Tata Cara Haji

Inilah 5 Penyakit yang Umum Menimpa Jamaah Haji Indonesia

Salah satu gangguan yang kerap dialami oleh jemaah haji adalah kondisi badan yang drop ketika berada di tanah suci. Perbedaan suhu antara Mekah-Madinah dan Indonesia membuat tubuh susah melakukan adaptasi. Akhirnya, mereka yang daya tahan tubuhnya lemah akan mengalami gangguan pada fungsi tubuhnya akibat penyakit.

Selama ibadah haji berjalan, penyakit-penyakit menular kerap mewabah dan meresahkan banyak jemaah. Beberapa  di antara bahkan mampu menyebabkan kematian dengan instan. Berikut 5 contoh penyakit jamaah haji yang hampir setiap tahun mengenai jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

jamaah haji jakarta

Penyakit Jamaah Haji

1. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Salah satu penyakit paling berbahaya yang kerap menyebar dengan cepat saat pelaksanaan ibadah Haji adalah meningitis. Penyakit yang menyerang otak ini mudah sekali berkembang di udara yang sangat panas saat siang hari dan dingin pada malam hari. Penderita yang mengalami penyakit ini akan mengalami nyeri teramat sangat hingga mual dan demam yang sangat tinggi.

Untuk mengatasi penyakit ini, Pemerintah Arab Saudi selalu mewajibkan calon jemaah haji yang akan ke Tanah Suci terlebih dahulu divaksin meningitis. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan yang bisa menyebabkan jemaah tidak bisa melakukan ibadah dengan baik dan juga kematian.

2. ISPA

Udara di Tanah Suci sangat panas dan juga lembap, hal ini menyebabkan virus yang menyerang saluran pernapasan bisa berkembang dengan sangat cepat. Setiap tahun, sudah tidak terhitung lagi berapa jemaah yang mengalami gangguan flu akut hingga infeksi pada paru-paru akibat daya tahan tubuhnya turun dengan drastis.

Badan kesehatan dunia WHO bahkan pernah memberikan rekomendasi bahwa jemaah yang akan melakukan ibadah haji harus mendapatkan vaksin pencegahan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Hal ini untuk menghindari pandemi yang bisa mengacaukan seluruh prosesi ibadah haji.

3. Diare

Diare adalah penyakit yang kerap dialami oleh jemaah haji dari Indonesia. Kurangnya kesadaran akan sanitasi membuat mereka rentan dengan serangan bakteri E. coli yang menyukai lingkungan kotor. Kebiasaan buruk seperti tidak menjaga kebersihan MCK serta tidak mencuci tangan saat makan disinyalir menyebabkan diare begitu mudah menyebar dan mengganggu rangkaian aktivitas haji.

Kurangnya kesadaran jamaah haji Indonesia akan sanitasi, membuat mereka rentan dengan serangan bakteri yang mengganggu pencernaan

Baca juga:

Badal Haji

Doa Haji

4. Penyakit yang Menular dari Cairan Tubuh

Seperti yang kita tahu, Muslim di dunia ini juga memiliki basis massa di kawasan Afrika terutama bagian utara. Di kawasan itu penyakit mematikan seperti HIV dan hepatitis masih sangat endemi. Kemungkinan jemaah membawa bibit penyakit itu sangatlah besar hingga risiko untuk tertular dan terinfeksi masihlah tinggi.

Untuk menghindari hal-hal semacam ini, jemaah dari kawasan Indonesia memang disarankan untuk melakukan vaksinasi. Atau kalau pun tidak divaksin cukup menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop dan memudahkan penyakit menular itu menginfeksi tubuh.

5. Heat Stroke

Bagi beberapa orang perbedaan panas antara di Tanah Air dan Tanah Suci mungkin tidak akan memberikan pengaruh besar. Namun, bagi mereka yang sudah berusia lanjut, suhu yang cukup tinggi akan memberi kejutan pada tubuh hingga menyebabkan gangguan yang cukup signifikan. Salah satu gangguan itu adalah heat stroke atau stroke mendadak akibat sengatan panas matahari.

Orang-orang yang mengalami penyakit ini biasanya jemaah yang sudah lanjut usia. Mereka bisa mengalami kejang-kejang hingga akhirnya mengalami gangguan pada fungsi tubuh dan otaknya. Penanganan yang terlambat pada penyakit ini bisa berakibat fatal seperti kematian.

Tata Cara Haji

Jamaah Haji Indonesia

Inilah beberapa penyakit jamaah haji yang kerap datang setiap musim haji tiba. Semoga jemaah haji Indonesia bisa terhindar dari penyakit-penyakit di atas.

Tinggalkan Balasan