whatsapp-image-2018-04-09-at-12-11-44-pm

Tawaf wada merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah haji. Namun, tidak sedikit umat muslim yang masih rancu dengan hukum dan cara tawaf wada. Hal itu terwakilkan dari pertanyaan-pertanyaan seputar tawaf wada yang dilontarkan kepada Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

tawaf wada
Tawaf Wada

Pertanyaan dan jawaban tersebut disalin oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad menjadi sebuah buku berjudul Fatwa-Fatwa Haji dan Umroh oleh Ulama-Ulama Saudi Arabia.  Dipublikasikan pula oleh almanhaj.or.id yang kemudian dilansir ke dalam artikel ini sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh umat muslim, terutama yang tinggal di Indonesia.

Pertanyaan pertama tentang boleh tidaknya seseorang yang sedang berhaji pergi ke Jeddah tanpa melaksanakan tawaf wada, serta kewajiban yang harus ditunaikan jemaah tersebut apabila meninggalkan tawaf wada.

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menjawab, seseorang yang telah merampungkan ibadah hajinya tidak boleh meninggalkan Mekkah sebelum mengerjakan tawaf wada. Landasannya adalah hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi:

“Janganlah seseorang di antara kamu pulang melainkan akhir yang dilakukannya adalah tawaf di Baitullah.” (Hadis Riwayat Muslim dalam sahihya dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu).

Beberapa hadis menyatakan bahwa perempuan yang sedang haid dan nifas tidak wajib mengerjakan tawaf wada. Salah satu hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu dalam sahih Bukhari dan Muslim.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan manusia (yang haji) agar akhir yang dilakukannya adalah tawaf di Baitullah. Tetapi beliau memberikan keringanan kepada wanita yang haid.” (Muttafaqun ‘alaih).

Tawaf wada adalah bagian dari kewajiban ibadah haji, sehingga mereka yang meninggalkannya wajib menyembelih kurban.

Barang siapa meninggalkan suatu ibadah wajib dalam haji atau lupa, maka dia wajib menyembelih kurban.” (Hadis Riwayat Malik).

Sebagai bentuk kehati-hatian, seseorang dijatuhkan sanksi tersebut apabila pergi sejauh jarak yang diperbolehkan untuk qashar salat.

Pertanyaan kedua tentang hukum meninggalkan satu putaran tawaf wada karena suatu uzur. Penanya menjelaskan, istrinya pingsan pada putaran keenam dalam tawaf wada. Dia dan saudara iparnya pun tidak menyelesaikan putaran tawaf karena harus segera membawa istrinya ke luar Mekkah.

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menegaskan bahwa denda tetap berlaku. Masing-masing wajib menyembelih hewan kurban di Mekkah dan membagikannya kepada orang-orang miskin di sana. Kurbannya bisa berupa sepertujuh unta, sepertujuh sapi, atau seekor kambing.

Bila tidak menyelesaikan putaran tawaf wada disebabkan uzur apapun, denda tetap berlaku dengan cara menyembelih hewa kurban di Mekkah dan membagikannya kepada orang-orang miskin di sana

Baca juga:

Haji dan Umroh Mengajarkan Kepemimpinan
Perjalanan Haji

Syekh juga menambahkan, mereka harus bertobat kepada Allah. Sebab, apa pun alasannya, tawaf wada tidak boleh ditinggalkan.

Pertanyaan ketiga tentang wajib tidaknya melakukan tawaf wada saat umroh, serta bolehkah jemaah haji maupun umroh membeli sesuatu di Mekkah setelah melaksanakan tawaf wada.

Syekh menjawab, tawaf wada bukan kewajiban dalam ibadah umroh, hanya menjadi sebuah keutamaan. Namun, tidak berdosa apabila ditinggalkan oleh mereka yang berumroh.

Bagi jemaah haji, boleh saja membeli sesuatu di Mekkah setelah melaksanakan tawaf wada, asalkan tidak terlalu lama. Jika terlalu lama, seseorang itu harus mengulangi tawaf wada. Jika waktu yang terpakai tidak terlalu lama menurut standar umum, maka tidak wajib mengulanginya secara mutlak.

Pertanyaan keempat tidak menyebutkan secara gamblang tentang tawaf wada, tetapi menanyakan mana yang lebih utama, mengulang-ulang tawaf atau salat sunah.

Ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda. Sebagian beranggapan, tawaf lebih diutamakan bagi orang-orang asing, karena mereka tidak akan mendapati Kakbah di negeri asalnya. Oleh sebab itu, disunnahkan untuk memperbanyak tawaf selama di Mekkah. Sebagiannya lagi berpendapat, salat itu lebih utama daripada tawaf.

Aplikasi Haji Android
Tata Cara Haji

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengambil jalan tengah yang terbaik. Menurutnya, keduanya perlu diperbanyak sehingga menggabungkan dua kebaikan. Orang asing sekali pun tetap perlu memperbanyak salat sunah, selain memperbanyak tawaf, sehingga tidak melewatkan salah satu keutamaan dari kedua ibadah tersebut.

Demikianlah segelintir pertanyaan umum tentang hukum dan cara tawaf wada. Semoga bisa terus diingat sebagai bekal Anda jika kelak menunaikan ibadah haji.

Sebelum berangkat ke tanah suci untuk menunaikan haji kecil, sudahkah Anda memahami tata cara umroh? Jangan sampai ibadah tersebut menjadi sia-sia karena tidak melaksanakan tata cara yang ditetapkan syariat.

Berikut ini penjelasan mengenai tata cara umroh. Penjelasan disadur dari buku Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umroh yang ditulis oleh Abu Abdillah.

