travel umroh bekasi

Inilah Panduan Umroh Sesuai Tuntunan Nabi

Melaksanakan ibadah umroh merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim yang mampu, setidaknya sekali dalam hidupnya. Sebagai sebuah ibadah yang disyariatkan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam pun telah menjelaskan panduan umroh untuk diikuti oleh setiap muslim.

Panduan Umroh Sesuai Tuntunan Nabi

Agama Islam merupakan ajaran yang mudah diikuti, jika dilaksanakan sesuai contoh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian, ibadah umroh telah sah jika Anda mengikuti panduan umroh berikut ini.

Porsi Haji Jakarta Surabaya Medan

Doa dan Niat Umroh

Niat

Sebuah ibadah dapat diterima jika diniatkan untuk Allah semata, dengan mengikuti tuntunan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, agar perjalanan Anda ke Baitullah tidak sia-sia, luruskanlah kembali niat Anda untuk melakukan umroh. Adapun, niat merupakan sebuah amalan hati. Anda cukup menghadirkan tekad untuk melaksanakan ibadah tersebut, tanpa perlu mengucapkan lafal tertentu.

Ihram di Mikat

Mikat merupakan rukun umroh yang terikat oleh waktu dan tempat. Mikat dilakukan ketika seseorang berangkat menuju Makkah untuk melakukan ibadah umroh, dan dilakukan di salah satu tempat yang telah ditentukan oleh syariat. Anda diwajibkan untuk mulai mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan kalimat talbiah. Apabila Anda kesulitan untuk berganti di tempat-tempat tersebut, Anda bisa mengenakan pakaian ihram sejak waktu keberangkatan. Adapun, kalimat talbiah yang diajarkan oleh nabi yaitu “Labbaik allaahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka, labbaik. Innal hamdah wal ni’mata, laka walmulk, laa syarikalak.”

Tawaf

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali, diawali dari sudut Hajar Aswad, dan berakhir pula di sudut tersebut. Putaran tawaf dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam, dan dilakukan di luar Hijir Ismail. Dengan demikian, ketika melakukan tawaf, Kakbah berada di sebelah kiri Anda.

Putaran tawaf dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam, dan dilakukan di luar Hijir Ismail. Dengan demikian, ketika melakukan tawaf, Kakbah berada di sebelah kiri Anda.

Baca juga:

Aplikasi Android untuk Cek Porsi Haji

Ibadah Umroh

Setiap kali melewati sudut Hajar Aswad, Anda dianjurkan untuk mencium Hajar Aswad. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, Anda dapat juga mencium tangan lalu mengusapkannya ke Hajar Aswad. Jika hal tersebut juga tidak memungkinkan, Anda cukup memberikan isyarat dengan mengulurkan tangan ke arah Hajar Aswad. Setiap kali melewati sudut ini, Anda disyariatkan untuk membaca kalimat “Bismillaahi allaahu akbar.

Selain itu, selama melakukan tawaf, Anda boleh mengucapkan doa apa saja yang Anda kehendaki. Adapun, selama di Rukun Yamani, Anda disyariatkan untuk membaca doa “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar.” Apabila memungkinkan, Anda bisa menyentuh Rukun Yamani. Jika tidak, Anda cukup berjalan seperti biasa, tanpa memberikan isyarat apa pun.

Sai

Sai dilaksanakan dengan berjalan dari bukit Safa ke Marwah, dan sebaliknya, sebanyak tujuh kali. Perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dihitung sebagai satu kali lintasan. Demikian pula, perjalanan dari bukit Marwah ke bukit Safa juga dihitung sebagai satu lintasan. Dengan demikian, perjalanan sai diawali di bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah. Anda dapat membaca doa apa saja yang Anda inginkan selama melaksanakan sai.

Adapun, setiap kali telah dekat dengan bukit Safa, Anda membaca ayat “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Albaqarah: 158). Lalu membaca “Nabda-u bimaa bada-allaahu bih.

Selanjutnya, setiap kali Anda tiba di puncah bukit Safa maupun Marwah, hadapkanlah badan Anda ke kiblat dan bertakbirlah sebanyak 9 kali. Kemudian, bacalah dzikir “Laa ilaha illallah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Laa ilah illallahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaba wahdah.

Tahalul

Akhirnya, tibalah Anda di pengujung ibadah umroh, yaitu tahalul. Anda disyariatkan untuk memotong rambut kepala. Ketika melakukan tahalul, seorang laki-laki lebih afdal untuk menggundul rambutnya. Adapun bagi wanita, cukup mencukur rambut sepanjang satu ruas jari, dan dilakukan di tempat tertutup.

Travel Umroh Jakarta yang Bagus

Panduan Haji dan Umroh

Demikianlah panduan umroh yang sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mudah bukan? Dengannya, semoga tercapai ibadah umroh yang mabrur dan dapat menghapuskan dosa-dosa Anda seluruhnya.

Tinggalkan Balasan