Kecurangan Haji dan Umroh

Selain Visa, Inilah Hal-hal yang Dapat Membuat Seseorang Batal Berangkat Haji

Sebelum bisa berangkat ke tanah suci, seorang calon jemaah haji harus memiliki visa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Degan visa haji itu, seorang calon jemaah diperkenankan melakukan serangkaian ibadah haji dari awal hingga akhirnya kembali lagi ke Indonesia. Tanpa memiliki visa haji calon jemaah tidak diperkenankan berangkat hingga batas waktu yang tidak bisa diprediksi.

Selain masalah visa haji yang memang sangat krusial. Calon jemaah haji bisa mengalami gagal berangkat ke tanah suci karena hal-hal yang tersaji di bawah ini. Mari simak selengkapnya agar kelak kita bisa menghidarinya.

Tata Cara Haji

Rombongan Haji dan Umrah

Masalah Umur

Seperti yang sudah kita tahu, ibadah haji adalah ibadah yang tidak hanya menuntut kekuatan secara rohani tapi juga fisik. Rangkaian ibadah yang berjalan dari satu titik ke titik yang lain akan memforsir ketahanan tubuh secara maksimal. Akibatnya, orang dengan ketahanan fisik rendah terutama orang tua dikhawatirkan tidak mampu melaksanakan ibadah haji dengan sempurna.

Bagi calon jemaah haji yang berusia lanjut, pergi ke tanah suci mungkin sebuah impian. Tabungan yang mereka kumpulkan sedari muda mungkin akan mengantarkan mereka ke tanah suci. Namun, dengan kondisi fisik yang sudah renta, pergi ke Tanah Suci sama halnya membahayakan dirinya sendiri.

Memiliki Penyakit Parah

Calon jemaah haji yang mendadak mengalami gangguan pada kesehatannya bisa saja gagal tebang ke tanah suci. Pertama karena kesehatan pasti akan drop dalam perjalanan panjang menuju Tanah Suci dan ketika menjalani rangkaian ritual ibadah haji yang sangat padat. Dengan memaksakan diri melakukan ibadah haji sama saja membahayakan diri sendiri.

Bila memiliki gangguan kesehatan dan memaksakan diri melakukan ibadah haji, sama saja membahayakan diri sendiri dan jemaah yang lain

Baca juga:

Ka bah Pusat Bumi

Jemaah Haji

Kedua, dengan memiliki penyakit yang cukup parah terutama yang menular, nasib jemaah yang lain akan terganggu. Bisa saja penyakit itu menular ke banyak jemaah dan menyebabkan pandemi di dalam kloter. Untuk itu seorang yang kedapatan sakit parah bisa gagal berangkat ke tanah suci.

Diketahui Hamil

Seorang wanita yang kedapatan hamil memang disarankan untuk tidak naik haji. Hal ini dilakukan agar tidak membahayakan kesehatan janin dan juga ibunya secara menyeluruh. Untuk itu, saat akan naik haji seorang wanita produktif dianjurkan untuk tidak hamil atau dalam program memiliki momongan.

Kalau wanita hamil tetap ingin melaksanakan ibadah haji yang menuntut ketahanan fisik tinggi, usia kehamilannya harus pada zona trimester kedua. Selain itu, wanita tersebut juga harus mendapatkan vaksin meningitis sebelum berangkat untuk menghindari adanya gangguan pada janin. Terakhir, wanita hamil juga harus dinyatakan sehat oleh dokter hingga akhirnya diizinkan untuk melakukan ibadah. Kalau surat ini tidak turun maka keberangkatan ke tanah suci harus ditunda.

Kebersamaan dengan Keluarga

Visa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi tidak menjamin seorang pasangan menjalankan ibadah secara bersamaan. Ada pasangan suami istri yang pihak pria sudah memiliki visa namun pihak wanita belum mendapatkannya. Dari banyak kasus, biasanya keberangkatan haji bisa akan diundur atas kemauan dari jemaah haji.

Backpackeran Bersama Bayi

Haji dan Umroh Bersama Keluarga

Ke tanah suci dengan pasangan adalah impian semua orang. Untuk itu, selagi ada kesempatan sekali seumur hidup, mereka ingin menyempurnakan keislamannya secara bersama-sama. Jika salah satu visa belum turun maka pasangan bisa membatalkan keberangkatannya.

Inilah beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang gagal berangkat haji selain masalah visa haji. Semoga saat keberangkatan haji nanti kita semua diberi kelancaran dari awal hingga akhir.

Tinggalkan Balasan