Paket Umroh Juli Surabaya
Tata Cara Umroh

1. Ihram

Sebelum berihram, dianjurkan untuk mandi junub dan memakai wewangian. Kemudian, kenakanlah pakaian ihram.

Laki-laki wajib mengenakan dua lembar kain tidak berjahit. Satu kain dililit menjadi sarung, satunya lagi menutupi pundak.

Wanita wajib menutupi seluruh auratnya kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak diperbolehkan mengenakan cadar dan sarung tangan.

Saat berihram di miqat, hendaknya mengucapkan “labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh).

Berihram tidak disertai dengan salat khusus. Namun, apabila ihram bertepatan dengan waktu salat wajib, maka dahulukan ibadah salat sebelum berihram.

2. Bagi yang Berhalangan Menyelesaikan Umroh

“Allahumma mahili haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahalul di mana saja Engkau menahanku).

Bagi Anda yang khawatir berhalangan menyelesaikan umroh karena alasan sakit dan sebagainya, diperbolehkan mengucapkan persyaratan di atas setelah mengucapkan labbaik umroh. Jika akhirnya benar-benar berhalangan, Anda boleh langsung melakukan tahalul serta tidak wajib membayar dam.

3. Membaca Talbiah

Setelah mengucapkan kalimat talbiah “labbaik umroh”, jemaah melanjutkan dengan terus-menerus mengucapkan, “labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.”

Kalimat talbiah itu diucapkan hingga tiba di Mekkah. Jemaah pria mengeraskan suaranya, sedangkan jemaah wanita mengucapkannya dengan lirih.

Dianjurkan mandi terlebih dahulu sebelum memasuki kota Mekkah. Saat hendak memasuki Masjidil Haram, langkahkan kaki kanan seraya membaca doa sebelum masuk masjid, yaitu: “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik.

4. Mencium Hajar Aswad

Setiap putaran tawaf, jemaah berjalan menuju Hajar Aswad seraya mengucapkan “Allahu Akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar”, kemudian mengusapnya dengan tangan kanan lalu mencium batu tersebut. Jika tidak mampu mencium, cukup mengusapnya saja dan mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad.  Jika tidak mampu mengusapnya, cukup berikan isyarat dengan tangan tanpa mencium tangan tersebut.

Jika tidak mampu mencium hajar aswad, cukup mengusapnya saja dan mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad, jika tidak mampu juga, cukup berikan isyarat dengan tangan tanpa mencium tangan tersebut

Baca juga:

umroh murah reguler
Umroh Reguler

5. Tawaf

Tawaf sebanyak tujuh kali putaran dengan Hajar Aswad sebagai patokan untuk mengawali dan mengakhirinya. Adapun berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan pada 4 putaran terakhir merupakan sunah hukumnya.

6. Mengusap Rukun Yamani

Disunahkan dilakukan pada setiap putaran tawaf. Namun, tidak ada anjuran untuk menciumnya. Kalau pun tidak mampu mengusapnya, tidak perlu menggerakkan tangan sebagai isyarat.

Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan membaca, “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar.”

7. Doa dan Salat di Makam Ibrahim

Setelah tawaf dan menutup kedua pundak, jemaah berjalan ke arah makam Ibrahim seraya berdoa, “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohima musholla.” Saat sudah berada di belakang makam, lakukan salat sunah 2 rakaat. Rakaat pertama membaca surah Al Kaafirun dan rakaat kedua membaca surah Al Ikhlas. Usai salat, disunahkan meminum air zam-zam.

8. Kembali ke Hajar Aswad

Ucapkan takbir, kemudian usap dan cium Hajar Aswad. Jika hal tersebut tidak memungkinkan dilakukan, berikan isyarat dengan tangan.

9. Sa’i

Melakukan sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh putaran. Saat menuju Shafa, jemaah membaca ayat Al Baqarah ke-158, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan “Nabda-u bimaa bada-Allah bih.” Ketika sudah berada di atas Shafa, jemaah menghadap kiblat seraya mengucapkan takbir sebanyak tiga kali.  Lakukan hal yang sama ketika berada di atas Marwah; menghadap kiblat dan takbir.

Ilustrasi Rukun Ibadah Haji
Rukun Umroh dan Haji

10. Tahalul

Tahalul dilakukan dengan menggunduli seluruh rambut bagi jemaah pria dan memotong rambut sepanjang seruas jari bagi jemaah perempuan. Tahalul menandai berakhirnya ibadah umroh.

Demikianlah uraian tentang tata cara umroh. Bagi para pembaca yang belum pernah melaksanakan ibadah haji maupun umroh, semoga segera dipanggil oleh Allah ke tanah suci.

whatsapp-image-2018-04-09-at-12-11-44-pm

Ibadah haji memerlukan berbagai persiapan yang tidak boleh dianggap enteng, mulai dari persiapan fisik dan mental, hingga persiapan secara finansial. Untuk itu, wajib hukumnya bagi Anda untuk mengetahui secara pasti apa saja prosedur pendaftaran haji sebelum melangkahkan kaki Anda untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji untuk beberapa tahun yang akan datang.

Pada dasarnya, penyelenggaraan ibadah haji menganut prinsip yang mengutamakan kepentingan dan kebutuhan para jemaah, serta memberikan pelayanan yang adil, efektif, aman, dan profesional. Ibadah haji di Indonesia diselenggarakan berdasarkan dua kategori, yakni ibadah haji reguler yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, serta ibadah haji khusus yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada agen penyelenggara ibadah haji khusus. Perbedaan antara ibadah haji reguler dan khusus selain terletak pada penyelenggaranya juga dapat dilihat dari biaya dan fasilitas yang akan didapatkan di Tanah Suci.

