Ilustrasi Rukun Ibadah Haji

Urutan dan Tata Cara Haji yang Wajib Diketahui Kaum Muslimin

Sebagai rukun Islam kelima, ibadah haji memiliki urutan dan tata cara sesuai syariat. Tidak melaksanakan salah satu cara akan membuat ibadah haji Anda tidak sah di mata Allah SWT. Nah, apa saja urutan dan tata cara haji yang harus diketahui kaum muslimin? Berikut ini penjelasannya.

Paket Umroh Desember Jakarta

Doa Haji

1. Ihram

Ihram adalah niat yang ditetapkan hati seseorang untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh. Jemaah haji atau umroh mulai berihram di miqot, yakni dengan membaca doa ihram seraya menghadap kiblat. Miqat adalah batas dimulainya pelaksanaan ibadah haji, baik berdasarkan waktu maupun tempat.

Laki-laki mengenakan dua lembar kain tidak berjahit untuk menutupi aurat bagian bawah dan diselendangkan di tubuh bagian atas. Sementara itu, kaum wanita wajib menutupi seluruh auratnya, kecuali wajah dan telapak tangan.

Sebelum mengenakan pakaian ihram, jemaah juga disunahkan untuk mandi dan memakai minyak wangi. Adapun beberapa hal yang diharamkan setelah berihram antara lain; bersetubuh, berbuat dosa, berdebat untuk perkara yang sia-sia, mengenakan pakaian berjahit, mengenakan tutup kepala bagi pria, menggunakan wewangian, memotong atau mencabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar dan melangsungkan akad nikah.

2. Mabit di Mina

Setelah terbitnya matahari di tanggal 8 Zulhijah, jemaah berangkat ke Mina untuk melaksanakan mabit atau bermalam. Sesampainya di sana, jemaah mengerjakan salat Zuhur 2 rakaat dan Asar 2 rakaat. Salat dikerjakan secara qasar tanpa dijamak. Begitu pula dengan salat Magrib dan Isya.

3. Wukuf di Arafah

Wukuf merupakan puncak ibadah haji. Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah setelah jemaah bertolak dari Mina. Begitu sampai di sana, jemaah mengerjakan salat Zuhur 2 rakaat dan Asar 2 rakaat secara jamak takdim dan qasar.

Manfaatkan waktu dengan berzikir dan berdoa. Jemaah baru boleh meninggalkan Arafah setelah matahari terbenam.

4. Mabit di Muzdalifah

Usai melaksanakan wukuf, jemaah berangkat ke Muzdalifah. Jemaah langsung mengerjakan salat Magrib dan Isya secara jamak takhir dan qashar. Salat Magrib 3 rakaat dan Isya 2 rakaat.

Jemaah menginap di Muzdalifah hingga subuh. Setelah salat Subuh, perbanyak zikir dan doa.

Baca juga:

paket umroh murah april surabaya

Tata Cara Haji

5. Melempar Jumroh Aqabah

Pada tanggal 10 Zulhijah, tepatnya sebelum matahari terbit, jemaah bertolak ke Mina. Pungutlah batu seukuran biji kacang dari mana saja untuk melontarkan jumroh. Setelah matahari terbit, lemparlah Jumroh Aqabah sebanyak tujuh kali.

Lemparan ke sisi kiri mewakili arah Baitullah, sedangkan lemparan ke sisi kanan mewakili arah Mina. Sambil melempar, ucapkan kalimat takbir. Apabila lemparan meleset dari kolam, silakan ulangi lagi.

6. Mencukur Rambut

Usai melempar jumroh, jemaah pria menggunduli rambut, sedangkan jemaah wanita memotong rambut sepanjang satu ruas jari.

7. Menyembelih Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilakukan pada tanggal 10 Zulhijah atau tiga hari setelahnya. Namun, jemaah haji tidak diwajibkan mengikuti prosesi tersebut.

8. Tawaf

Tawaf berarti mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dan berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah melakukan tawaf, laksanakan salat sunah 2 rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim.

9. Sa’i

Sa’i berarti berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh putaran. Antara Shafa dan Marwah terhitung satu kali putaran, begitu pula sebaliknya. Saat berada di bukit Shafa maupun Marwah, bacalah Allahu Akbar (3x) dan Laa Ilaaha Illallah (3x) sambil menghadap ke arah kiblat.

10. Mabit Kembali di Mina

Jemaah wajib mabit kembali di Mina selama dua atau tiga hari, disusul dengan melempar Jumrah  Shughra, Wustho, dan Kubro, pada tanggal 11 Zulhijah siang. Masing-masing tempat mendapatkan tujuh lemparan. Apabila semuanya selesai dilakukan dalam satu hari, jemaah bisa meninggalkan Mina sebelum Magrib. Apabila terlanjur masuk waktu Magrib, jemaah wajib bermalam lagi.

First Travel Umroh dan Haji

Umroh dan Haji

11. Tawaf Wada

Sebelum meninggalkan Mekkah, jemaah wajib melakukan tawaf wada atau perpisahan. Caranya sama saja dengan tawaf sebelumnya. Bedanya, jemaah diperbolehkan mengenakan pakaian biasa.

Demikianlah tata cara haji yang wajib diketahui kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan