Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa: Dua Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi

Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa adalah tempat paling suci bagi umat Islam. Bahkan, Masjidil Haram merupakan tujuan utama perjalanan ibadah haji dan umroh. Menurut sabda Rasulullah Muhammad Saw., Allah Swt. bahkan menganugerahkan kemuliaan bagi Masjidil Haram dan keindahan bagi Masjidil Aqsa. Kedua masjid tersebut merupakan dua bangunan masjid pertama yang ada di muka bumi. Kedudukan dua tempat suci bagi umat Islam ini juga tidak terlepas dari kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah Saw. dalam menerima perintah salat.

Foto Mekah dari Jabal Nur

Pendiri Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa

Menurut riwayat, Kakbah pertama kali dibangun oleh Nabi Adam Alaihissalam yang menginginkan adanya sebuah tempat di bumi yang dapat digunakan untuk menyembah Allah Swt. Pembangunan Kakbah kemudian dilanjutkan oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail, yang juga membangun masjid di sekitar Kakbah. Diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari, Rasulullah Saw. bersabda bahwa Masjidil Haram merupakan masjid pertama yang dibangun di muka bumi, sedangkan Masjidil Aqsa dibangun sesudahnya dengan selisih empat puluh tahun.

Bukan hal yang mengejutkan jika hadis di atas memicu banyak perdebatan di kalangan cendikiawan yang berpendapat bahwa Masjidil Aqsa dibangun oleh Nabi Sulaiman yang hidup beribu-ribu tahun setelah Nabi Ibrahim, pendiri Masjidil Haram. Bagi para ilmuwan yang meyakini bahwa Masjidil Haram didirikan oleh Nabi Adam, mereka berpendapat bahwa Nabi Adam mendapatkan perintah untuk mendirikan Masjidil Aqsa empat puluh tahun setelah beliau mendirikan Masjidil Haram. Pendapat tersebut secara tersirat menyimpulkan bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Sulaiman bukan orang pertama yang mendirikan kedua masjid tersebut.

Sementara, bagi yang berpendapat bahwa Nabi Ibrahim merupakan pendiri pertama Masjidil Haram, memiliki kesimpulan bahwa pembangunan pertama Masjidil Aqsa dilakukan empat puluh tahun setelah pembangunan Masjidil Haram. Para ilmuwan tersebut berpendapat bahwa pendirian Masjidil Aqsa dilakukan oleh keturunan Nabi Ibrahim, yakni Nabi Ishaq dan Nabi Yaqub, yang kemudian didirikan oleh Nabi Sulaiman.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 127, Allah Swt. Berfirman, yang artinya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh Engkaulah yang Mahamendengar, Mahamengetahui.’”

Kondisi Mekah Saat Ini

Kondisi Mekah Saat Ini

Berdasarkan firman Allah tersebut, disimpulkan bahwa pembangunan dua masjid tersebut dilakukan pada zaman Nabi Adam. Dalam firman tersebut, Allah mengatakan bahwa Nabi Ibrahim ‘meninggikan’ pondasi Baitullah dan bukan ‘mendirikan’. Kata tersebut kemudian yang menjadi dasar kesimpulan bahwa Nabi Adamlah orang pertama kali yang mendirikan Kakbah dan Masjidil Haram.

Hubungan Antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa

Kedudukan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa berkaitan erat dengan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw., sebagaimana yang diriwayatkan dalam Surat Al-Israa ayat 1: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya.”

Jatah kuota haji dijual untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca juga:

Mekah Sekarang

Mekah Sekarang

Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sebelum diangkat ke langit, demi memperoleh perintah salat. Selain sejarah pendirian kedua masjid tersebut, perjalanan Rasulullah tersebut menjadikan dua masjid pertama umat Islam ini sebagai tempat paling suci yang wajib dipelihara. Sebuah riwayat juga menyebutkan bahwa Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa merupakan dua tempat yang akan dilindungi dari fitnah Dajjal kelak pada hari kiamat.

Betapa mulianya kedudukan kedua masjid tersebut di mata Allah dan Rasul-Nya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita para muslim untuk senantiasa memelihara kesuciannya, agar tidak ternoda dari perbuatan para kaum yang tidak diridai oleh Allah Swt. Semoga kelak kita mendapatkan kesempatan untuk menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa, dalam rangkaian ibadah haji dan umroh.

Tinggalkan Balasan