Adapun syarat pendaftaran haji reguler adalah sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Berusia 12 tahun saat mendaftar
  3. Memiliki Kartu Keluarga
  4. Memiliki Akta Kelahiran/Kutipan Akta Nikah/Ijazah
  5. Memiliki tabungan BPS-BPIH
travel umroh jakarta
Ibadah Haji

Setelah seluruh syarat untuk mendaftar haji terpenuhi, Anda pun perlu memahami prosedur pendaftaran ibadah haji yang akan dijabarkan berikut ini.

Membuka Rekening Haji

Tidak semua bank memiliki layanan tabungan haji. Beberap bank di Indonesia yang menerima setoran tabungan ibadah haji di antaranya: Bank Mandiri Syariah, BRI, BRI Syariah, Bank Mega Syariah, Bank BTN, Bank Mandiri, BNI, serta Bank Muamalat.

Untuk membuka tabungan haji, Anda perlu datang ke bank terkait lalu langsung mendaftar ke Customer Service dengan membawa KTP, serta saldo awal pembukaan rekening mulai Rp100.000,00-Rp500.000,00. Tabungan haji tidak dikenakan biaya administrasi serta bunga imbal. Anda pun tidak akan mendapatkan kartu ATM sebab debet yang masuk ke tabungan hanya diperuntukkan sebagai dana setoran haji.

Jika saldo tabungan haji Anda sudah mencapai angka Rp25.000.000,00 maka Anda sudah diperbolehkan untuk mendaftarkan diri ke Kementerian Agama. Setelah mendaftarkan diri, Anda akan mendapatkan Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH) dan Nomor Porsi.

Membuat Surat Keterangan Sehat

Surat Keterangan Sehat dapat Anda buat di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Jelaskan secara spesifik kepada petugas Puskesmas bahwa Anda memerlukan pemeriksaan kesehatan beserta Surat Keterangan Sehat untuk keperluan pendaftaran ibadah haji. Setelah Surat Keterangan Sehat berhasil didapat, Anda dapat membawa surat tersebut bersama buku Tabungan Haji ke Kantor Perwakilan Kementerian Agama di Kota atua Kabupaten tempat tinggal Anda.

Surat Keterangan Sehat dapat Anda buat di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat, dengan menjelaskan secara spesifik kepada petugas Puskesmas bahwa Anda memerlukan pemeriksaan kesehatan beserta Surat Keterangan Sehat untuk keperluan pendaftaran ibadah haji

Baca juga:

gambar haji
Mengurus Pendaftaran di KemenagHaji

Mengisi Surat Pendaftaran Pergi Haji di kantor Kementerian Agama

Sebelum mendaftarkan diri ke Kantor Kementerian Agama, pastikan Anda sudah menyiapkan segala persyaratan dokumen yang diperlukan. Dokumen yang perlu Anda bawa untuk daftar haji antara lain: Surat Keterangan Sehat, salinan KTP yang masih berlaku, salinan Kartu Keluarga, Salinan buku Tabungan Haji, salinan Akta Kelahiran, serta foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak sepuluh lembar.

Jika seluruh syarat dan dokumen sudah terpenuhi, Anda dapat langsung pergi ke kantor Kementerian Agama untuk mendaftarkan diri sebagai peserta ibadah haji. Di sana, Anda akan diberikan formulir SPPH. Anda perlu mengisi formulir tersebut sesuai dengan data diri Anda. Dalam formulir tersebut, terdapat beberapa kolom yang perlu Anda isi seperti Nomor Rekening Tabungan Haji, Nomor KTP, golongan darah, serta data pribadi Anda.

Setelah Anda selesai mengisi SPPH, Anda diharuskan untuk kembali ke untuk mendapatkan nomor porsi ibadah haji. Apakah yang dimaksud dengan nomor porsi?

Meminta Nomor Porsi Haji

Setelah mengisi SPPH, Anda diminta untuk kembali ke bank tempat Anda menyetorkan dana haji untuk mendapatkan nomor porsi. Lantas, apakah yang dimaksud nomor porsi?

Nomor porsi merupakan nomor urut pendaftaran yang akan Anda dapatkan setelah melakukan setoran awal pendaftaran haji ke rekening Kementerian Agama sebesar Rp25.000.000,00.

Nomor porsi dapat menjadi perkiraan tahun keberangkatan Anda ke Tanah Suci dan dapat dilihat di situs resmi Kementerian Agama.

Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)

Pelunasan BPIH dapat dilakukan di tahun keberangkatan haji atau setelah ada pengumuman mengenai besaran biaya yang harus Anda bayarkan agar segera berangkat ke Tanah Suci. Pembatalan pendaftaran haji orang lain dapat memengaruhi jadwal keberangkatan haji Anda yang dapat berubah lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Kementerian Agama menetapkan beberapa syarat pelunasan BPIH, yakni calon jemaah belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya dan telah berusia minimal 18 tahun, atau sudah menikah.

Oleh sebab itu, jika Anda sudah mampu secara finansial, sebaiknya Anda segera melunasi BPIH pada tahun yang telah ditentukan. Sebab, jika dalam jangka waktu yang sudah ditentukan Anda belum melunasi BPIH, maka jadwal keberangkatan haji Anda akan tertunda semakin lama.

Travel Umroh Jakarta yang Bagus
Perjalanan Haji

Persiapan Keberangkatan Ibadah Haji

Setelah mendapatkan kabar dari penyelenggara ibadah haji mengenai batas pelunasan BPIH serta jadwal keberangkatan ibadah haji, maka Anda wajib mempersiapkan segala hal yang akan Anda perlukan. Apa saja hal yang perlu Anda persiapkan sebelum berangkat ke Tanah Suci? Kita simak ulasannya berikut ini.

