jamaah haji jakarta

7 Tips Berangkat Haji Bagi Penderita Diabetes

Haji merupakan salah satu ibadah dalam agama Islam yang memiliki beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Untuk menjalankan ibadah ini, tidak hanya dibutuhkan modal secara material, namun juga stamina dan kondisi fisik yang prima dari para jemaah. itu sebabnya ibadah haji hukumnya wajib hanya bagi mereka yang mampu.

travel umroh yang bagus

Naik Haji

Tidak semua jemaah haji yang berangkat dari Indonesia memiliki kondisi fisik yang prima. Faktor usia dan lamanya masa tunggu untuk bisa mendapatkan jatah kuota haji menyebabkan calon jemaah rela berangkat ke Tanah Suci walaupun kondisinya tidak sepenuhnya baik.

Umumnya, calon jemaah haji yang kurang sehat memiliki berbagai riwayat penyakit yang berbeda. Di antaranya adalah penyakit diabetes. Penyakit ini sebenarnya bukan penghalang bagi jemaah untuk melaksanakan ibadah haji. Namun ada hal-hal khusus yang sebaiknya diperhatikan oleh penderita diabetes jika tetap ingin melaksanakan rukun Islam yang kelima ini, berikut di antaranya:

  1. Melakukan konsultasi dengan dokter yang kompeten dan melakukan kontrol kadar gula darah. Diabetes melitus biasanya ditandai oleh tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Hal ini terjadi akibat kurangnya atau tenganggunya kerja hormon insulin. Zat gula yang tidak dapat diolah tubuh dengan baik akan menumpuk di dalam darah dan dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis.
  1. Pada dasarnya penyakit Diabetes tidak bisa sepenuhnya disembuhkan. Namun dengan penanganan yang baik, berbagai komplikasi dan kondisi kronis bisa diminimalisasi. Penderita diabetes yang kondisinya tidak stabil sebaiknya menunda perjalanan hingga kondisi tubuh memungkinkan. Sekalipun ingin tetap berangkat, sebaiknya jamaah penderita diabetes melengkapi diri dengan bukti riwayat kesehatan dengan pengantar bahasa Inggris atau Arab.
  1. Sesampainya di Mekkah, jemaah haji yang menderita diabetes sebaiknya menghindari tempat terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari serangan panas dan rasa kebas diĀ  kaki yang bisa mengakibatkan cedera. Jika seorang penderita diabetes mengalami cedera dan luka terbuka, maka akan rentan terkena infeksi dan proses penyembuhannya akan berjalan lama. untuk itu jamaah haji penderita diabetes sebaiknya melaksanakan tawaf pada malam hari.

Penderita diabetes sebaiknya menghindari tempat terbuka yang terpapar sinar matahari langsung

Baca juga:

Aplikasi Panduan Haji Bergambar

Tips Haji dan Umroh

  1. Besarnya enargi yang dibutuhkan dalam menjalankan ritual ibadah haji menuntut para jemaah untuk mengonsumsi kalori dalam jumlah besar, dan jemaah penderita diabetes harus memperhitungkan dengan baik asupan kalori tersebut. Mereka harus menjaga agar jumlah kalori yang masuk dan keluar tetap seimbang agar tidak sampai terkena hipoglikemia. Ada baiknya, jemaah haji penderitaa diabetes membawa bekal makanan manis seperti permen, gula, atau kurma, dan mengonsumsi air yang banyak secara teratur setiap hari.
  1. Selama pelaksanaan ibadah haji, jemaah penderita diabetes juga harus memeriksakan kadar glukosa darah dan urine secara rutin. Dan agar kadar gula darah tetap stabil, sebaiknya jemaah penderita diabetes tidak menjalankan ibadah puasa.
  1. Jangan lupa untuk membawa obat dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Arab Saudi dan di perjalanan. Jika harus membawa cairan insulin, maka sebaiknya disimpan di dalam tempat yang sejuk.
  1. Untuk menjaga tubuh dari perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem antara malam dan siang, Jemaah penderita diabetes sebaiknya menyediakan pakaian tebal dan selalu memakai sepatu agar kakinya berada pada suhu yang hangat. Bagi Jemaah laki-laki, sebaiknya menggunakan pencukur listrik untuk meminimalkan risiko
Mengajar Si Kecil Makna Ibadah Haji

Tips Pergi Haji

Demikan tadi tujuh tips berangkat haji bagi calon jemaah penderita diabetes yang harus diperhatikan. Dengan persiapan yang tepat dan pelaksanaan yang tertib, insya Allah Ibadah Anda bisa berjalan dengan lancar.

Tinggalkan Balasan