perjalanan umroh backpacker

Mandi Ihram dan Hal Lain yang Dianjurkan Ketika Ihram

whatsapp-image-2018-04-09-at-12-11-44-pm

Ihram merupakan tanda kesiapan jemaah haji dan umroh untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kesiapan para jemaah ini ditunjukkan dengan mengucapkan niat dan menjauhi segala hal yang dilarang ketika berihram. Sebelum berihram, para jemaah umroh disunahkan melakukan beberapa hal misalnya mandi, memakai kain putih, dan lain sebagainya.

Mandi ihram merupakan salah satu sunah Rasulullah yang dilakukan ketika hendak menunaikan ibadah umroh dan haji. Baik jemaah laki-laki maupun perempuan yang sedang suci atau haid, disunahkan untuk mandi sebelum ihram, sebagaimana diriwayatkan Jabir Radiyalahuanhu, yang artinya:

“Kami keluar bersama Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam, dan tatkala kami sampai di Dzul Hulaifah, Asma binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, lalu ia (Asma) mengutus seseorang untuk menemui Rasulullah dan berkata: ‘Apa yang aku kerjakan?’ Beliau pun menjawab: ‘Mandi dan beristitsfarlah (menutupi tempat keluarnya darah) kemudian ihram.’”

Manasik Haji

Mandi Ihram

Apabila kita tidak menemukan air untuk bersuci, kita dapat bertayamum sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak menunaikan salat, basuhlah muka dan tanganmu hingga siku, serta usaplah kepalamu, dan basuh kakimu hingga kedua mata kaki, dan jika junub, maka mandilah. Jika kamu sakit atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih.” (Al-Maidah: 6)

Dengan demikian jelas bahwa mandi sebelum ihram hukumnya adalah sunah. Mandi setelah berihram pun sebenarnya tidak dilarang, hanya waktu utama untuk mandi adalah sebelum berihram.

Tata cara mandi ihram sama dengan mandi wajib pada umumnya, yakni mengucapkan basmalah, mengambil wudu, lalu membasuh seluruh tubuh hingga bersih. Usahakan agar sabun dan alat pembersih yang digunakan ketika mandi ihram tidak mengandung wewangian yang menyengat.

Selain mandi ihram, jemaah haji dan umroh pun disunahkan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

Tata cara mandi ihram sama dengan mandi wajib pada umumnya, yakni mengucapkan basmalah, mengambil wudu, lalu membasuh seluruh tubuh hingga bersih

Baca juga:

Aplikasi Tata Cara Umroh

Ihram

Memakai wewangian pada tubuh sebelum berihram atau mengucapkan talbiyah ihram.

Anjuran tersebut didapat dari riwayat Aisyah Radiyallahuanhu yang berkata: “Aku pernah memakaikan wewangian kepada Rasulullah untuk ihramnya ketika akan memulai ihram, sebelum beliau tawaf, dan setelah tahalul.”

Memakai wangi-wangian sebelum ihram sebenarnya masih menjadi perdebatan. Para ulama berpendapat bahwa memakai parfum sebelum mandi dan ihram, maupun setelah mandi, hukumnya diperbolehkan. Sementara, anggapan tersebut tidak diamini oleh Imam Malik dan para ulama yang mengikuti pendapatnya.

Membaca kalimat talbiyah

Membaca kalima talbiyah setelah mengenakan pakaian ihram juga merupakan hal yang disunahkan. Disunahkan pula untuk melantangkan suara ketika membaca kalimat talbiyah.

Memakai pakaian ihram berwarna putih

Abdullah bin Abbas meriwayatkan: “Rasulullah bertolak dari Madinah setelah merapikan rambutnya, meminyakinya, dan mengenakan kain sarung ihram dan kain penutup pundaknya.”

Sementara, anjuran untuk mengenakan kain putih terdapat pada hadis lainnya yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas: “Pakailah pakaianmu yang berwarna putih, sesungguhnya itu adalah sebaik-baik pakaianmu, dan kafanilah padanya mayat-mayat kamu.”

Sebelum melaksanakan ibadah umroh, ada baiknya Anda mencari tahu lebih lanjut mengenai tata cara ihram yang sesuai dengan hukum Islam serta larangan apa saja yang harus dihindari ketika berihram untuk menghindari keraguan ketika menjalankan salah satu rukun haji dan umroh tersebut.

perjalanan umroh backpacker

Umroh Berkain Ihram

Itulah beberapa hal mengenai mandi ihram dan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dilaksanakan ketika ihram. Niatkanlah melakukan sunah-sunah tersebut untuk membersihkan diri dari hadas dan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Tinggalkan Balasan