1. Persiapan Mental dan Fisik

Perasaan bahagian dan terharu pasti Anda rasakan begitu mendapat kabar bahwa Anda akan menunaikan ibadah haji di tahun ini. Segala persiapan, baik persiapan mental, fisik, maupun keperluan ibadah haji pun mutlak dilakukan. Salah satu persiapan yang tidak boleh dilewatkan adalah menyempurnakan bacaan doa haji serta ibadah salat wajib dan sunnah. Di samping itu, Anda pun perlu menyiapkan fisik Anda terhadap kondisi cuaca di Tanah Suci, sekaligus menjaga kebugaran tubuh agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji.

2. Mengikuti Manasik Haji

Manasik haji merupakan bentuk persiapan keberangkatan haji yang dapat memberikan gambaran seperti apa rangkaian ibadah haji yang akan Anda jalani di Tanah Suci. Di kegiatan manasik haji ini, Anda akan dibimbing mengenai tata cara ibadah haji. Rangkaian kegiatan manasik haji dimulai dari pra-manasik, bimbingan manasik, penataran ibadah haji, hingga upacara pelepasan jemaah haji.

3. Mengikuti Kegiatan di Asrama Embarkasi Haji

Rangkaian kegiatan di asrama haji dimulai dengan penyerahan SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama) kepada panitia penyelenggara. Setelah menyerahkan SPMA, Anda akan diberikan kartu konsumsi, nomor kamar, gelang identitas, serta dokumen perjalanan haji. Selama berada di asrama haji, Anda sebaiknya memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan menyiapkan diri Anda dengan memperbanyak doa atau membaca buku-buku panduan ibadah haji sebab esok harinya Anda akan langsung diberangkatkan menuju Tanah Suci.

4. Pemberangkatan Haji

Sebelum diberangkatkan menuju bandara, para jemaah haji akan mengikuti upacara pelepasan di asrama embarkasi. Para jemaah haji akan diangkut menggunakan bus yang sudah disiapkan panitia sesuai dengan kelompok masing-masing. Sesampainya di bandara, para jemaah akan melalui proses pemeriksaan dokumen oleh para petugas. Estimasi waktu tempuh menuju Tanah Suci yakni 10 jam. Selama perjalanan menuju Tanah Suci, para jemaah dianjurkan agar tetap tenang dan memanfaatkan waktu untuk beristirahat.

Foto Kakbah
Foto Kakbah

Itulah tadi beberapa prosedur pendaftaran haji hingga persiapan keberangkatan yang perlu Anda ketahui. Persiapkan diri Anda sebaik-baiknya dengan menjaga kesehatan dan memperbanyak amalan serta ibadah yang dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Semoga perjalanan haji dapat menjadi awal perubahan kita menjadi hamba mulia.

Menunaikan ibadah haji adalah kewajiban setiap muslim. Namun sepertinya tidak semua muslim memahami apa sebenernya itu pengertian haji. Haji adalah salah satu rukum islam, yang hanya wajib dikerjakan oleh mereka yang mampu, baik secara fisik, mental, dan finansial.

Ibadah haji merupakan ibadah ritual tahunan yang dijalankan dengan berkunjung ke Tanah Suci Mekkah – Arab saudi pada bulan Dzulhijah. Ibadah haji membutuhkan persiapan fisik dan mental yang baik. Alasannya, karena ibadah ini akan mengharuskan kamu untuk berpindah ke lokasi-lokasi yang bersejarah dan suci yang membutuhkan ketahanan fisik yang kuat.

Sebelum menunaikan ibadah haji, alangkah baiknya jika kamu membekali diri dengan berbagai istilah dalam haji. Istilah-istilah ini penting diketahui agar kamu tidak mengalami banyak kesulitan saat melaksanakan rangkaian ibadah wajib tersebut.

Aplikasi Android untuk Cek Porsi Haji
Pengertian Haji

Rukun Haji

Rukun haji bisa dimaknai sebagai amalan wajib yang harus dilaksanakan dalam ibadah haji. Amalan ini tidak dapat digantikan. Artinya, jika salah satu amalan tersebut tidak dilaksanakan, maka ibadah hajinya menjadi tidak sah. Apabila ada salah satu rukun rukun haji yang terlewat, maka jemaah haji harus mengulang rukun tersebut. Dalam pelaksanaannya, rukun haji juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Jika salah, maka akan dikenakan denda/dam. 

Masjidil Haram

gambar mekah
Gambar Masjidil Haram

Masjidil Haram merupakan salah satu masjid di Kota Mekkah yang menjadi tujuan utama dalam ibadah haji dan umrah. Masjid ini memiliki bangunan yang amat luas dan dibuat mengelilingi Kakbah yang merupakan kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia dalam melaksanakan ibadah salat. Masjidil haram juga merupakan masjid terbesar di dunia.

Mekah Almukaromah

Mekkah adalah salah satu kota utama di Arab Saudi yang menjadi tujuan utama kaum muslim untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh. Di kota inilah berdiri Masjidil Haram, tempat di mana terdapat Kakbah di dalamnya. Kota ini merupakan tempat lahirnya Nabi Muhammad Saw. dan merupakan salah satu kota suci umat Islam. 

Mina

Mina merupakan salah satu kota di Arab Saudi yang terletak di antara kota Mekkah dan Muzdalifah. Kota ini merupakan lokasi tempat dilakukannya lempar Jumrah dalam ibadah haji. Kota ini mendapat julukan kota tenda, karena di musim haji, ada puluhan ribu tenda yang berdiri untuk menampung jutaan jemaah haji dari seluruh dunia. Umumnya jemaah datang pada tanggal 8 Dzulhijah tinggal dan bermalam di kota tersebut sebelum berangkat ke Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah.

