travel umroh jakarta

Berburu Paket Umroh Itikaf Ramadhan, Berburu Pahala Berlipat di Tanah Suci

Ibadah haji menjadi ibadah impian bagi seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Apalagi, ibadah haji merupakan rukun kelima dalam rukun Islam, dan diwajibkan bagi mereka yang telah mampu. Sayangnya, meski banyak umat Islam yang masuk dalam kategori mampu, ternyata belum bisa melaksanakan ibadah haji karena terhalang oleh aturan.

Seperti diketahui, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan kuota jamaah haji untuk setiap negara. Dan, hal ini juga berlaku untuk umat Islam di Indonesia. Karena alasan inilah, banyak umat Islam yang memiliki dana cukup untuk berangkat haji, tidak bisa berangkat ke tanah suci. Kalaupun ada, mereka harus menunggu antrean hingga belasan tahun.

Pintu Kakbah

Ibadah Umroh

Dengan kondisi seperti itu, tidak heran kalau saat ini banyak umat Islam yang memilih untuk melaksanakan ibadah umrah. Dibandingkan dengan ibadah haji, biaya untuk berangkat umrah jauh lebih murah. Dan, tidak ada batasan kuota seperti yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi pada pemberangkatan jamaah haji.

Saat melakukan ibadah umrah, jamaah juga bebas dalam memilih waktu keberangkatan. Dari sekian banyak waktu, momen bulan Ramadhan kerap menjadi pilihan. Selain itu, pada momen ini, jamaah bisa berkesempatan untuk berburu pahala berlipat-lipat. Umrah, sekaligus berkesempatan untuk itikaf di Masjidil Haram.

Saat ini, beragam layanan travel umrah menawarkan produk paket umroh itikaf Ramadhan. Masyarakat pun bisa dengan bebas memilih layanan paket umrah terbaik yang bisa didapatkan. Ada tips khusus loh untuk bisa mendapatkan layanan umrah terbaik dan sesuai dengan keinginan.

Sebelum melangkah lebih jauh mencari paket umroh itikaf Ramadhan, sebaiknya kita mengetahui lebih dulu berbagai informasi penting yang harus diketahui. Percuma dong, berangkat jauh-jauh ke tanah suci untuk melakukan ibadah umrah, tapi pada akhirnya hal itu sia-sia karena tidak memenuhi aturan sesuai dengan syariat Islam?

Definisi Itikaf Ramadhan

Pertama, kita perlu mengetahui definisi itikaf, bisa dilihat secara bahasa dan istilah. Secara bahasa, itikaf diambil dari kata dalam bahasa Arab, ‘akafa (عكف) yang artinya memenjarakan. Istilah ‘akafa ini dijumpai dalam Alquran pada surat Al-Fath ayat 25, berbunyi:

هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ

artinya: Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan) nya.

Dari situ, itikaf bisa diartikan secara bahasa menjadi, aktivitas untuk memenjarakan diri sendiri dari kegiatan yang biasa dilakukan. Sementara itu, menurut istilah dalam ilmu fiqih, itikaf merupakan aktivitas berdiam diri di dalam masjid.

travel umroh bekasi

Umroh Murah

Hukum Itikaf

Secara umum, semua ulama berpendapat bahwa hukum dasar itikaf pada bulan Ramadhan adalah sunah. Terlebih, jika itikaf dilakukan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Derajat kesunahan itikaf, menurut beberapa pendapat ulama, akan lebih tinggi dibandingkan dengan kesunahan itikaf pada hari-hari lainnya.

Lalu, hukum itikaf dapat berubah menjadi wajib jika seseorang dalam kondisi khusus. Kondisi khusus yang dimaksud adalah, orang tersebut memiliki nazar akan melakukan itikaf pada saat permohonan doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Rukun Cara Melakukan Itikaf

Seperti saat menjalankan ibadah lainnya, umat Islam juga diharuskan untuk menaati aturan atau rukun saat melaksanakan itikaf. Berikut ini adalah rukun itikaf yang harus dipenuhi:

  1. Bagi orang beragama selain Islam, maka tidak sah saat melakukan itikaf.
  2. Mereka yang beritikaf juga diharuskan memiliki akal pikiran yang sehat. Bukan orang yang memiliki gangguan kejiwaan.
  3. Mumayyiz atau orang yang telah tamyiz, usia di mana seseorang sudah bisa membedakan mana hal yang benar dan tidak. Jumhur ulama berpendapat, anak sudah memasuki usia tamyiz pada usia antara tujuh tahun hingga usia balig.
  4. Suci dari hadas besar. Itikaf merupakan aktivitas yang dilakukan di dalam masjid. Dan, orang yang tengah berhadas besar, menurut aturan agama Islam tidak diperbolehkan masuk ke area masjid. Secara otomatis, orang yang berhadas besar juga tidak diperbolehkan dan tidak sah saat melakukan itikaf.
  5. Tidak sedang haid atau nifas bagi wanita. Syariat Islam melarang wanita yang tengah haid ataupun nifas masuk ke area masjid. Dan, seperti halnya orang yang tengah berhadas besar, mereka pun tidak diperbolehkan untuk melakukan itikaf.
travel umroh jakarta

Umroh Ramadhan

Hal-Hal yang Membatalkan Itikaf

Pada saat melakukan itikaf, Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang bisa membatalkan ibadah itikaf. Di antaranya adalah:

1. Jima atau bersetubuh dengan pasangan.

Dasar hukum yang dijadikan oleh para ulama untuk melarang aktivitas jima pada saat melakukan itikaf adalah Alquran surat Al-Baqarah ayat 187. Di situ, Allah SWT secara jelas melarang umatnya untuk melakukan persetubuhan ketika tengah itikaf di dalam masjid.

2. Keluar dari masjid

Mereka yang tengah melakukan aktivitas itikaf juga tidak diperbolehkan keluar masuk masjid. Kalau dilanggar, maka secara otomatis itikaf yang dilakukannya batal. Meski begitu, terdapat pengecualian yang telah disepakati oleh para ulama terkait aturan ini.

Pengecualian tersebut adalah, ketika keluar masjid karena ingin buang air besar atau kecil serta mandi wajib. Keluar masjid karena ingin muntah juga menjadi hal yang diperbolehkan dan tidak membatalkan itikaf.

Sementara itu, kalau aktivitas keluar masuk masjid dilakukan karena ingin mencari makan dan minum, itikaf yang dilakukan otomatis batal. Sedang, ketika ingin keluar karena ingin menjenguk orang sakit, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Terlebih, hadis yang menyebutkan Rasulullah keluar dari masjid saat menjenguk orang sakit dianggap memiliki sanad yang lemah.

Mereka yang tengah melakukan aktivitas itikaf juga tidak diperbolehkan keluar masuk masjid. Kalau dilanggar, maka secara otomatis itikaf yang dilakukannya batal.

Baca juga:

pt arminareka perdana

Umroh Itikaf Ramadhan

3. Haid dan nifas

Bagi para wanita yang tengah melakukan itikaf, dan di tengah-tengah aktivitasnya itu ternyata keluar darah haid, maka itikafnya batal. Pun halnya bagi wanita baru melahirkan yang  merasa masa nifasnya selesai dan melakukan itikaf.

4. Mabuk

Jumhur ulama berpendapat, bahwa orang yang mabuk tidak boleh melakukan itikaf. Kalaupun mereka melakukannya, maka itikafnya batal.

5. Murtad

Jika di tengah-tengah aktivitas itikaf, seseorang menjadi murtad, secara otomatis itikafnya batal.

Hal-Hal yang Diperbolehkan saat Itikaf

Selanjutnya, Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang boleh dikerjakan saat tengah melakukan aktivitas itikaf di dalam masjid, yakni:

1. Makan dan minum

Secara umum, jumhur ulama memperbolehkan umat Islam yang tengah itikaf untuk makan dan minuman di dalam masjid. Ulama hanya memiliki perbedaan terkait dampak kotor yang diakibatkan saat makan dan minum di dalam masjid. Bahkan, ulama dari mazhab Maliki memberi hukum makruh untuk orang yang itikaf dengan tanpa persiapan perbekalan.

