nama di paspor

Renungan Hati: Patutkah Kita Sombong?

Saat Anda menerima promosi jabatan baru atau memiliki kesuksesan bisnis yang luar biasa pesatnya, apa yang terbersit dalam pikiran Anda? Apakah Anda bangga dengan pencapaian Anda? Nah, di sinilah Anda harus mulai berhati-hati. Anda boleh bangga tetapi jangan sampai terbesit sifat sombong dan kufur nikmat.

Sombong merupakan sifat bawaan manusia yang termaktub dalam Alquran QS. Al-Israa ayat 83, ”Dan apabila kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia dan membelakang dengan sikap yang sombong, dan apabila ia ditimpa kesusahan niscaya ia berputus asa”.

badal haji

Renungan Hati

Sifat sombong inilah yang harus kita hindari karena sifat ini merupakan sifat yang tidak terpuji. Bahkan, Allah SWT sangat membenci dan melaknat hambanya yang sombong.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 206, “Dan apabila dikatakan kepadanya “Bertaqwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka jahanam. Dan sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya”.

Renungan hati: Apakah yang Bisa Kita Sombongkan?

Seluruh hal yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah semata. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, semuanya merupakan titipan Allah SWT yang suatu saat akan dipertanggungjawabkan keberadaan dan manfaatnya.

Sering kali saat kita berada di “atas”, saat kita jaya, kita lupa bahwa segala kesuksesan yang kita miliki tak lepas dari takdir Allah SWT. Banyak manusia yang lupa bahwa semua kejayaan yang mereka dapatkan merupakan anugerah dari Sang Pencipta yang seharusnya disyukuri bukan disombongkan.

Pernahkah kita merenung lalu berpikir bagaimana kiranya jika tiba-tiba Allah mencabut nikmat menghirup udara secara gratis? Pernahkah kita membayangkan bagaimana jika Allah mencabut nikmatnya melihat pemandangan sekitar? Apakah kita masih bisa sombong? Apakah kita masih bisa berbangga diri?

Baca juga:

Travel Umroh Reguler yang Bagus

Obat Penyakit Hati

Sesekali cobalah untuk berjalan-jalan ke rumah sakit. Lihatlah betapa banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. Coba bayangkan jika kita berada pada posisi pasien yang dirawat di ICU dengan bantuan mesin ventilator untuk bernapas, masihkah kita bisa sombong? Bayangkan jika kita yang terbaring di ranjang rumah sakit tanpa bisa berbuat apa pun, masih bisakah kita sombong? Cobalah sesekali kita melakukan renungan hati sebagai upaya bersyukur dan introspeksi diri.

Renungan hati: Hidup itu Ibarat roda yang berputar

Sering kali saat kita berada dalam keadaan yang lebih baik dari orang lain, kita memandang rendah mereka yang ada di sekeliling kita. Hal ini bisa saja terjadi tanpa kita sadari karena kita terlalu bangga dengan pencapaian yang kita dapatkan. Padahal di dalam hidup ini, segala sesuatu yang kita dapatkan tidak terlepas dari takdir Allah dan kebesaran-Nya.

Allah sangat membenci manusia yang berperilaku sombong. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 23, “Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang-orang yang sombong”.

Allah bisa saja mencabut nikmat yang Dia berikan hanya dalam hitungan detik atau menit. Allah bisa saja membalik keadaan begitu saja, ibarat roda yang berputar. Oleh karena itu, kita dilarang meremehkan orang lain atau berbangga diri yang berlebihan di hadapan orang lain yang keadaannya tidak seberuntung kita.

nama di paspor

Renungan Hati: Bersyukur

Cara mudah menghindarkan diri dari sifat sombong adalah dengan memperbanyak rasa syukur terhadap segala sesuatu yang kita miliki. Tubuh yang sehat, pekerjaan yang layak, dan iman dalam Islam merupakan beberapa hal yang seharusnya wajib kita syukuri.

Demikian renungan hati tentang “pantaskah kita sombong?” Semoga bermanfaat. Mari berlomba meningkatkan syukur dan menghindari rasa sombong.

Tinggalkan Balasan