Usir Kegalauan dengan Doa Penenang Hati

Tujuan penciptaan manusia oleh Allah Swt adalah untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Meskipun manusia diciptakan paling akhir, tetapi manusia memiliki kedudukan yang paling mulia di antara makhluk-makhluk lainnya, termasuk dari golongan jin dan malaikat.

Keistimewaan manusia ini yang membuat bangsa jin menjadi iri hati. Salah satu dari mereka, yaitu iblis, yang pertama kali menentang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. Atas kesombongannya, Iblis dan keturunannya lalu dikutuk oleh Allah agar kekal di neraka.

Kejahatan iblis tidak hanya sampai disitu saja, dia berjanji akan mengganggu dan menyesatkan anak cucu Adam agar menemaninya di neraka kelak. Bujuk rayu iblislah yang membuat Nabi Adam dan istrinya—Hawa, diusir dari surga oleh Allah Swt. Tipu daya iblis pula yang kemudian membuat banyak manusia tersesat dari jalan yang diridai oleh Allah Swt.

Hati manusia yang mudah goyah, membuatnya gampang tergoda oleh bujuk rayu iblis dan keturunannya untuk melakukan kesesatan. Hati yang goyah juga kadang membuat seseorang menjadi gelisah dan tidak dapat hidup dengan tenang.

Jika Anda selalu merasa gelisah dan tidak tenang, sebaiknya bacalah doa penenang hati agar Allah senantiasa melindungi Anda di setiap langkah.

“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang rida dengan ketetapan-MU dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Baca juga:

melangkah

melangkah

Bacaan Doa Penenang Hati

Beberapa doa penenang hati di bawah ini dapat dibaca ketika Anda sedang merasa gelisah atau kebingungan. Berdoa dan memohonlah kepada Allah agar kegundahan dan kegalauan hati dapat diangkat dan menjadi tenang.

Doanya antara lain, yaitu:

“Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmah-Mu dan limpahkanlah ke atas kami khazanah rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kepahamanku. Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang rida dengan ketetapan-MU dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

“Ya Allah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, jagalah kami dari siksa api neraka.”

prayerroom

berdoa

Doa penenang hati dari dari HR. Ahmad:

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qada-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Alquran sebagai penentram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

Selain memohon ketenangan hati dengan berdoa kepada Allah, ada hal-hal lain yang dapat juga kita lakukan untuk menentramkan hati yang sedang galau atau hati yang terluka. Hal ini biasanya dikenal dengan Tombo Ati atau obat hati yang semuanya berjumlah lima.

  1. Membaca Alquran dan maknanya. Jangan hanya membaca saja, tetapi Anda wajib memahami arti dan makna dari surah dan ayat yang dibaca.
  2. Rajin berpuasa. Dengan berpuasa, bukan hanya tubuh saja yang sehat, jiwa dan hati juga menjadi tenang.
  3. Salat Malam. Rajin mendirikan salat malam juga merupakan salah satu bagian untuk mendamaikan hati yang sedang gundah.
  4. Perbanyak berzikir. Dengan berzikir, kita akan semakin dekat dengan Allah.
  5. Berkumpul dengan orang saleh. Sering bergaul dengan orang saleh, tentu akan membuat kita juga bersikap dan bertindak seperti mereka.

Dengan hati yang tenang, insya Allah, segala urusan dan aktivitas yang kita kerjakan akan dapat terselesaikan dengan mudah. Jika hati masih saja gundah dan galau, segeralah membaca doa penenang hati seperti di atas, bukan dengan melakukan hal-hal yang lain yang tidak bermanfaat dengan dalih menenangkan hati.

Tinggalkan Balasan