2. Tidur

Orang yang tengah beritikaf juga diperbolehkan untuk tidur di dalam masjid. Jumhur ulama berpendapat, tidur merupakan aktivitas yang tidak membatalkan puasa. Oleh karena itu, aturan yang sama juga berlaku pada saat mereka melakukan itikaf di dalam masjid.

3. Diam atau berbicara

Mereka yang tengah beritikaf, diperbolehkan untuk berbicara. Berdiam diri di dalam masjid bukan berarti menutup mulut seharian. Namun, topik pembicaraan juga harus diperhatikan. Tidak boleh berbicara rafats (cabul), fusuq (caci maki), jidal (berbantah-bantahan), pembicaraan terkait jual beli, ataupun bicara mengumumkan benda yang hilang. Dan, kalau memang susah dalam mengatur cara bicara, lebih baik diam.

4. Menggunakan perhiasan dan parfum

Mereka yang tengah melakukan aktivitas itikaf juga diperbolehkan untuk mengenakan perhiasan atau wewangian.

Perbedaan Umroh dan Haji

Persiapan Umroh

Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadhan

Ada beberapa dalil ayat Alquran yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk pelaksanaan ibadah itikaf, antara lain adalah surat Al-Baqarah ayat 125 dan 127 yang berbunyi:

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Artinya: dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang itikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (QS. Al-Baqarah : 125)

Mereka yang tengah beritikaf, diperbolehkan untuk berbicara. Namun tidak boleh berbicara rafats (cabul), fusuq (caci maki), jidal (berbantah-bantahan), pembicaraan terkait jual beli, ataupun bicara mengumumkan benda yang hilang.

Baca juga:

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Artinya:“…janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah : 187)

Sebagai tambahan, ada pula dalil berupa hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:

مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفِ الْعَشْرَ الأَْوَاخِرَ

Artinya: “siapa yang ingin beritikaf denganku, maka lakukanlah pada sepuluh terakhir.”

Dari dalil tersebut di atas, keutamaan pertama yang bisa didapatkan oleh umat Islam saat menjalankan itikaf di bulan Ramadhan adalah melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW. Di waktu yang sama, melakukan itikaf pada bulan puasa juga memberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah di malam seribu bulan alias lailatul qadar.

Selain berkesempatan untuk mendapatkan malam seribu bulan, ada pula faedah lain yang bisa diperoleh saat beritikaf di bulan Ramadhan, yakni:

  • Menjaga diri dari perbuatan tercela
  • Mereka yang beritikaf bakal dijauhkan dari neraka Jahanam sejauh tiga parit. Menurut pendapat Al-Kandahlawi, jarak satu parit lebih jauh dibandingkan jarak yang memisahkan bumi dan langit.
  • Memperoleh pahala menunggu waktu salat.
  • Dapat membantu untuk bisa melakukan salat secara lebih khusyuk.
  • Itikaf juga menjadi ajang untuk berlatih hidup zuhud (sederhana).
  • Melatih diri untuk menjadi pribadi yang senang dengan masjid dan senang berlama-lama di dalamnya.
  • Itikaf menjadi momen untuk melakukan introspeksi diri.
  • Itikaf di bulan Ramadhan dapat menjaga aktivitas puasa yang tengah dilakukan.
  • Itikaf menjadi momentum untuk membiasakan salat malam.
  • Itikaf menjadi langkah untuk membiasakan diri menjadi pribadi yang selalu sabar dalam menjalankan amal-amal saleh.
  • Itikaf melatih diri untuk terbiasa salat fardu berjamaah.
  • Menjadi pribadi yang beruntung, berkesempatan untuk tampil salat berjamaah di saf paling depan.
Umroh Reguler Surabaya

Itikaf Ramadhan

Keutamaan Umroh Itikaf di Bulan Ramadhan

Dengan melakukan ibadah umrah ke tanah suci di bulan Ramadhan, Anda akan berkesempatan untuk bisa meraih pahala secara berlipat. Tidak hanya memperoleh pahala itikaf, tapi juga bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan umrah di bulan puasa. Terlebih, pahala umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan seperti ketika melaksanakan ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

Artinya: “Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Di waktu yang sama, melakukan ibadah umrah saat bulan Ramadhan juga memberi kesempatan jemaah untuk melaksanakan ibadah di dua masjid istimewa umat Islam, yakni Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Di kedua masjid ini, pahala ibadah bisa diperoleh secara berlipat ganda. Hal ini tertuang dalam hadis:

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 salat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 salat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406).

