porsi haji bogor

Mitos-Mitos Seputar Ibadah Haji yang Umum Dipercaya Jemaah Indonesia

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau mitos atau cerita dari mulut ke mulut kerap membayangi banyak calon jemaah haji. Akhirnya mereka yang tidak bisa menyaring informasi dengan baik percaya begitu saja dengan mitos haji yang beredar dengan luas. Parahnya lagi, apa yang dikatakan oleh mitos yang tidak jelas kebenarannya itu dipraktikkan di tanah suci.

Hal-hal tidak benar seperti ini sebenarnya sudah menjurus pada tindakan syirik. Seharusnya jemaah haji melakukan serangkaian ibadah yang benar di tanah suci, bukan melakukan hal-hal tidak benar dan menimbulkan dosa. Berikut beberapa mitos haji yang banyak dipercayai oleh jemaah terutama mereka yang berasal dari Indonesia. 

Travel Umroh Reguler yang Bagus

Pintu Ka’bah

1. Merengek di Depan Kakbah

Salah satu mitos yang kerap dipercaya oleh jemaah haji Indonesia adalah mustajabnya doa jika mereka merengek di depan Kakbah. Padahal Kakbah bukanlah apa-apa, memang benar bangunan ini dianggap suci dan selalu dikelilingi sebagai bagian dari haji dan umrah. Namun, bukan berarti dengan merengek dan menangis di depan Kakbah lantas doa akan dikabulkan dengan cepat.

Dengan menangis di depan Kakbah secara berlebihan, jemaah haji justru melakukan tindakan syirik. Mereka tidak jadi berdoa dan menyembah Allah Swt namun percaya dengan mitos dan kekuatan Kakbah. Padahal segala kekuatan dan keajaiban di dunia ini hanya dimiliki oleh Allah Swt. Jemaah-jemaah dari Asia Selatan biasanya melakukan praktik ini dan mirisnya jemaah Indonesia banyak yang mengikutinya.

2. Terobsesi dengan Hajar Aswad

Seperti yang kita percayai bersama, Hajar Aswad adalah sebongkah batu yang berasal dari surga. Dahulu kala batu ini berwarna putih bersih dan mengkilap, namun karena banyak dipegang oleh tangan manusia yang berhati jahat, batu ini berubah jadi gelap.

Jutaan orang dari seluruh dunia meyakini bahwa mencium hajar aswad seperti mencium bau surga

Baca juga:

Porsi Haji Jakarta Bekasi

Mitos-mitos Haji

Setiap tahun, jutaan orang dari seluruh dunia terobsesi untuk bisa memegang atau bahkan mencium Hajar Aswad. Mereka yakin bahwa dengan mencium batu hitam ini mereka sudah mencium bau surga. Kemungkinan ditempatkan di sana pun juga sangat besar. Akhirnya dengan sekuat tenaga para jemaah berusaha mendekat ke Hajar Aswad tanpa memperhatikan keselamatan jemaah lain.

Batu ini memang berasal dari surga dan dihormati sejak zaman Ibrahim As. Namun, dengan percaya terlalu berlebihan dan mengorbankan keselamatan orang lain justru membuat tindakan ini menjurus ke perbuatan syirik.

3. Mengumpulkan Kerikil Sebagai Jimat

Banyak yang percaya kalau setiap tempat yang digunakan sebagai rangkaian ibadah haji menyimpan kekuatan yang besar. Akhirnya banyak dari jemaah yang mengambil kerikil kecil di setiap tempat mereka berhenti hingga terkumpul semuanya sesuai ketentuan. Banyak jemaah haji percaya bahwa kerikil yang telah terkumpul bisa menjadi jimat setelah kembali ke Tanah Air.

Tindakan mempercayai batu sebagai jimat adalah hal mengerikan yang kerap dilakukan. Jauh-jauh pergi ke Tanah Suci bukannya melakukan ibadah dengan benar tapi melakukan tindakan syirik yang tidak hanya membatalkan ibadah haji tapi juga berdosa besar.

4. Mencuci Kain Ihram dengan Air Zam-Zam

Jemaah dari Asia Selatan lagi-lagi membuat jemaah Indonesia percaya dengan mitos. Banyak dari mereka mencuci kain ihram dengan air zam-zam yang sangat bermanfaat itu. Hal ini dilakukan bukan lantaran agar kotoran hilang namun mengharapkan berkah. Mencuci kain ihram yang kelak digunakan untuk kafan dianggap mampu memberikan keberkahan hingga bisa lepas dari siksaan kubur. 

Manasik Haji

Ibadah Haji

Inilah beberapa mitos haji yang banyak dipercaya oleh jemaah dari Indonesia. Semoga bisa menambah informasi agar kita semua tidak terjebak dalam mitos yang tidak benar.

Tinggalkan Balasan