umroh murah reguler

Tips Jitu Bagi Anda yang Ingin Umroh Backpacker Saat Ramadhan

Persiapan Umroh Backpacker di Awal Ramadan

Ramadan merupakan bulan yang spesial untuk melaksanakan ibadah umrah, karena umrah yang dilaksanakan di bulan tersebut memiliki ganjaran yang setara dengan ibadah haji. Jika Anda berencana berangkat umrah di bulan tersebut—terlebih tanpa melalui agen perjalan haji atau menjadi backpacker—jangan lupa untuk melakukan beberapa persiapan umrah sebagai berikut.

Siapkan Paspor dan Visa dari Jauh-Jauh Hari

Hal penting yang pertama kali harus dilakukan untuk berangkat umrah adalah membuat visa umrah. Sekalipun Anda memilih untuk berangkat dengan cara backpacking dan tidak menggunakan jasa pengurusan umrah secara menyeluruh, Anda tetap bisa meminta bantuan agen perjalanan haji untuk mengurus hal tersebut. Cara ini tentunya lebih praktis dibandingkan jika Anda harus mengurusnya sendiri.

Perpanjangan Visa Umroh

Persiapan Visa Umroh

Pastikan paspor Anda masih berlaku hingga masa umrah selesai. Pastikan juga bahwa nama yang tertera di paspor tersebut terdiri dari minimal tiga kata. Bila belum memenuhi persyaratan ini, Anda sebaiknya segera mengurusnya ke kantor imigrasi.

Selain paspor dan dokumen pelengkap lainnya, jangan lupa untuk melakukan suntik meningitis. Imunisasi ini bisa dilakukan di tempat-tempat yang ditunjuk pemerintah, Jika sudah selesai, Anda akan mendapatkan kartu kuning sebagai bukti sudah memenuhi persyaratan tersebut.

Tiket Pesawat 

Selain visa, persiapan umrah lain yang perlu dilakukan jauh-jauh hari adalah memesan tiket pesawat. Bulan Ramadan adalah musim ramai orang melakukan umrah, sehingga harga tiketnya lebih tinggi. Agar lebih murah, sebaiknya lakukanlah pemesanan sekitar 6-12 bulan sebelumnya.

Khusus untuk perjalanan umrah di bulan Ramadan, pilihlah jadwal penerbangan malam hari, karena bisa membantu Anda menghindari waktu puasa yang lebih panjang. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki perbedaan waktu 4 jam lebih awal dibandingkan Arab Saudi. Maka jika Anda melakukan perjalanan di siang hari, waktu siang Anda menjadi lebih lama. 

etihad airways landasan

Tiket Pesawat Umroh Backpacker

Mengecek Kelengkapan Keberangkatan

Tanpa jasa agen perjalanan haji, Anda harus melakukan pengecekkan ekstra terhadap seluruh barang bawaan Anda, yaitu mencakup dokumen (paspor, visa, tiket, dll.), perlengkapan ibadah, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Sebagai seorang backpacker, Anda sebaiknya tidak membawa terlalu banyak pakaian. Udara di Mekkah dan Madinah sangat kering sehingga cucian bisa kering dengan cepat. Bila Anda tidak mau repot, banyak TKI yang bekerja di daerah sekitar tempat menginap yang bisa dimintai tolong untuk mencucikan pakaian Anda dengan bayaran murah. Jadi tidak perlu khawatir kehabisan baju bersih.

Simpan paspor, tiket, serta barang penting lainnya, seperti dompet dan telepon genggam di dalam tas kecil yang bisa dikalungkan.

Perlengkapan Selama Perjalanan 

Penerbangan 9 jam mungkin tidak seluruhnya dilalui dengan tidur. Anda tentunya akan melalui waktu salat, sahur atau berbuka (jika keberangkatan siang hari). Untuk itu persiapkan kegiatan ibadah tersebut dengan baik, seperti membawa perlengkapan salat bagi wanita di dalam tas kabin (jika perlu), menyediakan makanan kecil di dalam tas untuk membatalkan puasa/sahur. Jangan lupa juga untuk mempelajari tata cara tayamum, sebab kamar kecil di pesawat tidak menyediakan cukup air untuk berwudu.

Manasik Haji

Ibadah Umrah Ramadhan

Jika Anda memilih maskapai penerbangan seperti Emirates, Qatar Airlines, Etihad, atau  maskapai Timur Tengah lainnya, biasanya pihak maskapai akan mengumumkan waktu sahur atau berbuka di dalam pesawat. Biasanya mereka juga menyediakan snack atau makanan ringan untuk ibadah sahur atau berbuka puasa.

Iklim yang Berbeda 

Arab Saudi memiliki cuaca yang sangat kering. Jauh berbeda dengan Indonesia yang cenderung lembap. Untuk mencegah kekeringan, khususnya pada area kulit dan bibir, jangan lupa untuk selalu menyiapkan lotion khusus pelembap kulit. Selain itu, ibadah umrah yang padat  juga dapat menyebabkan tubuh cepat lelah dan rentan terserang penyakit. Untuk itu usahakan untuk banyak minum air putih saat sahur dan berbuka, makan-makanan yang bergizi dan berkalori tinggi, serta dukung menambah asupan multivitamin, agar puasa Anda di Tanah Suci bisa berjalan dengan lancar.

Baca juga:

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melaksanakan Umroh Backpacker di Bulan Ramadhan

Jika Anda seorang backpacker dan berencana melaksanakan umrah pada bulan Ramadan, cobalah untuk memerhatikan beberapa hal berikut, sebelum melaksanakan umrah awal Ramadan:

Waktu Umrah

Untuk mendapatkan biaya yang lebih murah, pilihlah waktu umrah di awal bulan Ramadan. Semakin mendekati akhir Ramadan, biaya umrah semakin tinggi. Umrah awal Ramadan bisa lebih menekan pengeluaran Anda hingga USD1000.

Persiapan Fisik

Beribadah puasa di Tanah Suci sambil melaksanakan serangkaian ibadah yang padat dan berat tentunya bukan hal yang mudah. Untuk itu persiapkan segala perbekalan dengan baik. Jangan lupa untuk mengonsumsi banyak air putih & multivitamin saat sahur dan berbuka.

travel umroh surabaya

Persiapan Fisik Umroh Backpacker

Untuk menghemat biaya, para backpacker biasanya akan mencari akomodasi yang berbiaya murah dan biasanya akomodasi jenis tersebut jaraknya cukup jauh dari Masjidil Haram. Untuk itu persiapkanlah stamina Anda sebaik mungkin, biasakanlah untuk berolah raga dan perbanyaklah berjalan kaki sebelum keberangkatan.

Bangun Malam

Pada bulan Ramadan, kegiatan ibadah akan lebih banyak dilakukan di malam hari. Mulai dari berbuka puasa, salat Magrib, salat Tarawih yang berlangsung hingga tengah malam, hingga salat Tahajud. Anda akan banyak menghabiskan banyak waktu di malam hari dan waktu tidur malam Anda menjadi lebih sedikit. Waktu tidur baru bisa dinikmati setelah salat Subuh hingga waktu Zuhur tiba. Untuk itu mulailah membiasakan diri untuk bangun malam sejak di tanah air. Anda bisa melatihnya dengan sering melakukan salat Tahajud dan membaca Alquran hingga waktu salat Subuh tiba.