Baca juga:

Ibadah Haji
Mina (sp.beritasatu.com)

Miqat Zamani

Istilah haji yang juga sering muncul adalah Miqat, Miqat merupakan batas yang ditetapkan untuk memulai ibadah haji dan umrah. Adapun yang disebut Miqat Zamani adalah batas yang berupa waktu. Bagi jemaah haji, miqat-nya sudah bisa dimulai sejak tanggal 1 syawal hingga 10 Dzulhijah.

Miqat Makani

Miqot makani adalah tempat yang menjadi batas dimulainya pelaksanaan Ibadah Haji atau pun umrah. Apabila sudah memasuki miqat, maka jemaah haji sudah harus mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat. Bagi umat muslim dari Indonesia, tempat miqatnya adalah Yalamlam atau Jeddah. 

Mua’shim

Mua’shim adalah nama sebuah terowongan yang berada di kota Mina, tepatnya sekitar 15 kilo meter dari bagian timur kota Mekkah. 

Kakbah
Kakbah

Multazam

Multazam merupakan sebutan untuk tembok yang terdapat di antara pintu Kakbah dan Hajar Aswad. 

Muzdalifah

Muzdalifah adalah sebuah daerah antara Mekkah dan Mina yang merupakan tempat persinggahan sekaligus tempat bermalam setelah bertolak dari Arafah. Bermalam di Muzdalifah merupakan salah satu wajib haji yang harus dipenuhi. Jika ditinggalkan, maka diharuskan membayar denda/dam.

Nafar

Nafar adalah istilah untuk rombongan. Nafar awal adalah sebutan untuk rombongan haji yang pergi dari Mina pada tanggal 12 Zulhijah, sedangkan nafar tsani adalah rombongan yang pergi pada tanggal 13 Zulhijah. 

Nahr

Istilah Nahr digunakan untuk hari dilakukannya penyembelihan hewan kurban. Hari yang bertepatan dengan perayaan Idul Adha, yakni tanggal 10 Zulhijah. 

Qarnul Manazil

Qarnul Manazil merupakan nama bukit dengan jarak sekitar 95 km dari Mekah bagian timur. 

Mabit

Mabit berarti bermalam atau menginap, atau berdiam di satu tempat dengan tujuan ibadah

Baca juga:

Mimbar Nabi di Raudhah Al Madinah
Raudhah

Raudhah

Raudhah merupakan tempat seluas 22 m2 dari arah timur ke barat, sedangkan 15 m2 dari arah utara ke selatan. Raudhah dibatasi dengan 4 buah pilar berwarna putih. 

Wukuf

Sebagai puncak dari ibadah haji, Pengertian wukuf adalah berdiam di Arafah dari waktu sore hingga terbenamnya matahari. Ritual ini bertempat di Padang Arafah dan dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah. Para jemaah harus melakukan perenungan, salat, berdoa, berzikir, dan banyak memohon ampunan atas segala dosa kepada Allah SWT. Disunahkan bagi jemaah haji untuk melakukan ibadah dengan menghadap kiblat.

Begitu pentingnya ritual ini, sampai terdapat hadis yang menyatakan bila seseorang hadir di padang Arafah pada malam tanggal 10 Zulhijah hingga sebelum terbit fajar, maka dia telah memperoleh haji. Hadis tersebut menjadi acuan yang sangat kuat dalam menunjukkan makna mendalam dari wukuf.

Ibadah wukuf di Arafah juga mengingatkan umat muslim akan analogi berkumpulnya manusia di padang Mahsyar. Kelak setelah hari kebangkitan, umat muslim akan berkumpul di suatu tempat yang luas bernama Padang Mahsyar. Umat muslim akan dibagi ke dalam golongan-golongan. Kemudian menanti perhitungan semua amalannya. Keputusan hasil perhitungan akan menentukan, apakah surga atau neraka yang akan dia singgahi.

Arafah sebagai tempat dilaksanakannya wukuf memiliki nilai sejarah yang penting. Disebutkan bahwa Arafah merupakan tempat syiar yang suci. Meskipun, hal ini tentu tidak dapat disamakan dengan kesucian Kakbah. Selain itu, padang ini dikatakan menjadi lokasi bertemunya kembali Nabi Adam As. dan Hawa setelah diturunkan ke bumi dan terpisah selama 200 tahun.

Rasulullah juga pernah berkhutbah di padang Arafah, yaitu ketika menunaikan haji wada’. Khutbah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kala itu, terkenal sangat menggugah. Hingga saat ini, diharuskan bagi imam untuk menyampaikan khutbah saat wukuf dilaksanakan. 

Tata Cara Wukuf

Sebelum melaksanakan wukuf, sebagai persiapan, pada tanggal 8 Dzulhijaj Jamaah haji melakukan niat berhaji dan melaksanakan ihram. Bagi akan melakukan haji tamattu, niat bisa dilakukan di penginapan masing-masing, sedangkan bagi jemaah yang berniat menunaikan haji iftad dan qiran tidak lagi harus berniat haji, karena sejak dari miqat masih dalam keadaan ihram.

Setelah ihram selesai dilaksanakan kemudian jemaah bisa berangkat ke Arafah untuk melakukan wukuf.

Pada tanggal 9 Dzulhijah, wukuf dilakukan sejak tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijah. Walau hanya dilakukan sesaat di rentang waktu tersebut, wukuf tetap dinyatakan sah. Namun demikian akan lebih utama jika jemaah mendapatkan sebagian waktu siang dan malam.

