuluki sebagai Bapak Para Nabi ini.

Gambar Kota Mekah

Gambar Kota Mekah

Masa Kanak-Kanak Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim Alaihissalam dilahirkan dari keluarga penyembah berhala. Namun, sejak beliau menginjak masa kanak-kanak, Allah telah mengaruniakan keyakinan dan kemampuan untuk berpikir bahwa patung-patung bukanlah Tuhan yang patut untuk disembah. Diceritakan dalam Surat Al-An’am ayat 75-79, Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada Ibrahim dengan menunjukkan pergantian antara siang dan malam. Menyadari bahwa bulan, bintang, dan matahari bukanlah Tuhan yang patut disembah, Nabi Ibrahim pun bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tidak ada satu makhluk pun yang mampu menyaingi kebesaran-Nya.

Kelahiran Nabi Ismail

Nabi Ibrahim dan istrinya, Sarah, tidak dikaruniai seorang anak meskipunsudah bertahun-tahun menikah. Beliau pun kemudian memohon kepada Allah agar dikaruniai seorang keturunan yang saleh, seperti yang tercantum dalam Surat As-Saffat ayat 100 yang artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang saleh.”

 

Mekah Arab Saudi

Mekah Arab Saudi

Doa tersebut dijawab oleh Allah dengan keputusan Sarah yang menawarkan Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar. Dari pernikahannya dengan Hajar, Allah menganugerahkan Nabi Ibrahim seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Ismail. Nama Ismail berasal dari kata samia’ yang artinya ‘mendengar’ dan memiliki makna bahwa Allah telah mendengar doa Nabi Ibrahim.

Hijrah Nabi Ibrahim bersama Hajar dan Ismail

Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah yang mengharuskannya untuk meninggalkan istri dan anaknya di sebuah bukit tandus dan tidak berpenghuni. Demi menuruti perintah Allah, Hajar rela tinggal di bukit tersebut bersama anaknya, Ismail, yang baru berusia beberapa hari. Bekal yang dibawa oleh Hajar ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan ia dan putranya. Hajar pun kemudian berusaha mencari air untuk anaknya yang tengah kehausan. Ia berlari mengelilingi bukit Safa dan Marwah untuk mendapatkan setets air hingga ia hampir putus asa. Ketika Hajar memutuskan untuk kembali kepada anaknya, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memancarkan air dari tanah di dekat kaki putranya yang sedang menangis. Perjuangan Hajar ketika berlari mengelilingi bukit Safa dan Marwah itu kemudian menjadi salah satu rukun ibadah haji yang bertujuan untuk melatih ketaatan dan kesabaran seorang hamba dalam menjalankan ujian keimanannya kepada Allah Swt.

“Mereka yang berjuang di jalan Allah—yang melakukan haji dan umroh—adalah delegasi dari Allah. Jika mereka memanggil-Nya; maka mereka akan mendapatkan jawaban, dan jika mereka meminta kepada-Nya; maka mereka akan mendapatkannya.” (Ibn Maajah, Ibn Hibban)

Baca juga:

  • Lejitkan Jiwa Kepemimpinan Anda dengan Ibadah Haji dan Umroh!
  • Selfie Saat Ibadah Haji, Apa Kata Akhirat?
  • Perintah untuk Berkurban

    Keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim terhadap Allah Swt. kembali diuji dengan datangnya perintah untuk menyembelih Nabi Ismail. Saat itu, Nabi Ibrahim merasakan kesedihan yang luar biasa sebab Nabi Ismail merupakan satu-satunya putra yang beliau miliki. Di luar dugaan, Nabi Ismail justru menerima perintah dari mimpi ayahnya. Nabi Ibrahim merasa berat hati untuk melakukan perintah tersebut. Namun, beliau tetap berusaha untuk meneguhkan hatinya agar dapat melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas. Melihat bukti ketaatan Nabi Ibrahim tersebut, Allah kemudian menukar Nabi Ismail dengan seekor domba.

    Ka bah Pusat Bumi

    Ka bah Pusat Bumi

    Nabi Ibrahim kemudian dipercaya oleh Allah untuk menjadi pemimpin sekaligus mendirikan sebuah tempat ibadah bagi umatnya, yaitu Kakbah yang hingga kini menjadi pusat ibadah haji dan umroh. Dari keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, kelak akan muncul seorang Rasul yang merupakan rahmat bagi semesta alam, yakni Nabi Muhammad Saw. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim dan mampu menjadikannya sebagai suri teladan.

Tinggalkan Balasan