Ramadan di Musim Panas

Musim panas di Mekkah dan Madinah berlangsung dari bulan April hingga Agustus. Suhu tertinggi di siang hari bisa mencapai 50 derajat Celsius. Pada musim panas, siang hari lebih lama dibandingkan malam hari. Untuk itu, jika Anda menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadan yang jatuh pada musim panas, bersiaplah untuk kondisi puasa yang berat. Niatkan semuanya untuk ibadah. Hindari berkeluh kesah dan  perbanyaklah berzikir.

travel umroh jakarta

Umroh di Bulan Ramadhan

Ramadan di Musim Dingin

Akan sangat beruntung jika perjalanan umrah Ramadan Anda jatuh pada musim dingin. Sebab, selain cuacanya panasnya tidak ekstrem, waktu siangnya juga lebih pendek, sehingga waktu puasanya juga lebih sebentar. Namun demikian, tetaplah menjaga kondisi tubuh, sebab di malam hari, udaranya akan sangat dingin.

Berbuka Puasa

Khusus bagi Anda para backpacker, tidak perlu pusing menyiapkan makanan untuk berbuka puasa selama umrah di bulan Ramadan. Setiap hari, selama bulan Ramadan, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyediakan hidangan berbuka yang bisa dinikmati oleh siapapun secara gratis.

Pilihlah makanan dan minuman yang ‘aman’ bagi perut Anda. Hindari makanan yang terlalu asam, pedas, atau tidak biasa Anda makan di tanah air. Hal ini penting untuk untuk mencegah Anda dari serangan gangguan pencernaan.

Waktu Umrah

Sesuaikan waktu umrah dengan kondisi fisik Anda. Jika kuat dan memungkinkan, silakan pilih waktu umrah di siang hari saat berpuasa. Namun tidak masalah juga jika Anda memilih waktu setelah berbuka puasa. Yang penting jangan sampai Anda terlalu memaksakan diri.

Perlengkapan ke Masjid

Saat beribadah umrah di bulan puasa, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu di masjid. Di masjid sudah tersedia air zam-zam yang insyaAllah cukup untuk semua jamaah umrah. Jadi Anda tidak perlu membawa terlalu banyak bekal minum. Bawalah tas praktis yang bisa diisi perlengkapan yang diperlukan selama berada di masjid seperti handuk kecil, kaus kaki, sandal, dompet, telepon genggam, tanda pengenal, buku manasik, dan obat-obatan. Anda juga tidak perlu membawa Alquran karena sudah tersedia di masjid.

travel umroh bekasi

Ibadah Umroh Backpacker Ramadhan

Tips Sebelum Keberangkatan Umroh Backpacker Ramadhan

Lalu hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan umrah backpacker Ramadan? berikut tips-tips-nya.

Pembiayaan

Salah satu alasan utama seseorang untuk melaksanakan umrah backpacker adalah untuk menghemat biaya. Untuk itu sebelum memutuskan untuk berangkat, pastikan Anda sudah mencari berbagai informasi detail seputar biaya pembuatan visa, biaya tiket, akomodasi dan biaya hidup selama berada di Tanah Suci.

Khusus untuk umrah backpacker Ramadan, perlu diingat bahwa  Ramadan merupakan high season atau musim yang padat untuk keberangkatan umrah. Biasanya para penyedia jasa menetapkan harga yang tinggi  untuk setiap layanannya. Untuk itu pesanlah dari jauh-jauh hari dan bernegosiasilah untuk mendapatkan harga yang paling menguntungkan.

Pemesanan Tiket

Agar lebih murah, pesanlah tiket minimal 6 bulan sebelum bulan Ramadan. Tingginya peminat umrah di bulan Ramadan membuat harga tiket jauh lebih mahal. Bila Anda memesannya jauh-jauh hari, Anda bisa mendapatkan harga tiket promo, terlebih jika memilih rute perjalanan yang tidak langsung atau dengan beberapa kali transit.