Selama pelaksanaan wukuf, jemaah haji dapat melakukan berbagai amalan, seperti salat, zikir, membaca doa, serta berdoa  untuk diri sendiri dan keluarga. membaca Alquran juga menjadi aktivitas yang disunahkan Rosulullah Saw. selama melaksanakan wukuf di Arafah.  Inilah waktu-waktu terbaik untuk menundukkan diri, bertobat, dan meminta ampunan kepada Allah Swt.

Pelaksanaan wukuf boleh dilakukan di dalam maupun di luar tenda. jemaah juga tidak disyaratkan dalam keadaan suci. Jadi jemaah yang sedang mengalami nifas, haid, atau berhadas sekali pun bisa melaksanakan ibadah ini.

perjalanan umroh backpacker
Jamaah dalam Kain Ihram

Ihram

Ihram berarti niat untuk melaksanakan ibadah haji. Seorang muslim yang melakukan ihram disebut sebagai muhrim. Sebagai satu rukun dalam ibadah haji, ihram dilakukan dengan pertama-tama membersihkan diri, memakai pakaian ihram, kemudian mengucapkan niat di Miqat. 

Kakbah

Kakbah adalah bangunan Suci berbentuk seperti kubus yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram, Mekkah. Kakbah disebut juga sebagai Baitullah atau rumah Allah, dan dijadikan kiblat atau arah patokan salat bagi umat islam di seluruh dunia.

Padang Arafah

Padang Arafah adalah bentangan padang pasir yang terletak kurang lebih 24 km dari sebelah timur kota Mekah. Di lokasi inilah seluruh jemaah haji berkumpul untuk melaksanakan wukuf pada tanggal 9 Zulhijah. Lokasi ini dikelilingi oleh bukit-bukit. Padang ini tidak dihuni dan sering dianalogikan sebagai Padang Mahsyar, yaitu tempat berkumpulnya manusia yang kelak setelah hari kiamat. 

Hajar Aswad

Inilah batu hitam yang terdapat di dalam bangunan kakbah. Batu ini sangat istimewa, sebab Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda bahwa “Rukun (Hajar Aswad) dan Maqom (Batu Pijakan Nabi Ibrahim) berasal dari bebatuan yaqut surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah. Kalau tidak kedua batu itu mampu menyinari bumi dari barat sampai timur. Mencium batu ini ketika beribadah haji/umrah merupakan sunah. Itu sebabnya banyak orang yang berusaha untuk bisa menggapai atau bahkan menciumnya. 

Hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah hari setelah perayaan iduladha. Hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah ini adalah saat ketika jemaah haji melakukan lempar jumrah serta mabit di Mina. Pada waktu ini, tidak diperkenankan bagi muslim untuk berpuasa. Pada hari ini pula penyembelihan hewan kurban dilakukan.

Hijr Ismail

Hijr Ismail adalah halaman yang terletak di bagian kanan dari pintu kakbah dan makam Nabi Ibrahim. Di sekeliling halaman ini terdapat tembok dengan bentuk separuh lingkaran yang dikenal dengan sebutan Al Hatim. 

Dam

Dam bermakna darah. Artinya, menyembelih hewan ternak di tanah suci. Tujuannya bisa karena menjalankan peraturan manasik atau sebagai denda karena melakukan pelanggaran saat menunaikan haji maupun umrah. 

Bathnul Wadi

Bathnul Wadi adalah nama wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan sa’i. Kawasan ini terletak di antara bukit Shafa dan Marwah. 

Baqi

Baqi adalah sebutan bagi kompleks pemakaman yang terdapat di Madinah. Lokasi ini diketahui telah berdiri sejak zaman jahiliah. 

Mekah Hari Ini
Makam Ma’la di Kota Mekah

Haji Mabrur

Haji mabrur adalah sebutan untuk muslim yang berhasil menunaikan haji dengan sebaik-baiknya. Mabrur biasanya ditandai dengan adanya perubahan sikap, perilaku, serta peningkatan kualitas ibadah sepulang dari menunaikan ibadah haji. Menjadi haji yang mambrur juga menjadi tanda bahwa Allah SWT menerima amalan hajinya.

Haji Ifrad

Ifrad bermakna menyendiri. Artinya orang yang melaksanakan haji ifrad berkeinginan menyendirikan pelaksanaan haji atau umrahnya. Seorang muslim yang melaksanakan haji ifrad, harus melaksanakan haji terlebih dulu. Seusainya baru kembali mengenakan ihram untuk melaksanakan umrah jika mampu.

Haji Arbain

Sesuai dengan arti kata Arbain yakni empat puluh, haji Arbain adalah melaksanakan salat fardu sebanyak empat puluh di Masjid Nabawi, Madinah tanpa terputus. Untuk dapat melaksanakan ibadah ini, jemaah haji wajib tinggal di Madinah sekurang-kurangnya 8 hingga 9 hari lamanya.

Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ adalah mereka yang melaksanakan haji dengan cara melakukan kunjungan atau wisata ke tempat-tempat lain dulu sebelum waktu haji tiba. Muslim yang melaksanakan tamattu’ tidak pulang sebelum usai berhaji.

Haji Qiran

Muslim yang melakukan qiran berarti menyatukan antara haji dan umrah. Maka ihram yang dikenakannya adalah untuk keduanya, baik pelaksanaan haji maupun umrah. Jenis haji ini cenderung banyak dipilih.

Alasannya adalah hemat waktu serta biaya. Cukup banyak muslim tanah air yang menerapkan haji qiran. Kamu juga bisa memilih opsi ini agar lebih efisien.

