Sunnah Rasul Ini Sangat Mudah, Tapi Sudahkah Anda Melakukannya?

Melalui syariat Islam, Allah ingin memberikan kemudahan bagi manusia. Berbagai tuntunan telah Allah tunjukkan melalui Alquran maupun sunnah rasul yang mulia. Beberapa sunnah di bawah ini bahkan sangat mudah dilakukan. Walaupun demikian, sudahkan Anda melakukannya?

Berpindah Tempat Saat Mengantuk

Pernahkah Anda mengantuk saat mendengarkan khotbah Jumat? Jika demikian, cobalah untuk berpindah tempat. Terlebih, mendengarkan khotbah Jumat merupakan salah satu rangkaian dari ibadah salat Jumat. Ibnu ‘Umar membawakan hadis dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk pada hari Jumat, hendaklah dia pindah dari tempat duduknya.” (Hadis riwayat Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Khuzaimah)

islamic-life-eid-mubarak

Mengusap Bekas Tidur dari Muka ketika Bangun Tidur

Masih berhubungan dengan rasa kantuk, amalan ini bisa Anda amalkan setelah bangun tidur. Jika Anda niatkan dalam hati untuk mengikuti sunnah rasul, niscaya Anda akan memperoleh pahala karenanya. Amalan ini didasarkan dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah. Hadis tersebut menceritakan pengalaman Ibnu ‘Abbas ketika bermalam di rumah bibinya, Maimunah, yang juga merupakan istri nabi Muhammad. Ibnu ‘Abbas menyaksikan bahwa setelah bangun tidur, nabi duduk dan mengusap sisa tidur dari mukanya dengan tangan.

makan atau minum tidaklah membatalkan wudu. Selanjutnya, disunnahkan untuk berkumur-kumur setelah memakan/meminum sesuatu yang mengandung minyak/lemak

Tidak Mencela Makanan

Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Islam pun mengatur muamalah kepada sesama manusia, di antaranya melalui adab makan.  Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, nabi tidaklah pernah mencela makanan. Apabila suka, beliau akan memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau pun meninggalkannya. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa, di antara bentuk mencela makanan, adalah dengan mengucapkan keasinan, kurang garam, asam, hambar, terlalu matang, tidak matang, dan sejenisnya.

Baca juga:

Eating with Hands

Eating with Hands

Mencampur Susu dengan Air Dingin

Sudah tahukah Anda bahwa nabi suka mencampur susu dengan air dingin, dan meminumnya di hari yang panas? Banyak hadis yang menerangkan hal ini. Imam Bukhari bahkan menuliskan satu bab tersendiri tentang hal ini dalam kitabnya, yaitu dalam bab “Minum Susu Dicampur dengan Air”. Walaupun demikian, jika tidak terdapat air dingin, nabi pun langsung meminum susu yang disajikan.

Berkumur-Kumur Setelah Minum Susu dan Sejenisnya

Ketika akan menaklukkan Khaibar, pasukan muslimin beristirahat sejenak di ash-Shahba’, daerah terdekat dari Khaibar. Seusai makan, beliau pun berkumur-kumur. Selanjutnya, beliau menunaikan salat magrib tanpa berwudu lagi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Ibnu ‘Abbas menceritakan bahwa Nabi Muhammad berkumur-kumur setelah meminum susu, selanjutnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya susu mengandung lemak.” Dua dalil ini menunjukkan bahwa makan atau minum tidaklah membatalkan wudu. Selanjutnya, disunnahkan untuk berkumur-kumur setelah memakan/meminum sesuatu yang mengandung minyak/lemak.

Tidak Bersisir Terlalu Sering, dan Sesekali Berjalan Tanpa Alas Kaki

Anda suka sering-sering bersisir dan bersandal/bersepatu ke mana pun Anda pergi? Jika demikian, hadis sahih riwayat Ahmad dan Abu Daud ini perlu Anda perhatikan. Dalam hadis ini, diceritakan kisah seorang sahabat yang melakukan perjalanan untuk menemui Fadhalah bin ‘Ubaid di Mesir. Saat menyambut, Fadhalah menanyakan perihal rambut sang sahabat yang kusut. Sahabat itu menjawab “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk sering-sering menyisir rambut.” Fadhalah pun kembali menanyakan perihal sang sahabat yang tidak memakai sandal. Sahabat tadi pun kembali menjawab “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita agar – sewaktu-waktu – tidak memakai sandal (alas kaki).”

Masih banyak lagi sunnah rasul – yang sesungguhnya – mudah dilakukan. Apabila Anda mengabaikan berbagai sunnah yang mudah tadi, Anda pun kehilangan kesempatan memperoleh pahala dengan mudah. Terlebih, sebagai sumber kedua setelah Alquran, beberapa perintah di dalam sunnah rasul merupakan suatu perintah yang wajib. Terdapat pula larangan-larangan yang menunjukkan keharaman suatu amalan. Jadi, bersemangatlah untuk senantiasa mempelajari sunnah dan mengamalkannya.

 

Sumber:

Haifa binti Abdullah ar-Rasyid. Menghidupkan Sunnah-Sunnah yang Terlupakan.

https://konsultasisyariah.com/24137-adab-setelah-bangun-tidur.html

https://almanhaj.or.id/3788-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-tidak-pernah-mencela-makanan.html

http://ustadzaris.com/sunnah-terkait-susu

Tinggalkan Balasan