5 Ilmuwan Ini Membuktikan Kebenaran Alquran

Allah menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya, termasuk pada lima ilmuwan berikut yang tersohor karena penelitian mereka. Yoshihide Kozai, Maurice Bucaille, Keith L. Moore, E. Marshal Jhonson, William Brown adalah segelintir nama ilmuwan yang menemukan kebenaran Quran lewat sains.

  1. Yoshihide Kozai

Prof. Yoshihide Kozai

Prof. Yoshihide Kozai

Menurut Profesor Yoshihide Kozai, bintang terbentuk dari asap kosmis. Ilmuwan lain menyatakannya sebagai asap yang berkabut, tapi Kozai tidak setuju. Pasalnya, kabut memiliki sifat dingin, kebalikan dari asap kosmis yang bersifat panas.

Kekaguman Kozai pada Alquran muncul sejak bertemu dengan Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani. Dia menyitir ayat Alquran yang membahas tentang penciptaan langit dan bumi, Surah Al Fushilat: 11.

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu dan keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”

Ayat tersebut membuat Kozai meyakini kebenaran Islam.

  1. Maurice Bucaille

Prof. Dr. Maurice Bucaille

Prof. Dr. Maurice Bucaille

Maurice Bucaile merupakan ahli bedah yang meneliti mumi Firaun. Dia bertanya-tanya, bagaimana bisa kondisi jasad Firaun lebih baik dibandingkan jasad-jasad lainnya, padahal telah diangkat dari lautan.

Seorang rekan muslim memberitahunya kalau kitab suci umat Islam telah lebih dulu mengabarkan keadaan jasad Firaun. Bucaille pun berinisiatif menemui ilmuwan-ilmuwan muslim dan berdiskusi lebih intens. Salah seorang ilmuwan membacakan Surah Yunus: 92.

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”

Setelah mendengar ayat tersebut, hati Bucaille tersentuh. Dia langsung mengikrarkan keimanannya terhadap Alquran.

  1. Marshall Johnson

Prof. E. Marshall Johnson

Prof. E. Marshall Johnson

Profesor E. Marshall Johnson pernah menjabat sebagai direktur dari Institut Daniel Baugh, Thomas Jefferson University. Sejak menghadiri Saudi Medical Conference dan bertemu dengan  Sheikh Zindani pada tahun 1982, pandangannya terhadap Islam pun berubah. Diskusi tersebut membuat Johnson tertarik meneliti perkembangan eksternal janin manusia yang sudah pernah dijelaskan dalam Alquran.

“Dalam beberapa ayat Alquran, tercantum penggambaran yang jelas mengenai perkembangan manusia sejak tercampurnya gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada catatan lengkap dan jelas tentang perkembangan manusia, seperti klasifikasi, istilah dan penggambarannya yang ada sebelum ini….”

Johson pun meyakini bahwa Nabi Muhammad pasti mendapatkan informasi itu dari suatu tempat, padahal beliau adalah seorang yang buta huruf. Pasti ada campur tangan Tuhan di dalamnya.

“Dalam beberapa ayat Alquran, tercantum penggambaran yang jelas mengenai perkembangan manusia sejak tercampurnya gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada catatan lengkap dan jelas tentang perkembangan manusia, seperti klasifikasi, istilah dan penggambarannya yang ada sebelum ini….”

Baca juga:

Haji dan Umroh

Replika Ka’bah di Probolinggo (artdubai.ae)

  1. Keith L. Moore

Prof. Keith L. Moore

Prof. Keith L. Moore

Pada tahun 1989, Keith L. Moore menduduki posisi sebagai Presiden American Association of Clinical Anatomi. Sembilan tahun sebelumnya, Moore memenuhi undangan untuk mengisi perkuliahan anatomi dan embriologi di Universitas King Abdulaziz. Pihak Komite Embriologi juga meminta bantuannya untuk menafsirkan ayat-ayat Quran yang berhubungan dengan embriologi. Selama tiga tahun dia berkecimpung dalam penafsiran Alquran, dia acapkali berdecak kagum, terutama ketika membaca Surah Al Mu’minun: 13-14.

Ayat tersebut membahas tentang tahap terbentuknya janin. Sangat jelas dan akurat. Moore pun keheranan, bagaimana mungkin kitab yang diturunkan pada abad ketujuh itu sudah membeberkan fakta ilmiah, jauh sebelum terungkap oleh ilmu pengetahuan modern. Moore pun mengakui kebenaran Alquran dan Muhammad adalah utusan Allah.

  1. William Brown

Prof. William Brown

Prof. William Brown

Brown pernah menerbitkan Journal of Plant Molecular Biologies. Isinya tentang hasil penelitiannya menyangkut gelombang ultrasonik yang terdeteksi dari tumbuhan.

Terdengar suara halus yang direkam oleh alat canggih. Suara halus itu ditransmisikan menjadi gelombang elektrik optik yang muncul di layar monitor. Gelombang itu menyerupai lafaz Allah.

Umat muslim telah lama meyakini bahwa apa pun yang ada di langit dan di bumi ini bertasbih memuji Allah, tidak terkecuali tumbuhan. Hal itu tercantum dalam Surah Al Israa: 44. Mendengar ayat tersebut dibacakan oleh peneliti muslim, hati Brown pun tersentuh. Dia mengaku belum pernah menemukan fenomena semacam itu selama 30 tahun.

Demikianlah kebenaran Quran yang bahkan diakui oleh ilmuwan barat. Semoga dapat menjadi iktibar bagi kita semua.

 

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/16/05/11/o6z79y361-8-ilmuwan-yang-dikejutkan-oleh-kebenaran-alquran

Tinggalkan Balasan