Kecurangan Manipulasi Haji dan Umroh

Mengunjungi Replika Ka’bah di 3 Daerah di Indonesia

Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana jika Kakbah (Ka’bah) tidak hanya berada di Mekkah? Tentu saja, jutaan umat Muslim akan menyambutnya dengan senang, apalagi ketika mereka mengetahui: tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Sayangnya, hal itu tidaklah benar. Sementara hanya ada satu Kakbah di dunia, beberapa daerah lantas mengembangkan replikanya. Tak terkecuali di Indonesia.

Meski begitu, tak ada salahnya mengunjungi beberapa replika Ka’bah (Kakbah) di Indonesia. Hitung-hitung “belajar” manasik, sekaligus berpelesir. Berikut adalah tiga daerah di Indonesia yang memiliki replika Kakbah.

Kakbah Pusat Bumi

Replika Ka’bah Sumatera Selatan (sumsel.kemenag.go.id)

Sumatera Selatan

Anda dapat menemukan replika Kakbah di kawasan terpadu embarkasi haji, yang ada di Sumatera Selatan. Nah, tahukah Anda jika rupanya, Sumatera Selatan menjadi daerah pertama yang punya replika kakbah dengan ukuran sebenarnya? Apalagi jika diteliti, hanya ada miniatur Kakbah di kompleks embarkasi haji lainnya, dan bukan replika, seperti yang ada di Sumatera Selatan.

Lantaran berwujud “replika”, Kakbah di sini dibuat dengan ukuran yang sebenarnya. Tujuannya, adalah untuk memfasilitasi calon jemaah haji yang berasal dari desa, kabupaten, serta kota di Sumatera Selatan untuk benar-benar “praktik” dan memahami manasik haji. Wajar saja, sebab biasanya manasik yang mereka terima umumnya berasal dari bacaan dan hanya seputar bacaan ketika tawaf, sai, dst.

Nah, rupanya bukan cuma kebutuhan rohani. Di sini, kebutuhan “fisik sehat” juga ikut difasilitasi. Salah satu contohnya, adalah menciptakan lintasan sai berukuran 450 meter—persis seperti aslinya—dengan tujuh kali lintasan pulang-pergi. Adapun dengan demikian, diharapkan calon jemaah dapat terlebih dulu terbiasa dan kian “siap” ketika sampai di Tanah Suci.

Probolinggo

Saat berkunjung ke Probolinggo, jangan lupa untuk menikmati wisata replika Kakbah yang satu ini, tematnya di Taman Wisata Religius Miniatur Ka’bah. Adapun tujuan didirikannya tempat ini, adalah untuk memberikan pelayanan maksimal, sehingga si calon jemaah bukan hanya siap ilmu, melainkan praktik, sekaligus pengaplikasian ibadah haji. Bagi yang penasaran, Anda dapat mengunjungi replika Kakbah di Jalan Raya Curah Sawo, Gending, Kecamatan Probolinggo, Jawa Timur.

Tujuan didirikannya replika Ka’bah, adalah untuk memudahkan calon jemaah melakukan manasik haji dan umroh

Baca juga:

Haji dan Umroh

Replika Ka’bah di Probolinggo (artdubai.ae)

Dengan tinggi sekitar sebelas meter dan lebar 12 meter, tentu saja replika ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Nah, bukan hanya Kakbah, di kompleks tersebut juga sudah dilengkapi area latihan lempar jumrah, masjid, asrama, bahkan pohon kurma! Diharapkan, berdirinya tempat tersebut bisa membantu si calon jemaah haji “berlatih” manasik.

Makassar

Makassar bukan hanya terkenal akan pantai maupun kulinernya, lho. Kini, Anda bisa berwisata religi dengan mengunjungi replika Kakbah. Letaknya, di sisi timur Masjid Alfatih Al Anshar, Jalan Paccinang Raya, Kelurahan Tello, Kecamatan Panakukang, Makassar.

Berukuran lebar sekitar tujuh meter dan tinggi 12 meter, replika ini dibangun menempel dengan dinding masjid dan dirancang semirip mungkin dengan aslinya. Tentu saja, lengkap dengan keberadaan Hajar Aswad di salah satu sudutnya.

Soal sejarah pembangunan, masjid ini sendiri didirikan oleh seorang konsultan keuangan pajak, bernama Mustamin Anshar. Ide membikin masjid ini lantas didapatkannya setelah pulang dari Tanah Suci. Tujuannya, agar dia bisa selalu merasa dekat saat beribadah di dekat Kakbah setiap harinya.

Kemenaghaji

Replika Ka’bah di Makassar (rumahku.com)

Nah, keunikan pun bukan hanya terdapat pada replika Kakbah, melainkan pada desain bangunan yang sarat makna. Pemilihan jumlah pintu sebanyak 17 buah misalnya—secara tak langsung melambangkan jumlah rakaat pada salat lima waktu. Memasuki ruangan masjid, kita pun akan melihat sembilan pilar sebagai pelambang Ramadhan, sebagai bulan ke-sembilan dalam kalender Hijriah. Sementara itu, di lantai dua masjid terdapat lukisan pohon besar di dinding. Adapun jika didekati, rupanya setiap lembar daunnya bertuliskan Asma-ul Husna!

Itulah tiga daerah di Indonesia yang memiliki replika Ka’bah. Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung?

Tinggalkan Balasan