Bersiap Menghadapi Pernikahan di Usia Muda

Sebagai bagian dari sunah Rasulullah Saw, pernikahan merupakan salah satu ibadah penting yang dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim.

Adapun Pernikahan bukan sekadar ikatan di antara dua orang yang saling mencintai. Menikahi seseorang berarti juga menggabungkan dua buah keluarga dengan latar belakang yang berbeda.

Pernikahan juga tidak sebatas pembagian tugas antara suami dan istri, tetapi bagaimana suami dan istri bekerja sama dalam membina rumah tangga dengan baik dan sempurna.

Meskipun anjuran untuk menikah sudah disuratkan dalam Alquran dan hadis, tetapi masih banyak pula orang-orang yang belum mengutamakan perihal pernikahan.

Kesibukan biasanya menjadi alasan utama seseorang lantas menunda atau bahkan mengesampingkan pernikahan.

Menikah di usia muda memberikan kesempatan lebih panjang kepada pasangan untuk saling memahami dan mengenal kekurangan satu sama lain

Ada juga yang takut untuk menikah dengan berbagai alasan, mulai dari pasangan yang kurang cocok, biaya pernikahan yang mahal, takut dikecewakan, dan berbagai alasan lainnya. Padahal mungkin mereka sudah memenuhi syarat untuk menikah, baik dari segi usia maupun kemapanan.

pasangan muda

pasangan muda

Secara hukum, usia minimal untuk bisa menikah di Indonesia adalah 21 tahun. Di usia tersebut, seseorang sudah dianggap matang untuk bisa membina sebuah rumah tangga. Namun demikan, masih banyak yang menganggap bahwa usia tersebut masih terlalu muda dan prematur untuk berkeluarga, terlebih jika langsung memiliki anak.

Padahal menunda-nunda pernikahan bagi mereka yang sudah mampu secara fisik, mental, dan material, hanya akan merugikan diri sendiri. Menikah di usia muda sebenarnya memiliki sejumlah keuntungan, seperti misalnya:

Menghindari Zina

Pernikahan dapat menjaga pandangan mata dan kehormatan seseorang. Hal ini didasarkan atas sabda Rasulullah Saw., bahwa menikah di usia muda dapat menjadi penghalang dari perbuatan zina yang dibenci oleh Allah.

Masa muda memang penuh dengan gejolak. Masa, di mana seseorang bertingkah labil, hanya mengikuti kemauannya sendiri, dan sedikit  mempertimbangkan pendapat orang lain yang lebih tua.

Di tahap ini, karena dipicu rasa penasarannya, seorang remaja sangat mudah terpengaruh sesuatu. Tidak jarang yang kemudian kebablasan dan justru berbuat zina.

Itu sebabnya, menikah bisa dijadikan solusi dan jalan keluar untuk menghindari berbagai perbuatan maksiat yang dapat menggelincirkan kita ke jalan neraka.

Baca juga:

the_road_to_hell_____by_fractalus13-d6cssou

ilustrasi – jalan menuju neraka

Menjadi Orang Tua di Usia yang Tepat

Siap menikah di usia muda, berarti juga siap untuk memiliki buah hati di usia muda. Memiliki anak sebelum masuk usia 30an tentu lebih menguntungkan. Selain Anda dapat bermain dan menjaganya lebih lama, Anda pun tidak akan terhambat oleh rasa lelah, akibat kondisi fisik yang tidak lagi prima.

Memiliki anak di usia muda juga membuat Anda memiliki cukup waktu untuk bisa membiayai berbagai kebutuhannya. Bandingkan jika Anda baru memiliki anak di usia paruh baya. Dan ketika mendekati masa pensiun, anak-anak masih kecil  dan masih perlu banyak dibiayai.

Karena jarak usia dengan anak yang tidak terlampau jauh, Anda bisa menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak. Dengan begitu, hubungan orang tua dan anak dapat terjalin dengan akrab.

Dapat dengan Mudah Beradaptasi

Menikah di usia muda memberikan kesempatan lebih panjang kepada pasangan untuk saling memahami dan mengenal kekurangan satu sama lain. Termasuk juga untuk beradaptasi dengan kebiasaan anggota keluarga masing-masing.

Pernikahan di usia muda memberikan banyak sekali pelajaran berharga bagi suami dan istri, terlebih jika rumah tangga tersebut dijalani dimulai dari nol. Dengan niat dan ikhtiar yang baik, Anda yang menikah muda akan merasakan asam garam kehidupan.

Nah, bagi Anda yang akan melangsungkan pernikahan di usia muda, berpegang teguhlah pada tuntunan agama. InsyaAllah Anda akan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, serta dapat membesarkan buah hati menjadi anak-anak yang saleh dan saleha.

Tinggalkan Balasan