Jabal Uhud

Inilah bukit yang menjadi saksi pertempuran Uhud. Pertempuran ini berlangsung antara muslimin Madinah dengan para musyirikin Mekah. Perang ini memakan korban yang sangat banyak. lebih dari 70 mujahid gugur akibat perang ini.

Jabal Uhud hanya berjarak 5 km dari tengah kota Madinah. Begitu besarnya rasa cinta Nabi terhadap para syuhada yang gugur dalam perang ini, sehingga beliau selalu berziarah ke Jabal Uhud setiap tahun. Itulah alasan mengapa Jabal Uhud sangat penting untuk diziarahi.

Jabal Rahmah

Bukit ini adalah tempat di mana Nabi Muhammad Saw, memperoleh wahyu yang terakhir, yakni ayat 3 dari surat Al Maidah. Jabal Rahmah juga merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa di bumi, setelah dikeluarkan dari surga.

Baca juga:

Jabal Nur
Jabal Nur

Jabal Nur

Bukit yang berjarak kurang lebih 6 km dari bagian utara Masjidil Haram ini memiliki tempat yang sangat bersejarah. Bagian puncak dari bukit ini terdapat Gua Hira. Gua ini adalah lokasi di mana Nabi Muhammad Saw. memperoleh wahyu yang pertama yakni, Surat Al Alaq.

Madinah

Madinah merupakan Kota Suci setelah Mekah. Di kota ini berdiri Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw. Meskipun tidak menjadi bagian dari rangkaian amalan haji, namun masjid ini selalu dikunjungi oleh para jemaah dari seluruh dunia.

Jabal Tsur

Lokasi bersejarah ini adalah saksi saat Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar As Shiddiq bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Hal yang terjadi di saat kaum muslimin hendak hijrah ke Madinah. Jabal Tsur terletak sekitar 6 km dari bagian utara Masjidil Haram, sehingga jemaah cukup mudah untuk menuju ke lokasi.

Masjid Qiblatain

Masjid yang berkiblat dua ini memliki kisah yang menarik. Sejarah mencatat dahulu umat muslim salat dengan berkiblat ke arah Baitul Maqdis di Palestina. Namun, sejak turunnya ayat 144 dalam surat Al Baqarah yang memerintahkan muslim agar salat menghadap ke Kakbah, masjid ini jadi mempunyai 2 kiblat.

masjidil haram
Masjid Qiblatain Madinah Al Munawarah (spa.gov.sa)

Nah, cukup banyak lokasi ibadah yang harus kamu singgahi saat berhaji. Jabal Uhud memang menjadi salah satu lokasi favorit untuk jemaah asal Indonesia. Alasannya tentu karena Jabal Uhud merupakan tempat yang sangat penting bagi Nabi dan menjadi saksi bagi banyak syuhada dari kalangan sahabat.

Mengetahui pengertian haji dan beragam istilahnya akan menolong kamu melaksanakan ibadah haji secara lebih baik. Tidak hanya sebagai ritual haji namun juga sebagai pengingat umat muslim akan adanya hisab di akhirat. Sehingga dapat menjadikan umat Islam senantiasa berserah kepada Allah SWT.

Untuk itu teruslah menambah pengetahuan dalam mempersiapkan diri menuju rumah Allah. Tujuannya tidak lain agar kamu mampu menunaikan rukun kelima ini dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam. Sebagai bentuk ibadah, tata cara pelaksanaan haji harus sesuai dengan perintah Allah dan dilakukan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shollallaahu ‘Alaihi wa Salam. Jika prosesnya tidak dilakukan dengan benar dan salah satu dari rukunnya terabaikan, maka ibadah hajinya dianggap tidak sah.

Sebelum mempelajari tentang rukun haji, calon jemaah sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang hukum dan syarat haji. Hukum haji adalah fardu ain, yakni wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mampu. Kewajiban ini telah disebutkan di dalam Alquran, surat Ali Imron, ayat 97 dan  diperkuat dengan beberapa hadis dari Rasulullah yang sahih, serta ijmak para ulama.

whatsapp-image-2018-04-09-at-12-11-44-pm
Adapun syarat wajib bagi seseorang untuk berhaji terdiri dari 5 perkara, yakni beragama Islam, berakal, balig, merdeka (bukan budak), dan mampu. Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka seseorang tidak dikenai kewajiban untuk berhaji. Tidak ada perselisihan dari para ulama mengenai hal ini.

Pengertian mampu yang dimaksud dalam syarat wajib haji adalah memiliki bekal yang cukup, kendaraan yang memadai, jalan tempuh yang aman, serta kondisi fisik yang sehat sehingga mampu melakukan perjalanan dan ibadah di Tanah Suci. Sedangkan bekal yang cukup artinya, selain cukup membiayai keberangkatan & biaya hidup  jemaah selama di Tanah Suci,  juga cukup untuk menafkahi keluarga yang ditinggalkan tanpa harus berutang.

Selain syarat wajib, ada juga yang disebut dengan syarat sah haji, yaitu beragama Islam, berakal (tidak gila), miqot zamani atau dilakukan di waktu tertentu, yakni pada bulan hajidan bukan di waktu lainnya, serta miqot makani atau dilakukan di tempat yang telah ditetapkan. Jika keempat persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka hajinya tidak sah.

Kecurangan Haji dan Umroh
Tata Cara Haji

Hal penting lainnya yang juga harus dipahami oleh setiap muslim yang akan berhaji adalah manasik/tata cara haji. Manasik haji merupakan simulasi ibadah haji yang dilakukan sesuai tata cara aslinya. Manasih perlu dilakukan agar setiap calon jemaah lebih paham dan bisa memahami tahapan ibadah secara lebih baik.