Rombongan Umrah Backpacker

Idealnya, umrah backpacker dilaksanakan dalam kelompok kecil. Untuk itu buatlah kelompok kecil yang terdiri dari minimal empat orang. Perlu diingat bahwa untuk jemaah umrah wanita, dia harus didampingi oleh seorang mahram.

perjalanan umroh backpacker

Rombongan Umroh Backpacker

Akomodasi

Agar bisa berhemat, Anda tidak perlu memaksakan menginap di hotel dekat masjid. Selain harganya lebih mahal, selama bulan Ramadan Anda juga akan banyak menghabiskan waktu di masjid ketimbang di penginapan. Pastikan saja Anda mudah mendapatkan kendaraan umum dari penginapan yang Anda pilih.

Menunggu dan Antri

Selama beribadah ke tanah suci, Anda akan menemui banyak antrean panjang. Salah satunya adalah antrean pemeriksaan imigrasi di bandara. Setibanya di Jeddah, bersabarlah menunggu giliran untuk mengambil bagasi dan pemeriksaan paspor. Bila Anda tiba bertepatan pada waktu Magrib, para petugas bandara akan beristirahat untuk berbuka dan salat, sehingga Anda harus menunggu lebih lama lagi.

Waktu ke Masjid

Selama umrah di bulan Ramadan, Anda akan menghabiskan banyak waktu di masjid. Jika jarak antara penginapan dengan Majidil Haram atau Masjid Nabawi cukup jauh, sebaiknya Anda jangan terlalu sering bolak balik ke penginapan karena akan menguras banyak energi.

Jika jarak antara penginapan dengan Majidil Haram atau Masjid Nabawi cukup jauh, sebaiknya Anda jangan terlalu sering bolak balik ke penginapan karena akan menguras banyak energi

Baca juga:

Pemimpin Ibadah Adalah Pemimpin Tanpa Gelar

Ibadah Umroh Ramadhan

Waktu-waktu ibadah akan banyak terkonsentrasi di malam hari, untuk itu biasanya waktu istirahat bisa optimal dilakukan setelah salat subuh hingga menjelang Zuhur. Berangkatlah ke masjid lebih awal sebelum waktu Zuhur, karena jika terlambat masjid akan penuh sesak oleh jemaah. Anda bisa mengisi waktu luang untuk ziarah atau berjalan-jalan di sekitar masjid sambil menunggu Ashar.

Untuk berbuka puasa, setiap hari makanan berbuka dibagikan secara gratis di masjid. Setelahnya dilaksanakan salat magrib berjamaah, disambung salat Isya. Salat Tarawih dan Witir menghabiskan waktu sekitar 1,5-2 jam. Selanjutnya disambung dengan tadarus Alquran dan menunggu waktu salat Tahajud dan salat Subuh.

Waktu Luang

Untuk mengoptimalkan ibadah umrah selama di Tanah Suci, gunakanlah waktu luang Anda untuk membaca Alquran di masjid sambil menunggu waktu salat berikutnya. Hindari terlalu banyak berjalan-jalan di siang hari karena akan membuat tubuh kelelahan.

Tips Selama di Tanah Suci

Selama di Tanah Suci, alangkah baiknya untuk mengikuti sejumlah tips umrah backpacker berikut ini.

Menyusun Rute Perjalanan

Pernerbangan beranting atau tidak langsung dengan beberapa kali transit menuju Tanah Suci lebih murah dibandingkan perjalanan langsung dari Jakarta ke Jeddah. Keberangkatan melalui  Kuala Lumpur yang dilanjutkan ke Mumbai kemudian menuju Jeddah bisa menjadi pilihan.

Perjalanan beranting memang lebih lama dan melelahkan, namun cara ini bisa sangat menekan biaya perjalanan terutama bagi Anda pelaku umrah backpacker. Jika diperhitungkan ongkos penerbangan jalur langsung satu kali jalan dari Jakarta ke Jeddah bisa digunakan untuk biaya pulang-pergi (PP) jika menggunakan jalur penerbangan yang beranting.

