Paket Umroh Desember Jakarta

Memahami Sejarah Kakbah: Dari Zaman Nabi Adam Hingga Kini

Mulanya, diceritakan bahwa Mekkah hanyalah sebuah hamparan tanah gersang. Di sana, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan pasir yang mengilat di bawah panas yang menyengat. Di zaman Nabi Ibrahim, aliran zamzam lantas mengubah wilayah tersebut menjadi sebuah “tanah baru”; mengubahnya dari daerah kosong menjadi tempat tinggal dan berdiam banyak komunitas. Seiring berjalannya waktu, dari sanalah, peradaban Islam dimulai.

Sejarah Kakbah

Gambar Kakbah

Kita mengenal Kakbah—bangunan persegi (atau kubus) yang terletak di tengah Masjidil Haram—tidak hanya sebagai pusat kota Mekkah, tetapi juga merupakan kiblat salat bagi seluruh umat Muslim di dunia. Kakbah juga menjadi bangunan yang wajib diziarahi di musim haji atau umrah, terutama bagi mereka yang mampu.

Kini, kita menyaksikan Kakbah sebagai bangunan yang masih berdiri kokoh, sekalipun telah menjadi saksi dan mengalami beragam perubahan zaman. Sejarah Kakbah sendiri sudah merentang dalam waktu yang panjang, seperti halnya yang akan dijelaskan lewat beberapa ulasan berikut.

Zaman Nabi Adam

Cikal bakal berdirinya Kakbah memang terjadi di masa Nabi Adam. Sayangnya, bangunan Kakbah harus hancur ketika terdampak banjir bandang di zaman Nabi Nuh.

Zaman Nabi Ibrahim

Setidaknya Nabi Ibrahim mendirikan Kakbah, tepat di area Kakbah lama didirikan. Bersama dengan putranya, Nabi Ismail—bangunan Kakbah dibangun secara bertahap dari bebatuan bukit maupun gunung di sekitar Mekkah.

Mulanya, Mekkah digambarkan sebagai wilayah tandus dan kosong. Bersama dengan ibunya, Siti Hajar, Nabi Ismail menjadi orang yang pertama menyentuh sumber mata air zam-zam. Sesaat, mereka kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk singgah, sementara yang lain memilih untuk tinggal dan melanjutkan kehidupan.

Ibrahim lantas mendapatkan wahyu untuk mendirikan Kakbah. Berdua dengan putranya, mereka membangun Kakbah hingga mencapai panjang 31 hasta, dan lebar 20 hasta. Bangunan ini dibuat tanpa atap, dan masih berupa empat tembok persegi dengan dua pintu. Adapun Hajar Aswad—batu istimewa pemberian Malaikat Jibril—diletakkan di salah satu sisi bangunan Kakbah.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun kembali bangunan Kakbah yang hancur terkena banjir di zaman Nabi Nuh

Baca juga:

Kecurangan Manipulasi Haji dan Umroh

Sejarah Kakbah

Kaum Quraisy

Ketiadaan atap, pun temboknya yang rendah membuat barang-barang berharga di dalam Kakbah sering kali hilang dan dicuri. Dengan alasan itu,kaum Quraisy sebagai pemegang kendali Mekkah memutuskan untuk merenovasi Kakbah, dengan terlebih dulu merobohkannya.

Tercatat, ada beragam perubahan yang sudah dibuat oleh kaum Quraisy. Perubahan-perubahan tersebut seperti: melingkari bangunan Kakbah dengan tembok pendek (dimaksudkan agar orang-orang bertawaf dari belakangnya); menambah tingginya hingga sembilan meter; membuat atap; menutup pintu barat, hingga meninggikan pintu yang berada di sisi timur.

Adapun di zaman Nabi Muhammad, pernah terdapat perselisihan di antara keluarga kaum Quraisy perihal siapa yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke Kakbah. Dalam sebuah kisah, Rasulullah pun akhirnya meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad bersama-sama, dengan media secarik kain. Ide ini rupanya berhasil mengatasi perselisihan yang berisiko perpecahan di kalangan bangsa Arab.

Abdullah Bin Zubair r.a

Gempuran terhadap kota Mekkah rupanya berdampak pada kerusakan bangunan Kakbah. Tidak bisa terelakkan, bangunannya pun terbakar, tembok-temboknya rusak, sehingga lagi-lagi, Kakbah harus direnovasi.

Sultan Murad Khan al Utsmani

Renovasi kembali dilakukan, mengingat banjir yang menggenang di Masjidil Haram sudah mencapai ketinggian setengah tembok Kakbah. Adapun renovasi terbesar pernah dilakukan di tahun 692; dengan melapisi tiang kayu masjid dengan marmer, memperluas sayap masjid, serta menjadikan bentuk tetap Kakbah, seperti yang terlihat hingga kini.

Paket Umroh Desember Jakarta

Baitullah Makkah

Seiring berjalannya waktu, perbaikan pun senantiasa dilakukan, baik oleh para khalifah, pemimpin, maupun gubernur. Pada tahun 1417H misalnya. Khadimul Haramain Raja Fand bin Abdul Aziz mengeluarkan perintah untuk merenovasi bangunan Kakbah secara menyeluruh; mulai dari pengokohan pondasi, perbaikan pinggiran bagian bawah Kakbah, pengilapan tembok luar, penambalan celah, hingga penggantian atap Kakbah dengan atap besi.

Itulah lima uraian terkait sejarah Kakbah yang pernah terjadi, mulai dari zaman Nabi Adam hingga kini. Semoga dapat menginspirasi.

Tinggalkan Balasan