Selanjutnya, kita akan membahas apa saja yang termasuk tata cara pelaksanaan haji (rukun haji). Setiap amalan ibadah yang termasuk rukun haji wajib dilaksanakan. Jika salah satu dari rukun tersebut  diabaikan, maka ibadah haji menjadi tidak sah. Adapun yang termasuk rukun haji, yang dicontohkan Rasulullah, adalah ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah.

Aplikasi Tata Cara Umroh
Tata Cara Haji: Berihram

Rukun pertama: Ihram

Ihram adalah niat untuk mulai beribadah haji. Niat adalah perkara batin, maka cukup dilakukan di hati saja dan tidak perlu diucapkan. Saat berihram, jemaah wajib memulai dari miqot, tidak memakai pakaian yang dijahit, hendaknya ber-talbiyah, dan tidak diperbolehkan memakai baju, jubah, mantel, imamah, penutup kepala, dan khuf atau sepatu. Jemaah wanita juga tidak diperbolehkan memakai penutup wajah dan sarung tangan.

Adapun, sunah saat berihram adalah mandi, memakai wewangian di badan, memotong bulu kemaluan dan ketiak, memendekkan kumis, memotong kuku, memakai sarung dan kain atasan yang berwarna putih bersih, serta memakai sandal. Niat ihram dilakukan setelah salat, setelahnya jemaah haji disarankan untuk memperbanyak talbiyah. Jemaah wanita boleh memakai pakaian apa saja, tidak ada ketentuan harus warna tertentu, asalkan tidak menyerupai pakaian laki-laki dan harus menutup aurat.

Rukun kedua: Tawaf

Urutan tata cara ibadah haji yang kedua adalah tawaf, yakni mengitari Kakbah sebanyak tujuh kali. Dalil yang menunjukkan wajibnya tawaf ada di dalam Alquran, surat Al-Hajj, ayat 29. Saat melaksanakan tawaf, jemaah haji wajib untuk berniat tawaf, suci dari hadas, menutup aurat seperti saat sedang salat, berada di sebelah kanan Kakbah, serta memulainya dari Hajar Aswad dan mengerakhirinya di Hajar Aswad pula.

Rukun ketiga: Sai

Sai dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Rukun sai dilakukan setelah jemaah melakukan tawaf dan harus dilakukan berurutan. Artinya tidak boleh dilakukan sebelum tawaf atau tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya.

Pelaksanaan sa’i tidak boleh dilakukan sebelum tawaf dan tidak boleh diselingi ibadah apa pun setelahnya

Baca juga:

First Travel Umroh dan Haji
Rukun Haji

Rukun keempat: Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling penting. Para ulama sepakat bahwa barang siapa luput melaksanakan wukuf di Arafah, maka ia harus melakukan haji pengganti (di tahun yang lain). Pengertian wukuf adalah jemaah harus berada di daerah mana saja di Arafah dan dalam keadaan apa saja, baik dalam keadaan suci maupun tidak (haid, nifas, atau junub).

Waktu wukuf di Arafah dimulai saat matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah, hingga terbit fajar (masuk waktu subuh) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi jemaah yang wukuf di luar waktu tersebut, maka hajinya tidak sah. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh beberapa jemaah, yakni wukuf di Jabal Rahmah. Mereka meyakini bahwa tempat tersebut adalah tempat terbaik untuk wukuf. Hal ini keliru, karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah.

Selain keempat urutan tata cara ibadah haji tersebut, terdapat beberapa amalan wajib dalam ibadah haji. Perbedaan rukun dan wajib haji terletak pada sah atau tidaknya ibadah haji. Jika jemaah meninggalkan salah satu atau beberapa amalan wajib haji maka hajinya tetap sah, namun ada kewajiban membayar denda (dam). Amalan wajib haji antara lain:

1. Ihram dari miqot

Tempat pembatas bagi jemaah haji untuk memulai berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah menggunakan pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilakukan di dalam pesawat.

2. Wukuf di Arafah hingga waktu magrib bagi yang memulai wukuf di siang hari.

3. Mabit di Muzdalifah. Mabit atau bermalam di Muzdalifah biasanya dilakukan setelah wukuf. Dari Arafah, jemaah akan melewati Muzdalifah dan bermalam di sana hingga terbit fajar.

4. Melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dilakukan setelah matahari terbit. Saat melakukan jumrah, jemaah disunahkan untuk bertakbir.

5. Mabit di Mina pada hari-hari tasyriq. Saat melaksanakan haji, Rasulullah bermalam di Mina selama hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

6. Mencukur dan memendekkan rambut. Mencukur atau memendekkan rambut bisa dilakukan hingga akhir tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah laki-laki mengambil semua bagian rambut untuk dipendekkan, sedangkan jemaah wanita cukup memotong satu ruas jari dari ujung rambut.

Ilustrasi Rukun Ibadah Haji
Urutan Tata Cara Ibadah Haji

7. Melakukan tawaf wadak. Tawaf wadak dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan Kakbah dan telah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. Tawaf wadak dilakukan oleh setiap jemaah haji, kecuali penduduk Mekkah dan wanita haid.

Demikianlah urutan tata cara ibadah haji yang harus dilakukan oleh setiap jemaah. Selain rukun dan wajib haji, masih ada amalan-amalan sunah lainnya yang bisa dilakukan oleh para jemaah. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang alur ibadah haji, Alangkah baiknya jika jemaah mempelajari skema ibadah haji yang biasanya disediakan oleh penyelenggara haji, atau bisa diunduh di mesin pencari di internet.