Pergi Bersama Rombongan 

Umrah backpacker bukan berarti Anda pergi sendirian ke Tanah Suci. Biasanya umrah backpacker dilakukan dengan pergi secara berkelompok minimal 3 orang. Sebaiknya Anda pergi bersama orang yang sudah pengalaman menjalankan ibadah umrah

Penginapan

Harga penginapan saat bulan Ramadan lebih tinggi dari saat low season. Untuk umrah backpacker, penginapan-penginapan yang relatif lebih jauh jaraknya dari masjid bisa menjadi pilihan agar lebih hemat. Pilihlah penginapan yang cukup nyaman dan bersih untuk kegiatan tidur, mandi, dan menyimpan barang-barang bawaan.

baity 5 depan

Penginapan Umrah Backpacker

Harga satu kamar untuk 4 orang per malamnya berkisar antara 300-1000 Real pada saat Ramadan. Adapun jaraknya ke Masjid Nabawi sekitar 200-300 meter. Di Mekkah, jarak penginapan berharga murah ke Masjidil Haram sekitar 800 meter hingga 1 kilo meter.

Hati-hati Tersesat

Satu lagi tips umrah backpacker yang harus Anda perhatikan, kenali titik-titik yang menarik perhatian dari penginapan ke masjid. Saat berbelok, misalnya, ingatlah nama toko atau nama gedung yang ada di jalan tersebut sebagai petunjuk jalan. Catat dalam kepala, atau foto dengan telepon genggam, tempat-tempat penting, seperti misalnya pintu yang Anda masuki di masjid. Hal ini penting untuk membantu Anda agar tidak tersesat. Jangan berpergian sendiri, terutama untuk wanita. Tetaplah berpergian secara berkelompok atau minimal berdua dengan mahramnya. Selalu bawa tanda pengenal atau kartu nama hotel tempat Anda menginap.

Transportasi

Biaya sewa mobil untuk kapasitas 10 orang (untuk antar jemput bandara, ziarah Mekkah, perjalanan Mekkah ke Medinah serta ziarah Medinah) sekitar 2000 Real. Anda bisa menggunakan sarana angkutan umum yang ada di sana untuk menekan biaya transportasi.

Baca juga:

Katering

Katering Haji dan Umroh

Katering Haji dan Umroh

Anda bisa menghemat biaya konsumsi dengan berlangganan katering selama Tanah Suci. Mintalah informasi katering dari TKI yang bekerja di penginapan Anda. Standarnya, Harga 35 real per hari sudah mencakup tiga kali makan sehari. Jika penginapan Anda menyediakan fasilitas dapur, Anda bisa lebih berhemat dengan memasak sendiri makanan Anda.

Ibadah Umrah

Sebaiknya memilih waktu umrah pada malam hari setelah berbuka puasa. Tidak perlu memaksakan diri menjalankan sa’i dan thawaf di siang hari. Anda bisa melakukannya sehabis salat Tarawih.

Iftar

Beragam makanan buka puasa tersedia di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi setiap hari.  Banyak orang membagikan kurma, roti, buah, dan minuman secara gratis. Menjelang berbuka, air zam-zam disediakan di masjid. Jika memungkinkan segera makan malam di hotel setelah salat Magrib. Bila jarak hotel ke masjid terlalu jauh, banyak penjual makanan dengan harga terjangkau tidak jauh dari masjid.

Tarawih

Salat Tarawih di Madinah dan Mekkah dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dengan setiap dua rakaat salam dan ada pergantian imam setelah 10 rakaat. Dalam salat Tarawih, setiap harinya menghabiskan bacaan surat sepanjang 1 juz Alquran,  sehingga dalam satu bulan Ramadan Anda bisa meng-khatamkan Alquran.

Umroh Reguler Murah Desember

Umrah Ramadhan

Setelah salat Isya, salat Tarawih langsung dilaksanakan diikuti dengan salat Witir. Akan tetapi pada 10 hari terakhir, sebelum salat witir, di tengah malam dilakukan salat Qiyamulail (10 rekaat). Secara keseluruhan, waktu salat Isya hingga witir menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Demikian tips umrah backpacker kali ini. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan