gambar haji

Memahami Hukum dan Hikmah di Balik Walimatus Safar Umrah

Secara umum, banyak orang memaknai walimatus safar umrah sebagai tindakan “menjamu” atau “pesta”, yang dilakukan oleh si calon jemaah haji terhadap orang terdekatnya. Tentu saja bukan hanya sekadar mengundang kerabat, saudara, atau tetangga dan memberi mereka “makan”. Biasanya, selain ritual “bermaaf-maafan”, acara ini juga diisi dengan ceramah dan taushiyah terkait hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji. Adapun, di sisi lain walimatus safar umrah sendiri bertujuan sebagai “ungkapan pamit” si calon jemaah haji saat akan memulai perjalanan haji.

umroh ramadhan 2018

Faktanya, praktik walimatus safar umrah sendiri mengundang sejumlah pertanyaan. Pertama, karena statusnya yang tidak dikenal dalam manasik haji sebab tidak berhubungan dengan tata cara ibadah. Apalagi, Rasulullah SAW tidak mencontohkan, atau justru menyarankan kegiatan ini (tidak ada kewajiban/sunnahnya). Beragam pandangan pun muncul, ada yang benar-benar melarang kegiatan ini, mengharuskan, ada pula yang sekadar menganjurkan.

Sesuai tradisi, setiap calon jemaah yang akan menunaikan ibadah haji memang lazim mengadakan acara serupa. Tujuannya sederhana, yakni menyampaikan syukur dan ucapan selamat, serta mengiringi kepergian si calon jemaah dengan doa—dengan harapan ibadah bisa berjalan dengan lancar. Bagi beberapa orang, kegiatan ini pun diiringi harapan, agar kelak mereka pun mampu menyusul keberangkatan haji.

Penyelenggaraan Walimatus Safar Umrah yang Ideal

paket umroh backpacker

Fiqih Haji


Walimatus berasal dari kata “walimah” yang berarti jamuan; sementara safar berarti perjalanan. Dari asal katanya, bisa diartikan walimatus safar umrah sebagai jamuan/pesta yang diselenggarakan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan jauh. Di sini, jelas tidak pernah ada yang menyebutkan walimatus safar umrah sebagai rangkaian dari ibadah haji.

Meski tujuannya baik, praktik walimatus safar umrah sendiri dikhawatirkan berisiko mendatangkan bid’ah (bidah) hingga riya. Apalagi jika penyelenggaraannya dibuat secara terpaksa, sehingga mengurangi keikhlasan. Tak jarang, walimatus safar umrah pun digelar hanya untuk predikat “Haji” yang menempel di depan nama seseorang. Inilah yang kemudian menjadikan seseorang terjebak dalam perbuatan riya.

Entah diadakan atau justru tidak, berikut adalah beberapa cara untuk melakukan walimatus safar umrah dengan benar.

Meski tujuannya baik, praktik walimatus safar umrah sendiri dikhawatirkan berisiko mendatangkan bid’ah (bidah) hingga riya

Baca juga:

gambar haji

Ibadah Haji dan Umroh

1. Diadakan dengan Ikhlas; Tidak Memiliki Motif Tertentu

Lantaran bukan bagian dari rangkaian ibadah haji, diharapkan Anda tidak mengadakan walimatus safar umrah secara berlebihan. Bagaimanapun, semangat walimatus safar umrah sesungguhnya adalah mensyukuri anugerah Allah, berbagi kebahagiaan, serta menjalin tali silaturahmi. Pastikan Anda tidak menggelar walimatus safar umrah dengan tujuan pamer diri dan menjauhi hal-hal yang berbau kemusyrikan.

2. Undanglah Orang Terdekat dan Mereka yang Membutuhkan

Bukan hanya menjalin komunikasi dan hubungan silaturahmi, mengundang orang terdekat—apalagi jika hal itu disertai pengajian, merupakan hal baik yang sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Pasalnya, memberikan “ruang” untuk saling memerhatikan dan menjaga keluarga yang akan ditinggalkan sama saja dengan menjadikan diri sebagai bagian amal saleh dalam mewujudnyatakan hak dan kewajiban antarsesama Muslim.

Adapun sangat dianjurkan untuk mengundang juga orang-orang yang membutuhkan, seperti mereka anak-anak yatim, orang-orang yang tidak mampu, fakir miskin, serta siapa pun yang dipinggirkan. Tujuannya, tak lain agar menghidupkan semangat untuk berbagi dan menyebarkannya ke seluruh pelosok negeri.

3. Minta Maaf Sebagai Upaya Membersihkan Hati

Perjalanan haji adalah sebuah perjalanan suci. Karenanya, tak ada salahnya terlebih dulu meminta maaf terhadap kerabat, maupun orang-orang yang telah hadir sebagai cara “membersihkan” hati sebelum memulai rangkaian ibadah.

Paket Umroh Desember Jakarta

Rukun Umroh

4. Saling Mendoakan

Walimatus safar umrah digelar sebagai upaya saling mendoakan, baik untuk orang-orang yang ditinggalkan, maupun untuk si calon jemaah haji.

Memang, penyelenggaraan walimatus safar umrah kerap dianggap tak lagi relevan, bukan hanya berdasarkan tata cara ibadah haji, melainkan juga iklim modernisasi. Namun, selagi bermakna dan dilakukan dengan tujuan baik, tak ada salahnya ikut melestarikan dan menjaga tradisi ini, bukan?

Tinggalkan Balasan