Perbedaan Umroh dan Haji

Khotbah Haji Wada, Hikmah di Balik Perjalanan Haji Rasulullah

Hikmah haji adalah manfaat dunia akhirat yang dapat memberikan pencerahan pada umat muslim yang menjalaninya. Hikmah yang sangat besar dapat dipetik dari perjalanan haji Rasulullah Saw. yang terakhir kalinya. Beliau memberikan pencerahan tentang inti ajaran Islam, disampaikan dalam khotbah haji wada.

“Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpai kalian lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.”

Umrah dan Haji Ramadhan

Haji Meneladani Nabi

Itulah yang disampaikan Rasulullah Saw. sebelum mengawali khotbahnya di hadapan 100 ribu kaum muslimin. Khotbah perpisahan yang tidak ubahnya seperti pesan-pesan terakhir sebelum beliau wafat pada tahun 12 Hijriah (versi lain menyebutkan tahun 11 Hijriah).

Pertama, beliau dengan tegas melarang siapa pun membunuh jiwa dan mengambil harta yang bukan haknya. “Wahai manusia sekalian, sesungguhnya  darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram (dilindungi), sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.”

Kedua, beliau mewajibkan umat muslim meninggalkan riba dan pembunuhan balasan. Keduanya merupakan tradisi jahiliah. Perjanjian riba yang sempat diberlakukan pada masa itu harus dihapuskan. Begitu pula dengan kebiasaan kaum jahiliah seperti membalas dendam, membunuh, dan menuntut darah, juga tidak boleh dilakukan lagi.

Ketiga, perintah untuk menjaga agama agar terhindar dari gangguan setan. Rasulullah menyampaikan, setan akan selalu berusaha menggoda manusia dengan berbagai cara. Dia akan merasa bangga jika manusia menaatinya untuk melakukan kemaksiatan kecil secara terus-menerus. Oleh sebab itu, jagalah agamamu dengan baik.

Keempat, Rasulullah melarang umatnya mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Orang kafir semakin tersesat saat mengubah-ubah bulan suci. Tahun yang satu dilanggar dan tahun lainnya mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah Allah tetapkan kesuciannya.

Rasulullah melarang umatnya mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram

Baca juga:

badal haji

Haji dan Umroh

Kelima, perintah untuk memuliakan wanita (istri). Rasulullah mengatakan, kalian telah mengemban amanah terhadap mereka atas nama Allah, serta dihalalkan berhubungan badan dengan mereka atas nama Allah. Jadi, takutlah kepada Allah ketika bersikap terhadap kaum wanita.

Suami memiliki kewajiban terhadap istri, istri memiliki kewajiban terhadap suami. Kewajiban suami yaitu memberikan nafkah dan pakaian yang baik. Adapun kewajiban istri yakni tidak mengizinkan orang yang tidak disukai suami, masuk ke dalam rumah. Jika istri melakukan hal tersebut, pukullah dengan pukulan yang tidak keras.

Keenam, perintah untuk berpegang teguh pada Alquran dan hadis. “Aku tinggalkan bagi kamu sekalian. Jika kalian berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.”

Ketujuh, perintah menaati pemimpin yang masih berpegang teguh pada Alquran. Siapa pun pemimpin itu. Walaupun pemimpinnya adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah yang berhidung pesek, umat tetap harus mematuhinya, selama dia mengajarkan kitabullah.

Kedelapan, menekankan kalau sesama muslim itu bersaudara. Seseorang tidak boleh mengambil sesuatu yang merupakan milik saudaranya, kecuali saudaranya itu memang ikhlas memberikannya. Jadi, janganlah kamu menganiaya diri sendiri.

Kesembilan, menekankan bahwa semua manusia memiliki derajat yang sama. Satu-satunya Tuhan adalah Allah SWT. Kita semua berasal dari satu bapak yaitu Adam, sedangkan Adam terbuat dari tanah. Apa yang melebihkan seseorang dari seseorang lainnya adalah ketakwaannya. Rasulullah juga menyatakan, siapa pun yang hadir kala itu berkewajiban menyampaikan isi khotbah kepada kaum muslimin lainnya yang tidak hadir.

travel umroh bekasi

Haji Wada’

Demikianlah isi khotbah Rasulullah pada saat perjalanan haji beliau yang terakhir kalinya. Semoga kita merenungkan semua wasiat beliau dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak lupa menyampaikannya pada saudara-saudara kita yang lain. Amin.

Tinggalkan Balasan