Makkah Madinah

Inilah 5 Tragedi yang Pernah Terjadi di Tanah Suci

Manusia memang tak pernah bisa menebak, kapan musibah atau justru malapetaka akan datang. Apalagi, ketika itu terjadi di Tanah Suci. Kita tentu pernah mendengar kabar, sebuah alat derek berukuran besar (crane), jatuh di kompleks Masjidil Haram (11/8/15) dan menewaskan lebih dari 107 orang. Tak hanya itu, di tahun selanjutnya, dunia pun dibuat gempar, sebab Madinah dibom untuk kesekian kalinya. Pertanyaan muncul, mengapa korbannya bisa sebanyak itu?

umroh murah

Madinah Al Munawwarah (atjehcyber.id)

USA Today mengungkapkan, tragedi berdarah memang tak asing bagi Mekkah. Apalagi di bulan haji. Adapun banyaknya korban, disebabkan oleh ramainya massa yang memadati kota tersebut. Beberapa catatan menunjukkan, tragedi crane maupun bom Madinah sesungguhnya bukanlah hal baru. Sebelumnya, telah banyak peristiwa memakan korban terjadi di Mekkah, mulai dari Madinah dibom, kebakaran, hingga desakan massa yang mengakibatkan ratusan jemaah haji terinjak-injak. Sebagai informasi, inilah 5 tragedi yang pernah terjadi di Tanah Suci.

1. Kebakaran Akibat Meledaknya Tabung Gas

Tidak ada yang pernah menyangka, meledaknya satu tabung gas bisa membawa petaka. Sekitar sepuluh tenda terbakar dan 200 korban tewas harus masuk dalam catatan duka sejarah yang terjadi pada Desember 1975 silam. Konon, akibat peristiwa ini, Pemerintah Arab Saudi melarang keras penggunaan kompor gas di musim-musim haji. Bahkan, untuk mengantisipasi bencana terulang kedua kali, mereka menyiapkan tim keselamatan yang bertugas menginspeksi tenda-tenda jemaah. Adapun peraturan ini juga berlaku pada semua bangunan dan kantor pemerintahan.

2. Bentrokan Antara Pendemo Iran dengan Polisi Arab Saudi

Sebuah bentrokan besar pernah terjadi di Kota Suci pada 31 juli 1987, tepatnya ketika perseteruan antara para demonstran Iran dan aparat keamanan Arab Saudi berlangsung. Pada saat itu, jemaah haji Iran melakukan protes menentang Israel dan Amerika Serikat di Kota Mekkah. Sayangnya, perjalanan mereka harus diblokir ketika sampai di depan Masjidil Haram.

Akibat peristiwa meledaknya tabung gas, Pemerintah Arab Saudi melarang keras penggunaan kompor gas di musim-musim haji

Baca juga:

Umroh Reguler Murah Desember

Haji dan Umrah

Lantaran tetap memaksa masuk, bentrokan pun tidak terelakkan. Akibatnya, situasi kacau, sehingga beberapa orang justru terinjak-injak oleh massa yang panik. Tragedi ini pun menewaskan lebih dari empat ratus orang. Sekitar dua ratus di antaranya berasal dari jemaah Iran, 80 warga Arab Saudi, dan sisanya, jemaah haji asal negara lain.

3. Berdesakan dan Terinjak-injak di Terowongan Al Maaisim

Dapat dikatakan, ini merupakan tragedi paling memilukan sepanjang sejarah ibadah haji. Setidaknya, sekitar 1.426 jemaah tewas akibat berhimpitan dan terinjak dalam terowongan di Mina untuk melempar jamrah (2/7/90). Posisi berdesakan, hingga suhu mencapai 44 derajat Celcius, membuat mereka yang punya kondisi fisik lemah, sebagian besar manula—pada akhirnya menjadi korban. Bahkan, 631 di antaranya merupakan jemaah asal Indonesia.

Sayangnya, 16 tahun berselang, peristiwa saling dorong dan injak lagi-lagi terjadi. Kali ini dengan korban jiwa mencapai lebih dari 280 orang (12/1/06).

4. Tumbangnya Crane Akibat Angin Kencang

Tragedi jatuhnya alat derek besar (crane) di kompleks Masjidil Haram setidaknya menelan 107 korban tewas, dan menyisakan 238 orang luka-luka. Adapun peristiwa ini terjadi, lantaran hantaman angin, bahkan sambaran petir.

Dilaporkan, enam jemaah asal Indonesia tewas, sementara 31 lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Makkah Madinah

Crane di Makkah (cnn.com)

5. Madinah Dibom

Teror bom kembali lagi terjadi di Kota Suci. Pada 4 Juli lalu, misalnya—sebuah bom bunuh diri meledak di dekat masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Penyelenggaraan haji memang kerap menuai sejumlah kendala yang berisiko. Apalagi, hal ini seolah “dilengkapi” dengan teriknya cuaca serta berjubelnya massa. Meski begitu, tetap dibutuhkan kedisiplinan setiap jemaah, sehingga terhindarkan dari malapetaka dan proses ibadah haji bisa berjalan dengan lancar.   

Tinggalkan Balasan