Pada saat bulan Ramadhan, bisa dipastikan, banyak jemaah yang datang untuk beritikaf di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apalagi, jika memilih untuk beritikaf di sana pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bisa dipastikan, jumlahnya akan sangat membludak. Selain itu, Nabi Muhammad SAW secara tersirat mengungkapkan keutamaan itikaf di kedua masjid tersebut dalam sebuah hadis, yang berbunyi:

لاإعتكاف إلا في المساجد الثلاثة
“Tidak ada Itikaf kecuali pada tiga masjid (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al Aqsha)”

(Hadis Riwayat Al Baihaqi)

Para jemaah biasanya lebih mendahulukan kesempatan untuk itikaf di Masjidil Haram dibandingkan itikaf di Masjid Nabawi. Hanya saja, itikaf di Masjidil Haram bakal mendapatkan banyak gangguan. Terlebih, di masjid ini akan ada banyak jemaah yang keluar masuk karena berbagai keperluan. Mulai dari mereka yang tengah melakukan tawaf, sai, atau keperluan lainnya.

Dengan kondisi seperti itu, tidak heran kalau banyak jemaah yang akhirnya memilih alternatif ibadah itikaf sepuluh hari terakhir di Masjid Nabawi. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis riwayat Muslim mengatakan:

بين منبري وبيتي روضة من رياض الجنة

“Di antara mimbarku dan rumahku adalah taman dari aman-aman surga” (HR. Muslim).

Mimbar Nabi di Raudhah Al Madinah

Raudhah Al Madinah

Tips Memilih Paket Umroh itikaf Ramadhan

Dalam memilih paket umroh itikaf Ramadhan, Anda tentunya harus melakukannya dengan hati-hati. Pemilihan layanan travel umrah asal-asalan, bisa berdampak pada kenyamanan saat melakukan ibadah umrah di tanah suci. Untuk itu, Menara Wisata memberikan solusi ibadah umrah di bulan Ramadhan yang memberikan jaminan kenyamanan.

Beberapa fasilitas yang diberikan saat turut serta dalam paket umroh itikaf Ramadhan dari Menara Wisata antara lain adalah:

  • Terbang menggunakan layanan maskapai Saudi Arabian Airline. Para peserta paket umrah itikaf yang pergi bersama sanak saudara, dipastikan bakal mendapat tempat duduk yang berdekatan. Selain itu, maskapai ini juga memberikan fasilitas pendukung untuk jamaah yang sakit atau cacat.
  • Pada saat singgah di Kota Madinah, jemaah akan ditempatkan di hotel bintang 3, Markaz Ilyaz. Hotel ini memiliki akses yang mudah menuju ke Masjid Nabawi. Hanya butuh berjalan kaki tidak lebih dari dua menit. Hotel ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, mulai dari ruangan bebas rokok, AC, lift, serta koneksi internet WiFi gratis.
  • Saat berada di Kota Mekah, jemaah akan ditempatkan di hotel bintang 3 Aseel Plaza. Hotel ini berjarak kurang lebih setengah mil atau setara 800 meter dari Masjidil Haram. Setiap kamar yang ada di hotel ini dilengkapi fasilitas memadai. Mulai dari keberadaan TV layar datar, akses internet WiFi, kamar mandi shower, hingga AC.
travel umroh menara wisata

Umroh Menara Wisata

Biaya Paket umroh itikaf Ramadhan

Paket umroh itikaf Ramadhan dari Menara Wisata ini memiliki biaya yang tidak terlalu memberatkan. Setiap jemaah dikenakan biaya sebesar US$2.100 atau setara Rp27 juta (kurs US$ = Rp13.055,00), dengan durasi keberangkatan ke tanah suci hingga pulang ke tanah air mencapai 17 hari.

Itikaf di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram memiliki kesan yang jauh berbeda dibandingkan dengan itikaf di masjid lain. Tertarik?

Tinggalkan Balasan