umroh backpacker

Kisah di Balik 3 Masjid Bersejarah di Madinah

Di Madinah berdiri beberapa masjid besar yang menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan Rasullullah Muhammad SAW dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam. Berikut beberapa masjid bersejarah di Madinah yang bisa Anda kunjungi:

Masjid Nabawi Madinah Al Munawarah

Masjid Nabawi Madinah Al Munawarah

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun saat Rasullullah Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Masjid ini didirikan setelah rasullullah mendirikan masjid Quba di Madinah. Lokasi asli masjid Nabawi ditandai dengan berdirinya tiang masjid yang berbeda dengan tiang masjid lainnya. Masjid Nabawi dibangun pada bulan Rabiul Awal di saat permulaan hijrah nabi Muhammad SAW.

Saat pertama dibangun, panjang masjid Nabawi hanyalah sepanjang 70 hasta dengan lebar sepanjang 60 hasta, sangat sederhana dan kecil. Saat itu atap yang digunakan adalah pelepah kurma dan lantai masjid merupakan tanah yang berbatu. Tanah tempat berdiri masjid Nabawi merupakan tanah wakaf yang diberikan oleh Bani Najjar. Menginjak tahun ketujuh hijriah, umat muslim yang berkunjung ke masjid Nabawi semakin banyak sehingga Rasullullah memutuskan untuk memperluas masjid dengan menambah panjang dan lebar masjid sebanyak 20 hasta. Biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid Nabawi ini ditanggung sepenuhnya oleh Utsman Bin Affan yang dilakukan setelah terjadinya perang Khaibar.

Keutamaan Salat di masjid ini yaitu pahala yang berlipat ganda jika kita Salat di dalamnya, seperti sabda Rasullullah “Salat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali Salat di masjid selainnya, kecuali masjid Al-Harram” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain merupakan masjid yang unik dengan adanya dua mimbar Salat di dalamnya. Ada peristiwa penting di balik berdirinya dua mimbar di dalam masjid Qiblatain ini. Pada zaman dahulu umat islam salat menghadap arah Baitul Maqdis yang berada di Yerusalem, kemudian turunlah wahyu dari Allah SWT kepada Rasullullah untuk memutar arah kiblat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menjadi ke arah Ka’bah di Mekkah.

“Salat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali Salat di masjid selainnya, kecuali masjid Al-Harram” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga:

masjidil haram

Masjid Qiblatain Madinah Al Munawarah (spa.gov.sa)

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut maka mimbar salat yang menghadap Baitul Maqdis tetap dijaga keberadaannya sehingga di dalam masjid terdapat dua mimbar salat. Mimbar salat yang menghadap Baitul Maqdis yang saat ini tidak lagi digunakan masih berupa pasir dan tidak dilengkapi dengan sajadah sedangkan mimbar salat yang menghadap Ka’bah di Mekkah dilengkapi dengan sajadah dan perlengkapan mimbar lainnya.

Masjid Al-Jum’ah

Masjid Al Jum’ah merupakan salah satu saksi sejarah perjalanan hijrah Rasullullah dari Mekkah ke Madinah. Masjid ini didirikan pada tanggal 16 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah di atas lokasi yang digunakan Rasullullah untuk melaksanakan salat Jumat di Wadi Ranuna sehingga namanya disebut masjid Al-Jum’ah. Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi hingga pada tahun 1409 H raja Fadh bin lbul azis memerintahkan renovasi total dan perluasan masjid serta menambah berbagai fasilitas seperti perpustakaan, tempat wudhu, toilet, mushala khusus perempuan, madrasah untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an dan asrama untuk para imam dan muadzin.

Saat ini kapasitas masjid Al-Jum’ah mencapai sekitar 650 jamaah padahal sebelum dilakukan renovasi kapasitas masjid ini hanya berkisar 70 jamaah saja. Masjid ini dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi dengan indah dan megah serta kubah utama di bagian tengah area Salat yang dikelilingi 4 kubah kecil lainnya.

umroh backpacker

Masjid Bersejarah di Madinah

Demikian beberapa masjid bersejarah di Madinah yang perlu Anda kunjungi untuk mengenang perjalanan Rasullullah dan para sahabat nabi dalam menyebarkan agama Islam. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan