Travel Umroh Jakarta yang Bagus

Usulan Pelaksanaan Haji di Luar Bulan Dzulhijjah, Ini Bantahannya

Seiring dengan berkembangnya waktu, ibadah haji yang awalnya berjalan dengan lancar mulai mengalami banyak masalah. Ledakan jemaah dari seluruh dunia yang tidak ada habisnya membuat Pemerintah Arab Saudi harus bekerja ekstra untuk menanggulangi masalah. Setiap tahun pembangunan di area Mekah dan Madinah dilanjutkan untuk memperlancar jalannya ibadah haji, namun masalah terus saja terjadi. 

Umroh Reguler Surabaya

Syarat dan Rukun Haji

Dengan jumlah jemaah mencapai 2 juta orang tentu akan sulit untuk melakukan segalanya dengan sempurna. Di tahun 2015 lalu ada dua masalah besar di Mekah, pertama masalah crane jatuh yang menyebabkan ratusan jemaah meninggal dunia dan tragedi di Mina yang lagi-lagi menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Berangkat dari keadaan seperti ini banyak tokoh memberikan saran tentang pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan di luar bulan Dzulhijjah. Hal ini dilakukan untuk memecah massa yang memadati dua kota suci dan memperkecil kemungkinan masalah pelik akan terjadi. Lantas bisakah pelaksanaan haji dilakukan di luar bulannya? Berikut penjelasan dan juga bantahannya.

Haji di Bulan yang Dimaklumi

Berdasarkan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 197 yang salah satu penggalan ayatnya berbunyi: “haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, …” dari sini kita bisa melihat bahwa haji bisa dilakukan mulai bulan Syawal hingga akhirnya Dzulhijjah datang. Setidaknya nyaris 3 bulan, ibadah haji bisa dilakukan dengan syarat yang telah ditentukan.

Meski demikian, acara puncak dari pelaksanaan ibadah haji tetaplah tanggal 9 Dzulhijjah. Saat hari ini datang, jutaan orang akan berkumpul bersama di padang Arafah. Bahkan yang sedang sakit akan dibawa ke lokasi agar ibadah hajinya jadi sempurna. Tanpa berdiam diri di Arafah pada hari yang ditetapkan maka ibadah hajinya tidak akan syah.

Acara puncak dari pelaksanaan ibadah haji tetaplah tanggal 9 Dzulhijjah

Baca juga:

Aplikasi Android untuk Cek Porsi Haji

Fiqih Haji

Meski jemaah sudah berada di Tanah Suci sejak lebaran tiba namun kalau tidak melakukan ibadah wajib maka hajinya tidak akan berlaku. Bahkan harus mengulang lagi tahun depan. Anda mungkin bisa melakukan ibadah haji yang dimulai beberapa bulan sebelum acara puncak dengan alasan keselamatan. Namun, kalau tidak melakukan kegiatan yang telah disebutkan di atas haji yang dilakukan tidak sempurna, bahkan gagal total.

Alternatif Bulan Haji untuk Keselamatan

Ayat di atas mungkin menjadi dasar bagi seseorang untuk mengusulkan adanya kegiatan haji di luar bulannya. Masalah pelik yang terjadi saat haji mulai dari kuota, penyakit, kecelakaan, dsb. disinyalir semakin memperkokoh niatan untuk berhaji di luar bulan yang telah ditetapkan. Meski demikian, rencana itu tidak bisa dilakukan.

Pertama, ide untuk mengganti kegiatan utama haji yang dimulai pada tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah sudah keluar dari Syariat haji. Apa-apa saja yang sudah keluar dari syariat tidak akan memiliki nilai. Bahkan bisa dianggap sebagai tindakan yang sangat berdosa.

Kedua, Pemerintah Arab Saudi selalu berupaya untuk menghadirkan kenyamanan dalam beribadah bagi semua umat Islam di dunia. Setiap tahun selalu ada perbaikan bangunan di berbagi sektor. Pertama di kawasan Bukit Shafa ke Marwah yang dibuat hingga beberapa tingkat. Selanjut di kawasan Jamarat tempat melempar jumrah di tiga tiang tang telah ditentukan. Sebuah jalanan bertingkat modern juga dibuat. Terakhir, perluasan Masjidil Haram juga dilakukan untuk menampung semua jemaah yang akan melakukan ibadah. 

travel umroh yang bagus

Pelaksanaan Haji

Ide untuk memecah kerumunan jemaah haji memang sangat baik. Namun kalau sampai melanggar aturan yang ditetapkan justru mengubah esensi penting dari pelaksanaan haji. Jadi lebih baik mengikuti aturan yang ada sembari bersabar menunggu penyelesaian masalah pelaksanaan haji yang sedang dicari.

Tinggalkan Balasan