Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaan Umroh yang Harus Anda Ketahui

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ibadah umroh ke ibadah umroh berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga.”

Sekarang ini sudah banyak orang yang memilih umrah sebagai alternatif menjalankan ibadah ke Tanah Suci dengan alasan-alasan tertentu, salah satunya adalah tidak terikatnya jemaah dalam menjalankan umrah serta tidak ada masa tunggu lama seperti yang lazim dihadapi oleh para calon jemaah haji. Jika haji dilaksanakan khusus pada bulan tertentu, umrah lebih bersifat fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal masing-masing calon jemaah.

Umroh Reguler Murah Desember

Tata Cara Haji dan Umroh

Lalu, apa sih umrah itu? Umrah sendiri dalam segi bahasa artinya berkunjung. Umrah ini tergolong ibadah yang dalam tata cara dan pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji. Tak heran kalau umrah juga sering disebut sebagai haji kecil. Umrah sendiri terdiri dari 3 macam, yakni umrah mufradah, umrah tamattu, serta umrah sunah.

Pun seperti halnya ibadah haji, ada syarat, rukun, serta hal-hal lain yang diatur dalam pelaksanaan ibadah umrah itu sendiri, di antaranya:

Syarat

Syarat untuk menunaikan ibadah umrah sama dengan syarat ketika melaksanakan haji:

  • Beragama Islam
  • Baligh dan berakal
  • Merdeka (bukan budak)
  • Mampu secara finansial (ada bekal dan kendaraan)
  • Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun

  • Ihram, yakni berniat untuk memulai umrah
  • Thawaf
  • Sai

Wajib

  • Berniat dengan melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  • Bertahallul (mencukur sebagian atau seluruh rambut)

Bisa dibilang rukun adalah syarat utama sah tidaknya ibadah umrah yang kita kerjakan, karenanya jika ada salah satu rukun yang tidak kita kerjakan, umrah kita belum sempurna dan harus diulangi. Sementara itu, meninggalkan yang wajib tidak membatalkan umrah, namun kita harus menggantinya dengan dam atau denda.

Apabila ada salah satu rukun yang terlewat dikerjakan baik sengaja maupun tidak, maka umrohnya harus diulangi. Sedangkan meninggalkan yang wajib tidak perlu mengulang, namun harus membayar dam.

Baca juga:

Pintu Kakbah

Pintu Kakbah

Tata Cara Pelaksanaan Umroh

  • Jemaah disunahkan mandi besar (junub) sebelum ihram untuk umrah
  • Memakai kain ihram (laki-laki: 2 helai kain, sedangkan wanita bebas memakai pakaian apa pun dengan syarat menutup aurat, kecuali muka dan telapak tangan)
  • Membaca niat dalam hati dan ketika sampai di miqat (batas daerah tanah suci) dianjurkan menjalankan salat sunah 2 rakaat sembari terus berucap kalimat talbiyah; Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka
  • Disunahkan mandi sebelum memasuki Kota Makkah
  • Sesampainya di depan Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum tawaf, lalu menuju Hajar Aswad sambil menyentuhnya (boleh mencium jika memang situasi memungkinkan, baiknya seraya mengucap bismillahi wallahu akbar)
  • Tawaf sebanyak 7 kali putaran. Tiga putaran pertama jalan cepat dan selebihnya berjalan seperti biasa. Tawaf ini diawali dan diakhiri di depan Hajar Aswad. Posisi Ka’bah ada di sebelah kiri kita
  • Salat sunah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika tidak memungkinkan, boleh diganti di tempat lainnya di area Masjidil Haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua
  • Sai atau berlari-lari kecil sebanyak 7 kali (dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah)
  • Tahallul atau mencukur sebagian/seluruh rambut kepala
  • Selesai
Ilustrasi Rukun Ibadah Haji

Rukun Haji dan Umroh

Alhamdulillah, semoga pembahasan mengenai pengertian dan tata cara pelaksanaan umroh di atas bermanfaat untuk pembaca sekalian, ya.

Tinggalkan Balasan