Kecurangan Haji dan Umroh

Sejarah Penentuan Kuota Haji

Haji sebagai ritual tahunan umat Islam, khususnya di Indonesia, lambat laun semakin memperlihatkan permasalahan yang kompleks. Salah satu masalah paling utama adalah penentuan kuota haji. Pendaftar keberangkatan haji tiap tahun selalu bertambah, di sisi lain kapasitas yang dimiliki panitia penyelenggara ibadah haji Indonesia tidak sebanding dengan jumlah calon jemaah. Oleh karena itu sejak tahun 1952 pemerintah telah memberlakukan sistem kuota haji bagi keberangkatan jemaah Indonesia menuju Mekkah Al Mukaromah.

Antusiasme masyarakat dalam menyelenggarakan ibadah haji tidak pernah surut, bahkan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya populasi umat muslim di Indonesia. Kondisi ini membuat pemerintah harus memutar otak untuk dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan haji. Pada akhirnya pemerintah membatasi jumlah jemaah yang berangkat menunaikani badah haji setiap tahunnya.

Aplikasi Android untuk Cek Porsi Haji

Tata Cara Ibadah Haji

Sejarah Penentuan Kuota Haji

Pada dasarnya pemerintah Indonesia telah berpengalaman dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada masa Orde Lama, pemerintah Republik Indonesia menunjuk PHI (Penyelenggara Haji Indonesia), sebagai panitia pelaksana penyelenggaraan haji. Dalam perkembangannya, organisasi penyelenggara haji mengalami banyak perubahan. Kini urusan haji diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, masyarakatnya memiliki antusiasme yang sangat besar untuk pergi berhaji. Indonesia memperoleh kuota haji dengan jumlah terbesar di antara negara-negara berpenduduk muslim lainnya. Penentuan kuota haji ini mengacu dari kesepakatan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) tahun 1987 di Amman, Jordania.

Pada KTT OKI tersebut diputuskan bahwa dari 1000 orang penduduk muslim di suatu negara, hanya 1 orang yang punya kesempatan untuk menyelenggarakan haji. Penentuan kuota haji tersebut dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai pemegang otoritas wilayah Masjidil Haram di kota Mekkah.

Dari tiap 1000 orang penduduk muslim di suatu negara, hanya 1 orang yang punya kesempatan untuk berangkat haji

Baca juga:

travel umroh yang bagus

Kuota Haji Tiap Negara Berbeda

Pemerintah Arab Saudi menentukan kuota bagi jemaah haji Indonesia sebesar 211.000 orang setiap tahunnya. Namun sejak tahun 2013 kuota tersebut berkurang hingga 20%. Jumlah jemaah haji Indonesia dibatasi menjadi 168.000 orang saja. Pengurangan tersebut terjadi akibat proyek perluasan Masjidil Haram.

Berdasarkan ketentuan tersebut, kemudian pemerintah menetapkan kuota haji reguler, kuota haji khusus, dan kuota provinsi dengan memerhatikan prinsip keadilan dan proporsional. Kuota haji provinsi kemudian disampaikan kepada gubernur masing-masing daerah. Kemudian gubernur menentukan kuota haji untuk setiap kota dan kabupaten di wilayahnya masing-masing. Dalam menentukan porsi kuota bagi tiap provinsi, pemerintah mengacu pada data sensus penduduk BPS yang dimutakhirkan setiap 10 tahun sekali. Dengan mengetahui data tentang jumlah penduduk muslim dan kemampuan ekonomi tiap penduduk, pemerintah dapat menentukan porsi kuota bagi 34 provinsi di Indonesia.

Namun ada masalah baru yang timbul terkait dengan pemberlakuan sistem kuota. Terjadi antrean panjang para pendaftar haji yang telah memenuhi syarat namun tidak dapat diberangkatkan, akibat kuota tahunan telah terpenuhi. Membludaknya calon jemaah pendaftar, tidak sebanding dengan kuota yang diperoleh. Beberapa provinsi bahkan memiliki ribuan jemaah mengendap dalam daftar tunggu, dengan waktu tunggu yang tidak tanggung-tanggung, yakni antara 15 hingga 20 tahun. Ini adalah tantangan baru yang dihadapi pemerintah terkait penyelenggaraan haji.

Umroh Reguler Murah Desember

Sejarah Kuota Haji

Kementerian Agama telah mengeluarkan kebijakan dengan memprioritaskan keberangkatan jemaah haji berusia di atas 75 tahun yang memiliki masa tunggu di atas dua tahun. Namun tetap saja, solusi tersebut belum bisa memecahkan masalah yang terjadi. Penentuan kuota haji merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Jumlah kuota haji akan jadi faktor penentu tingkat kepuasan para jemaah terhadap layanan haji yang diberikan panitia penyelenggara.

2 Comments

Tinggalkan Balasan