Kakbah Mekah

3 Perbedaan Utama Haji dan Umroh

Sebagai umat muslim yang taat, pergi menunaikan ibadah haji merupakan salah satu cita-cita terbesar yang ingin dicapai. Sebagaimana termasuk sebagai suatu ibadah wajib yang sudah disebutkan dalam rukun Islam, haji merupakan pencapaian ibadah yang tertinggi. Tidak sembarang orang dapat pergi ke Baitullah dan melaksanakan haji jika belum saatnya. Dan tidak peduli seberapa banyak dana yang sanggup dimiliki dan sanggup dikeluarkan, jika belum saatnya Allah memberi kesempatan, maka tidak akan terjadi.

Aplikasi Haji Android

Haji dan Umrah

Salah satu ibadah lain yang juga banyak dilakukan umat muslim adalah umrah. Umrah sering pula disebut sebagai haji kecil karena kegiatan yang dilakukannya hampir menyerupai kegiatan ibadah haji. Hampir, sebab ada beberapa bagian dalam serangkaian kegiatan haji yang tidak dapat kita lakukan ketika umrah.

Apa yang Membedakan Haji dan Umrah?

Ada beberapa hal yang menjadi pebedaan utama haji dan umrah kendati dua-duanya adalah kegiatan beribadah yang dilakukan di kota suci Mekkah, antara lain sebagai berikut:

Waktu Pelaksanaan

Perbedaan utama haji dan umrah yang pertama adalah waktu pelaksanaannya. Umrah dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu, kecuali pada saat pelaksanaan ibadah haji. Sementara bagi yang ingin menunaikan ibadah haji, Anda harus menunggu waktu tertentu, yakni pada bulan Dzulhijah.

Puncak serangkaian ibadah haji ada pada tanggal 8 Zulhijah ketika bermalam di Mina, lalu dilanjutkan berwukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah, dan terakhir adalah melempar jamrah di tanggal 10 Zulhijah. Jika Anda perhatikan, berlangsungnya ibadah haji bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

Umroh dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu, sedangkan waktu ibadah haji ditentukan dengan puncaknya pada bulan Zulhijah

Baca juga:

Kakbah Mekah

Kakbah Mekah

Kegiatan (Rukun)

Perbedaan utama haji dan umrah yang kedua adalah rukunnya. Ketika melakukan umrah, Anda harus melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. ihram;
  2. tawaf (mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali);
  3. sai (berlari-lari kecil, bolak-balik dari Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali); dan
  4. tahalul (mencukur rambut).

Sementara dalam rukun haji, selain empat hal di atas, Anda juga wajib bermalam di Mina, wukuf di Padang Arafah, dan melempar jamrah.

Perbedaan Hukum Haji dan Umroh

Tidak ada perbedaan pendapat mengenai hukum haji yang mutlak adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu. Sebagai catatan, yang dikategorikan mampu di sini bukan hanya mampu untuk membayar dan mencukupi kebutuhan selama beribadah haji secara finansial bagi dirinya sendiri, melainkan juga mampu secara mental. Selain itu –terutama bagi yang telah berkeluarga–Anda juga harus mampu menjamin kondisi keluarga yang ditinggalkan tetap tercukupi kebutuhannya.

Sementara ibadah umrah, masih ada sedikit perbedaan pandangan mengenai hukumnya. Sebagian menganggap wajib hukumnya, sementara sebagian lain menganggap bahwa hukum ibadah umrah adalah sunah muakkad.

Kendati demikian, mengikuti apa yang telah difirmankan Allah SWT di dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 196, jelas dinyatakan bahwa hukum melaksanakan haji dan umrah adalah wajib. Rasulullah pun bersabda pula mengenai wajibnya melaksanakan ibadah umrah di dalam hadis. Seperti haji, ibadah umrah hanya wajib dilaksanakan sekali saja seumur hidup. Untuk kali yang berikutnya akan dianggap sebagai sunah.

Umroh Backpacker

Perbedaan Haji dan Umroh

Itulah perbedaan utama haji dan umrah. Kewajiban kita sebagai seorang muslim tentu adalah senantiasa berusaha untuk dapat memenuhi perintah Allah, baik haji dan umrah. Seperti yang kita tahu, untuk melaksanakan ibadah umrah apalagi haji memang tidak membutuhkan biaya yang kecil. Karena itulah, kita harus senantiasa memantapkan niat memenuhinya dan tetap berikhtiar. Di samping itu, khususnya jika Anda sudah pernah melakukan ibadah umrah, tetap niati kedatangan Anda berziarah ke Kakbah sebagai suatu ibadah, bukan rekreasi.

Selamat menunaikan ibadah haji dan umroh!

Tinggalkan Balasan